Posted on

Contoh Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Indonesia

Contoh Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia

Ada lagu yang mengatakan bahwa Indonesia adalah tanah surga. Tentunya Anda tahu kan kenapa ungkapan tersebut ada? Ini dikarenakan kekayaan alam Indonesia yang amat berlimpah. Bahkan ada banyak sekali contoh potensi sumber daya alam dan persebarannya di Indonesia yang bisa disebutkan dengan mudah.

Sumber daya alam itu juga bukan hanya satu macam, tetapi bermacam-macam dan ini sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat yang ada. Penasaran apa saja contoh potensi sumber daya alam itu dan daerah persebarannya? Simak informasinya berikut ini.

Ragam Contoh Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Indonesia

Hasil Tambang

Pertambangan adalah salah satu potensi sumber daya alam yang sering dicari karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Beruntung Indonesia termasuk negara yang kaya akan barang tambang karena dilalui 2 rangkaian cincin api dunia.

Hasil tambangnya juga beragam. Namun ada diantaranya yang begitu populer yakni minyak bumi, batu bara serta gas alam dengan daerah persebarannya sebagai berikut:

  1. Minyak bumi adalah salah satu sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui dan daerah persebarannya di Indonesia meliputi Delta Mahakam di Kalimantan Timur, Sorong, Maluku, Balikpapan, Majalengka, Cilacap, Cepu, Sumatera Selatan, Riau dan Aceh.
  2. Batu bara merupakan bahan bakar fosil yang juga tergolong dalam sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Daerah penghasil batu bara di Indonesia diantaranya ialah Papua, Makasar, Pulau Sebuku di Kalimantan Selatan, Samarinda di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Tanjung Enim di Kalimantan Selatan dan Sawahlunto di Sumatera Barat
  3. Gas alam merupakan sumber daya alam yang sebenarnya juga bisa diubah bentuknya menjadi cair. Bentuk inilah yang kemudian disebut dengan LNG atau Liquified Natural Gas. Daerah yang terkenal sebagai penghasil gas alam ialah Pulau Natuna, Tangguh di Papua, Bontang di Kalimantan Timur dan Arun di Aceh

Tentunya masih banyak hasil tambang lain yang bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia. Diantaranya ialah timah, baja, besi, pasir, aluminium, tembaga, nikel, intan, mangan, mika, emas, perak dan sebagainya.

Baca juga: Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Hutan

Potensi sumber daya alam Indonesia yang berupa hutan sebenarnya sangat besar. Luasnya mencapai 99 juta hektar yang tersebar di berbagai wilayah. Karena luasnya itu pula, hutan Indonesia bahkan didapuk sebagai yang terbesar nomor 3 di dunia.

Hutan sendiri merupakan ekosistem daratan yang menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis flora serta fauna. Selain itu, hutan juga menjadi penyedia oksigen dan kayu, berfungsi sebagai pengendali banjir, pengendali erosi bahkan menjadi penghasil buah-buahan serta sebagai paru-paru dunia.

Jenis hutan itu sendiri cukup beragam, namun di Indonesia ada yang disebut dengan hutan lindung, hutan produksi dan hutan konsvasi. Penjelasan singkatnya sebagai berikut.

Hutan lindung

Hutan lindung adalah hutan yang menjadi pelindung dan penyangga kehidupan. Contoh hutan lindung ialah

  • Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan
  • Hutan Lindung Wehea yang lokasinya ada di Kalimantan Timur atau tepatnya di Kabupaten Kutai Timur
  • Hutan Alas Kethu di Kabupaten Wonogiri
  • Hutan Taman Raya Bung Hatta yang berlokasi di Padang
  • Hutan Lindung Baning di Kota Sintang – Kalimantan Barat
  • Hutan Betung Kerihun di Kalimantan Barat
  • Hutan Lindung Sesaot di Lombok

Hutan produksi ialah hutan yang mempunyai fungsi produksi dan di Indonesia sendiri sebagian besarnya berupa hutan rimba atau hutam alam yang kemudian dieksploitasi dalam rangka HPH atau Hak Pengusahaan Hutan. Tetapi hutan produksi juga bisa saja berupa hutan buatan. Contoh hutan produksi berikut dengan tanaman dan daerah persebarannya ialah sebagai berikut:

  • Hutan mahoni serta hutan jati di Pulau Jawa, Bali, Madura, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan
  • Hutan pinus di Sumatera Utara yang tersebar di Tapanuli, Kerinci dan Aceh
  • Hutan jabon di Maluku, Sulawesi dan Papua

Baca juga: 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Hutan konservasi menjadi tempat untuk melestarikan aneka ragam flora, fauna dan juga ekosistemnya. Hutan ini sering ada dengan nama cagar alam, taman nasional dan suaka margasatwa. Beberapa contohnya sekaligus daerah persebarannya ialah sebagai berikut:

  • Cagar Alam Hutan Kepulauan Karimata yang ada di sebelah barat Pulau Kalimantan
  • Taman Nasional Gunung Leuser yang berlokasi di Aceh serta Sumatera Utara
  • Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang berada di tiga wilayah sekaligus yaitu Lampung, Sumatera Selatan dan juga Bengkulu
  • Cagar Alam Batang Gadis yang lokasinya juga di Sumatera Utara
  • Cagar Alam Kerinci Sebrat di Jambi
  • Cagar Alam Siberut di Sumatera Barat
  • Cagar Alam Bukit Dua Belas yang juga ada di Jambi
  • Cagar Alam Bukit Tiga Puluh yang berlokasi di Riau
  • Cagar Alam Way Kambas di Lampung
  • Taman Nasional Tanjung Puting yang posisinya berada di Kalimantan Tengah
  • Taman Nasional Wasur di Papua
  • Taman Nasional Ujung Kulon di Banten

Tanah

Tanah adalah pondasi bagi seluruh kehidupan yang ada di daratan. Indonesia sendiri juga mempunyai beberapa jenis tanah yang diantaranya sebagai berikut:

  1. Tanah vulkanik dengan daerah persebarannya di sekitar lereng gunung di Sulawesi, Bali, Sumatera, Nusa Tenggara, Minahasa dan Jawa
  2. Tanah aluvial yang banyak tersebar di Sumatera, Papua, Jawa, Sulawesi, Kalimantan
  3. Tanah humus banyak ditemukan di Papua, Kalimantan, Jawa Barat, Sumatera dan Sulawesi
  4. Tanah organosol yang banyak terdapat di daerah pasang surut misalnya pantai Kalimantan Timur, pantai barat Sumatera, Sumatera bagian timur, Pulau Jawa, Kalimantan Barat dan Papua bagian barat
  5. Tanah inseptisol yang tersebar di Papua, Kalimantan dan Sumatera
  6. Tanah pasir ada di Pantai Parangkusumo
  7. Tanah laterit atau tanah merah di Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat

Tentunya pemanfaatan tanah tersebut berbeda-beda. Misalnya, tanah vulkanik yang subur biasa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, tanah humus biasa dipakai untuk menanam kelapa, nanas dan padi, tanah inseptisol untuk perkebunan dan lain sebagainya.

Baca juga: Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Hutan Mangrove

Hutan mangrove atau hutan bakau saat ini banyak yang menjadi eksis karena sangat bagus dijadikan latar belakang foto. Oleh sebab itu, tidak heran bila kemudian banyak hutan mangrove di tanah air yang fungsinya bertambah menjadi tempat pariwisata. Lebih dari itu, hutan mangrove sendiri mempunyai sejumlah manfaat diantaranya ialah untuk mencegah abrasi dan intrusi air laut.

Diantara daerah yang menjadi persebaran bagi hutan mangrove ini sebagai berikut: bagian barat dan timur Pulau Sumatera, Pulau Jawa, sepanjang pesisir di Pulau Kalimantan, sepanjang pesisir di Pulau Sulawesi, bagian barat Pulau Papua, Bali serta Nusa Tenggara.

Terumbu Karang

Menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia, terumbu karang merupakan kumpulan dari karang yang sekaligus menjadi tempat hidup bagi sejumlah hewan laut berukuran kecil. Selain menjadi tempat hidup hewan, terumbu karang juga sekaligus menjadi tempat wisata serta tempat penelitian.

Terumbu karang ini jika di Indonesia banyak tersebar di pantai barat Sumatera, pantai di Pulau Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Sulawesi.

Berbicara tentang contoh potensi sumber daya alam dan persebarannya di Indonesia sungguh menakjubkan bukan? Selain bisa memanfaatkan, ini sekaligus menjadi PR bagi setiap masyarakat Indonesia untuk menjaga dan melestarikan kekayaan negara ini supaya generasi yang akan datang juga bisa menikmatinya. Anda setuju?

Posted on

Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

cara-mengatasi-kelangkaan-sumber-daya

Kelangkaan mengacu pada sumber daya yang berkurang dan terbatas. Kelangkaan menunjukkan bahwa manusia harus memutuskan bagaimana dan apa yang akan diproduksi.

Kelangkaan sumber daya merupakan salah satu masalah fundamental dalam sektor ekonomi. Harus ada cara untuk mengatasi kelangkaan sumber daya.

Jika kelangkaan ini tidak ditangani secara tepat, maka akan ada banyak permasalahan lainnya yang lebih fatal pada keberlangsungan hidup masyarakat. Kelangkaan secara langsung mengacu pada masalah ekonomi di mana kebutuhan manusia yang tinggi terbentur dengan kelangkaan sumber daya yang ada.

Pengertian Kelangkaan Sumber Daya

Kelangkaan adalah ketika sarana untuk memenuhi tujuan terbatas dan mahal. Kelangkaan adalah dasar dari masalah utama ekonomi. Kelangkaan menyebabkan alokasi sarana yang terbatas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan manusia yang selalu meningkat.

Bahkan sumber daya alam yang bisa didapatkan secara gratis dapat menjadi langka jika muncul biaya untuk memperoleh atau mengkonsumsinya.

Bisa juga sumber daya alam yang gratis menjadi langka jika ada preferensi yang berubah atau khasiat dari penggunaan sumber daya tersebut baru ditemukan sehingga menimbulkan permintaan yang tinggi.

Situasi ini menuntut orang untuk membuat keputusan tentang bagaimana mengalokasikan sumber daya secara efisien agar bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Kelangkaan juga bisa disebut sebagai “kekurangan”.

Contoh Kelangkaan Sumber Daya

Untuk lebih memahami tentang kelangkaan sumber daya, berikut adalah beberapa contohnya:

Kelangkaan Tanah

Kekurangan lahan subur bagi populasi di suatu daerah untuk menanam tanaman juga merupakan salah satu contoh kelangkaan sumber daya. Misalnya, daerah Jeneponto yang berada di Sulawesi Selatan, daerah tersebut terkenal dengan daerah yang tandus. Kelangkaan tanah yang subur akhirnya menyebabkan penurunan lahan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk area pertanian.

Kelangkaan Air

Pemanasan global dan perubahan cuaca, telah menyebabkan beberapa bagian dunia menjadi lebih kering dan sungai mengering. Hal ini menyebabkan kekurangan air minum, baik untuk manusia maupun hewan. Musim kemarau di Indonesia yang berlangsung lama juga bisa menyebabkan kelangkaan air di beberapa daerah yang kering.

Kekurangan Tenaga Kerja

Mungkin di Indonesia kekurangan tenaga kerja hanya terjadi di beberapa sektor saja karena faktanya Indonesia lebih kekurangan lapangan kerja daripada tenaga kerjanya. Namun kekurangan tenaga kerja juga merupakan sebuah contoh kelangkaan sumber daya.

Penduduk yang mungkin kurang berpendidikan di negara yang membutuhkan pekerja dengan keterampilan tinggi dapat mengakibatkan kelangkaan tenaga kerja.

Kelangkaan Pangan

Banjir dahsyat yang menyerang daerah Masamba, Luwu Utara menyapu lahan pertanian dan menciptakan kelangkaan pangan bagi penduduk di daerah tersebut. Kasus kelangkaan pangan ini akan sering terjadi pada daerah-daerah yang terkena musibah dahsyat yang meluluhlantakkan perekonomian masyarakat.

Kelangkaan Fosfor

Fosfor untuk pertanian sama pentingnya dengan air. Tetapi kurangnya ketersediaan fosfor adalah masalah yang bisa mengancam kebutuhan makan untuk masyarakat.

Seperti nitrogen dan kalium, fosfor adalah nutrisi yang diambil tanaman dari tanah dan sangat penting untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Ada beberapa daerah yang mengalami kelangkaan fosfor di Indonesia yang mungkin bisa mengancam kebutuhan pangan manusia di daerah tersebut.

Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

Lalu apa sih yang idealnya dilakukan manusia untuk mengatasi atau mencegah kelangkaan sumber daya? Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencoba mengatasi kelangkaan sumber daya, di antaranya adalah:

Tidak Berlebihan dalam Menggunakan Sumber Daya

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar. Sumber daya yang ada di sekitar mempunyai jumlah yang terbatas sehingga ada baiknya jika Anda menggunakannya dengan bijaksana.

Maksud dari bijaksana adalah tidak boros atau berlebihan dalam menggunakan sumber daya yang ada. Berlakulah hemat dan efisien agar sumber daya tetap terjaga keberadaannya hingga ke masa-masa yang akan datang.

Anda juga harus tepat dalam memanfaatkan atau mengelola sumber daya agar bisa menghasilkan produk yang mungkin mencukupi kebutuhan masyarakat.

Buat Skala Prioritas

Dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, Anda mungkin perlu membuat skala prioritas. Anda bisa membuat skala prioritas dengan 2 kategorisasi seperti:

  • Berdasarkan Kebutuhan

Skala prioritas yang pertama adalah manfaatkan sumber daya yang memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda. Penuhi apa yang dirasa sangat penting dan mendesak. Jika dirasa Anda tidak membutuhkan sumber daya yang Anda maksud, maka Anda bisa menunda untuk menggunakannya sampai Anda merasa benar-benar perlu dan butuh.

  • Berdasarkan Finansial

Apapun yang Anda butuhkan, tidak akan bisa direalisasikan tanpa finansial yang memadai. Apalagi jika Anda mempunyai pendapatan minimal dan sulit untuk mencukupi semua kebutuhan Anda sekaligus. Agar Anda tidak kekurangan sumber daya, maka Anda bisa menyesuaikan apa yang menjadi kebutuhan Anda sesuai dengan finansial yang Anda miliki.

Daur Ulang

Tahukah Anda bahwa ada beberapa perusahaan yang mencoba membuat produk baru yang membutuhkan penggunaan sumber daya alam kayu terbarukan, bahan bakar fosil atau biji logam yang tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam dunia terbatas dan tidak dapat diperbarui sehingga jika digunakan terus menerus akan berdampak pada kelangkaan.

Nah, cara mengatasi kelangkaan sumber daya yang bisa dilakukan selanjutnya adalah mencoba daur sumber daya apapun. Bisa berupa kertas, kayu, plastik, kaca dan sebagainya. Daur ulang kayu dan kertas menyelamatkan pohon dan hutan karena Anda tidak dapat mengganti hutan begitu hilang.

Daur ulang plastik sama halnya Anda mencegah penggunaan plastik baru karena biasanya produksi barang ini terbuat dari bahan bakar fosil hidrokarbon. Satu ton plastik daur ulang bahkan bisa menghemat 16,3 barel minyak.

Sementara daur ulang kaca mengurangi kebutuhan untuk menggunakan sumber daya bahan mentah baru seperti pasir. Pembuatan kaca dari bahan daur ulang mampu mengkonsumsi energi 10-15% lebih sedikit dibandingkan dengan produksi dari awal, karena ketika memproduksi kaca setidaknya perusahaan membutuhkan banyak panas dan energi.

Memanfaatkan Kecanggihan Teknologi

Perubahan teknologi memungkinkan perusahaan untuk melakukan peningkatan produksi dengan penggunaan sumber daya yang lebih sedikit. Dengan cara ini kemajuan teknologi memainkan peran penting dalam mengurangi kelangkaan sumber daya. Peningkatan teknologi bisa meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya ini.

Manusia harus memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada untuk menekan jumlah sumber daya yang ada agar tidak langka. Harus ada solusi berbasis inovasi teknologi yang melahirkan tindakan kompetitif mengatasi kelangkaan sumber daya.

Melakukan Riset Mengenai Adanya Sumber Daya Alam Baru

Terakhir, Anda bisa melakukan riset atau eksplorasi untuk menemukan sumber daya alam baru yang mungkin bisa untuk dimanfaatkan. Proses riset mengenai sumber daya alam baru bisa menambah pasokan sumber daya yang ada di bumi yang mungkin mulai berkurang.

Alternatif terakhir ini sangat cocok digunakan untuk menggantikan sumber daya yang tidak bisa diperbaharui seperti gas alam, helium, batu bara, logam mulia, dan masih banyak lagi.

Mungkin tidak semua cara di atas bisa Anda lakukan. Namun Anda bisa memulainya dari hal yang terkecil seperti tidak boros dalam menggunakan sumber daya, sering melakukan daur ulang dan tentukan skala prioritas.