Posted on

15 Contoh Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Contoh Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Sejatinya, kehidupan yang dijalani oleh setiap manusia tidak terlepas dari sumber daya alam. Oleh sebab itu, tidak heran jika kemudian ada banyak sekali contoh pemanfaatan sumber daya alam. Jika melihat pengertiannya memang sumber daya alam itu adalah semua atau berbagai hal yang bisa dijumpai atau ditemukan di alam dan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Sumber daya alam ini sangat beragam dan dapat diklasifikasikan sesuai dengan kategori tertentu. Namun jika berbicara soal pemanfaatannya, contohnya kurang lebih sebagai berikut.

Contoh Pemanfaatan Sumber Daya Alam oleh Manusia

Tumbuhan

Khusus di wilayah Indonesia sendiri, tumbuhan termasuk sumber daya alam yang jumlahnya sangat melimpah. Tidak hanya melimpah, tumbuhan ini juga sangat beragam. Tumbuhan ini bahkan mampu menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis.

Dengan berbagai alasan tersebut, sudah jelas bahwa keberadaan tumbuhan sangatlah penting. Sementara pemanfaatannya biasanya sebagai bahan makanan, bahan bangunan, bahan bakar yang dalam hal ini adalah kelapa sawit, bahan untuk obat, sarana untuk mempercantik tampilan rumah, membuat perabotan rumah tangga dan lain sebagainya.

Baca juga: Contoh Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Indonesia

Hewan

Sama seperti tumbuhan, jenis hewan juga sangat beragam. Sedangkan untuk pemanfaatannya biasanya digunakan untuk membantu pekerjaan manusia. Hewan yang digunakan dalam hal ini adalah hewan besar seperti kerbau untuk membajak sawah. Kemudian kuda sebagai sarana transportasi.

Selanjutnya ada juga beberapa jenis hewan yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan seperti ikan, kambing, ayam, sapi, cumi-cumi, gurita dan lain sebagainya. Beberapa pihak bahkan ada yang memanfaatkan hewan, khususnya lumba-lumba untuk kepentingan mendeteksi ranjau di bawah air.

Sebagian jenis hewan juga ada yang sengaja dipelihara sebagai teman di rumah, misalnya anjing, kucing dan burung. Bahkan ada juga manusia yang memanfaatkan hewan sebagai sarana untuk mendapatkan penghasilan.

Batu Bara

Batu bara adalah bagian dari sumber daya alam. Sayangnya, batu bara ini masuk dalam jajaran sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Batu bara sendiri adalah batuan sedimen yang terbentuk dari endapan organik. Adapun pemanfaatan batu bara oleh manusia di antaranya adalah sebagai bahan bakar pendukung untuk industri aluminium.

Selain itu, batu bara juga dimanfaatkan untuk menghasilkan gas, sumber tenaga pembangkit listrik, bahan bakar untuk mengolah bahan baku pembuatan semen, bahan bakar untuk industri baja, bahan bakar untuk industri kertas, sumber energi untuk membuat bahan kimia seperti benzena dan cairan fenol bahkan industri pupuk pertanian.

Gas Alam

Gas alam merupakan sebutan untuk gas yang dikeluarkan langsung oleh bumi. Umumnya, gas alam ini adanya bersamaan dengan minyak bumi. Jadi, bisa dikatakan bahwa gas alam juga termasuk sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui.

Adapun pemanfaatan gas alam oleh manusia di antaranya adalah sebagai pembangkit listrik, bahan bakar kendaraan, bahan baku industri pabrik, untuk memasak dalam bentuk LPG, sebagai energi alternatif, bahan baku dalam industri pupuk, rekayasa hujan, bahan baku untuk minuman bahkan bahan penelitian.

Baca juga: Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Emas

Emas termasuk salah satu benda berharga dan biasa disebut dengan logam mulia. Emas mempunyai karakter unik di antaranya adalah mempunyai kilau alami, mampu menghantarkan listrik, mudah dibentuk, lunak serta mudah dicampur dengan logam lain.

Untuk pemanfaatan emas oleh manusia adalah sebagai perhiasan, sebagai alat investasi, sebagai bahan untuk menambal gigi dan pembuatan mahkota gigi, bahan untuk membuat alat elektronik, lapisan bagian dalam kendaraan ruang angkasa bahkan sebagai medali untuk penghargaan dan juga obat, kosmetik, makanan serta minuman.

Hutan

Hutan termasuk dalam jajaran sumber daya alam yang keberadaannya begitu penting. Pastinya, manusia juga bisa memanfaatkan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Wujud pemanfaatan hutan yang dilakukan oleh manusia beragam. Di antaranya adalah sebagai kawasan lindung.

Seperti namanya, hutan ini berperan sebagai pelindung dan penjaga kondisi alam di bumi. Pemanfaatan lainnya adalah sebagai kawasan suaka alam untuk melindungi binatang maupun tumbuhan yang dilindungi. Hutan juga banyak dimanfaatkan sebagai kawasan produksi yang biasa digunakan untuk tujuan komersial, sebagai kawasan wisata dan sebagai kawasan edukasi.

Laut

Laut sejatinya merupakan kumpulan dari air asin yang ada di cekungan yang sangat besar. Pemanfaatan laut oleh manusia di antaranya adalah sebagai sarana hiburan dan tempat rekreasi, sebagai pembangkit listrik, menjadi tempat hidup aneka macam hewan dan tumbuhan air.

Selain itu, sebagian laut juga dimanfaatkan sebagai lokasi untuk menambang, sebagai jalur untuk transportasi air sekaligus sebagai objek penelitian.

Kopi

Kopi produk dari Indonesia bahkan sangat terkenal di negara lain. Secara umum, pemanfaatan kopi yang dilakukan oleh manusia adalah sebagai bahan baku minuman, khususnya minuman penghilang kantuk. Pasalnya, kopi ini mempunyai kemampuan untuk menjaga kesadaran. Namun kopi juga banyak dimanfaatkan di dunia kecantikan, salah satunya sebagai masker.

Baca juga: 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Tembakau

Pasangannya kopi biasanya adalah rokok. Sementara rokok dibuat dari tembakau. Tembakau ternyata tidak hanya bisa dijadikan rokok karena sebenarnya tanaman satu ini juga menyimpan manfaat yang lain. Pemanfaatan tembakau oleh manusia di antaranya untuk obat.

Tembakau diketahui bisa mengatasi ruam kulit, rematik serta eksim. Pemanfaatan yang lainnya adalah obat untuk sakit gigi, sarana untuk mengeluarkan racun ular berbisa, obat untuk penyakit mental seperti skizofrenia dan ADHD/ADD. Tembakau bahkan bisa dijadikan bahan bakar ramah lingkungan sekaligus bahan untuk membersihkan polusi dari senyawa peledak.

Terumbu Karang

Di antara pemanfaatan terumbu karang oleh manusia adalah sebagai sumber keanekaragaman hayati yang tinggi, pelindung pesisir dan pantai, sumber bahan baku untuk obat dan kosmetik, sumber makanan, sumber bibit budidaya sekaligus objek wisata. Bahkan ada juga manusia yang memanfaatkan terumbu karang untuk membuat perhiasan.

Karet

Karet adalah tanaman yang diambil getahnya. Getah inilah yang nantinya akan diolah menjadi berbagai macam produk. Lebih spesifik lagi, pemanfaatan karet oleh manusia di antaranya adalah untuk bahan obat-obatan (dalam hal ini adalah biji karet).

Pemanfaatan karet yang lainnya adalah untuk membuat ban karet, bantalan karet, bahan baku untuk industri sintetis yang menghasilkan perkakas, alat kesehatan, alat-alat kendaraan dan lain sebagainya serta membuat tikar lantai. Kayunya juga sekaligus menjadi bahan baku untuk industri furnitur dan mebel.

Hutan Mangrove

Hutan mangrove adalah hutan yang berada di dekat laut. Pemanfaatan hutan mangrove oleh manusia salah satunya adalah sebagai tempat rekreasi. Selain itu, hutan mangrove juga biasa diandalkan untuk melindungi dari bencana alam terutama abrasi sekaligus dijadikan sarana pendidikan dan tempat penelitian.

Tanah

Dalam kehidupan sehari-hari manusia akan beraktifitas dengan berpijak di atas tanah. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa pemanfaatan tanah ini di antaranya adalah sebagai tempat untuk manusia dan makhluk hidup lainnya melakukan aktifitas.

Sedangkan pemanfaatan tanah yang lainnya adalah sebagai bahan baku untuk pembuatan gerabah, batu bata dan genteng, pembuatan material bangunan serta sumber pendapatan. Karena ada kan orang yang menghasilkan uang dari kegiatan jual beli tanah.

Flora dan Fauna yang Langka

Flora dan fauna yang langka akan dilindungi. Bahkan sudah tersedia tempat khusus untuk itu. Biasanya, pemanfaatan flora dan fauna yang langka ini adalah untuk wisata serta sarana edukasi.

Rotan

Rotan banyak terdapat di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Pemanfaatan rotan cukup beragam di antaranya adalah untuk bahan baku mebel, bahan pembuatan senjata, pengganti sayuran, bumbu masakan, pelapis kayu agar tampak mengkilap, pembuatan sepak takraw dan lain sebagainya.

Contoh pemanfaatan sumber daya alam di atas hanya sebagian kecil saja. Tetapi pada intinya, sumber daya alam adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan. Oleh sebab itu, sumber daya alam ini harus senantiasa dijaga. Pemanfaatannya juga sebaiknya tidak dilakukan secara maksimal agar tidak lekas habis sekalipun itu adalah sumber daya yang sebenarnya bisa diperbaharui.

Posted on

Contoh Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Indonesia

Contoh Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia

Ada lagu yang mengatakan bahwa Indonesia adalah tanah surga. Tentunya Anda tahu kan kenapa ungkapan tersebut ada? Ini dikarenakan kekayaan alam Indonesia yang amat berlimpah. Bahkan ada banyak sekali contoh potensi sumber daya alam dan persebarannya di Indonesia yang bisa disebutkan dengan mudah.

Sumber daya alam itu juga bukan hanya satu macam, tetapi bermacam-macam dan ini sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat yang ada. Penasaran apa saja contoh potensi sumber daya alam itu dan daerah persebarannya? Simak informasinya berikut ini.

Ragam Contoh Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Indonesia

Hasil Tambang

Pertambangan adalah salah satu potensi sumber daya alam yang sering dicari karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Beruntung Indonesia termasuk negara yang kaya akan barang tambang karena dilalui 2 rangkaian cincin api dunia.

Hasil tambangnya juga beragam. Namun ada diantaranya yang begitu populer yakni minyak bumi, batu bara serta gas alam dengan daerah persebarannya sebagai berikut:

  1. Minyak bumi adalah salah satu sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui dan daerah persebarannya di Indonesia meliputi Delta Mahakam di Kalimantan Timur, Sorong, Maluku, Balikpapan, Majalengka, Cilacap, Cepu, Sumatera Selatan, Riau dan Aceh.
  2. Batu bara merupakan bahan bakar fosil yang juga tergolong dalam sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Daerah penghasil batu bara di Indonesia diantaranya ialah Papua, Makasar, Pulau Sebuku di Kalimantan Selatan, Samarinda di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Tanjung Enim di Kalimantan Selatan dan Sawahlunto di Sumatera Barat
  3. Gas alam merupakan sumber daya alam yang sebenarnya juga bisa diubah bentuknya menjadi cair. Bentuk inilah yang kemudian disebut dengan LNG atau Liquified Natural Gas. Daerah yang terkenal sebagai penghasil gas alam ialah Pulau Natuna, Tangguh di Papua, Bontang di Kalimantan Timur dan Arun di Aceh

Tentunya masih banyak hasil tambang lain yang bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia. Diantaranya ialah timah, baja, besi, pasir, aluminium, tembaga, nikel, intan, mangan, mika, emas, perak dan sebagainya.

Baca juga: Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Hutan

Potensi sumber daya alam Indonesia yang berupa hutan sebenarnya sangat besar. Luasnya mencapai 99 juta hektar yang tersebar di berbagai wilayah. Karena luasnya itu pula, hutan Indonesia bahkan didapuk sebagai yang terbesar nomor 3 di dunia.

Hutan sendiri merupakan ekosistem daratan yang menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis flora serta fauna. Selain itu, hutan juga menjadi penyedia oksigen dan kayu, berfungsi sebagai pengendali banjir, pengendali erosi bahkan menjadi penghasil buah-buahan serta sebagai paru-paru dunia.

Jenis hutan itu sendiri cukup beragam, namun di Indonesia ada yang disebut dengan hutan lindung, hutan produksi dan hutan konsvasi. Penjelasan singkatnya sebagai berikut.

Hutan lindung

Hutan lindung adalah hutan yang menjadi pelindung dan penyangga kehidupan. Contoh hutan lindung ialah

  • Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan
  • Hutan Lindung Wehea yang lokasinya ada di Kalimantan Timur atau tepatnya di Kabupaten Kutai Timur
  • Hutan Alas Kethu di Kabupaten Wonogiri
  • Hutan Taman Raya Bung Hatta yang berlokasi di Padang
  • Hutan Lindung Baning di Kota Sintang – Kalimantan Barat
  • Hutan Betung Kerihun di Kalimantan Barat
  • Hutan Lindung Sesaot di Lombok

Hutan produksi ialah hutan yang mempunyai fungsi produksi dan di Indonesia sendiri sebagian besarnya berupa hutan rimba atau hutam alam yang kemudian dieksploitasi dalam rangka HPH atau Hak Pengusahaan Hutan. Tetapi hutan produksi juga bisa saja berupa hutan buatan. Contoh hutan produksi berikut dengan tanaman dan daerah persebarannya ialah sebagai berikut:

  • Hutan mahoni serta hutan jati di Pulau Jawa, Bali, Madura, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan
  • Hutan pinus di Sumatera Utara yang tersebar di Tapanuli, Kerinci dan Aceh
  • Hutan jabon di Maluku, Sulawesi dan Papua

Baca juga: 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Hutan konservasi menjadi tempat untuk melestarikan aneka ragam flora, fauna dan juga ekosistemnya. Hutan ini sering ada dengan nama cagar alam, taman nasional dan suaka margasatwa. Beberapa contohnya sekaligus daerah persebarannya ialah sebagai berikut:

  • Cagar Alam Hutan Kepulauan Karimata yang ada di sebelah barat Pulau Kalimantan
  • Taman Nasional Gunung Leuser yang berlokasi di Aceh serta Sumatera Utara
  • Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang berada di tiga wilayah sekaligus yaitu Lampung, Sumatera Selatan dan juga Bengkulu
  • Cagar Alam Batang Gadis yang lokasinya juga di Sumatera Utara
  • Cagar Alam Kerinci Sebrat di Jambi
  • Cagar Alam Siberut di Sumatera Barat
  • Cagar Alam Bukit Dua Belas yang juga ada di Jambi
  • Cagar Alam Bukit Tiga Puluh yang berlokasi di Riau
  • Cagar Alam Way Kambas di Lampung
  • Taman Nasional Tanjung Puting yang posisinya berada di Kalimantan Tengah
  • Taman Nasional Wasur di Papua
  • Taman Nasional Ujung Kulon di Banten

Tanah

Tanah adalah pondasi bagi seluruh kehidupan yang ada di daratan. Indonesia sendiri juga mempunyai beberapa jenis tanah yang diantaranya sebagai berikut:

  1. Tanah vulkanik dengan daerah persebarannya di sekitar lereng gunung di Sulawesi, Bali, Sumatera, Nusa Tenggara, Minahasa dan Jawa
  2. Tanah aluvial yang banyak tersebar di Sumatera, Papua, Jawa, Sulawesi, Kalimantan
  3. Tanah humus banyak ditemukan di Papua, Kalimantan, Jawa Barat, Sumatera dan Sulawesi
  4. Tanah organosol yang banyak terdapat di daerah pasang surut misalnya pantai Kalimantan Timur, pantai barat Sumatera, Sumatera bagian timur, Pulau Jawa, Kalimantan Barat dan Papua bagian barat
  5. Tanah inseptisol yang tersebar di Papua, Kalimantan dan Sumatera
  6. Tanah pasir ada di Pantai Parangkusumo
  7. Tanah laterit atau tanah merah di Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat

Tentunya pemanfaatan tanah tersebut berbeda-beda. Misalnya, tanah vulkanik yang subur biasa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, tanah humus biasa dipakai untuk menanam kelapa, nanas dan padi, tanah inseptisol untuk perkebunan dan lain sebagainya.

Baca juga: Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Hutan Mangrove

Hutan mangrove atau hutan bakau saat ini banyak yang menjadi eksis karena sangat bagus dijadikan latar belakang foto. Oleh sebab itu, tidak heran bila kemudian banyak hutan mangrove di tanah air yang fungsinya bertambah menjadi tempat pariwisata. Lebih dari itu, hutan mangrove sendiri mempunyai sejumlah manfaat diantaranya ialah untuk mencegah abrasi dan intrusi air laut.

Diantara daerah yang menjadi persebaran bagi hutan mangrove ini sebagai berikut: bagian barat dan timur Pulau Sumatera, Pulau Jawa, sepanjang pesisir di Pulau Kalimantan, sepanjang pesisir di Pulau Sulawesi, bagian barat Pulau Papua, Bali serta Nusa Tenggara.

Terumbu Karang

Menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia, terumbu karang merupakan kumpulan dari karang yang sekaligus menjadi tempat hidup bagi sejumlah hewan laut berukuran kecil. Selain menjadi tempat hidup hewan, terumbu karang juga sekaligus menjadi tempat wisata serta tempat penelitian.

Terumbu karang ini jika di Indonesia banyak tersebar di pantai barat Sumatera, pantai di Pulau Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Sulawesi.

Berbicara tentang contoh potensi sumber daya alam dan persebarannya di Indonesia sungguh menakjubkan bukan? Selain bisa memanfaatkan, ini sekaligus menjadi PR bagi setiap masyarakat Indonesia untuk menjaga dan melestarikan kekayaan negara ini supaya generasi yang akan datang juga bisa menikmatinya. Anda setuju?

Posted on

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Anda tentu sudah pernah mendengar kata sumber daya alam bukan? Secara singkat, sumber daya alam ini bisa dianggap sebagai berbagai hal yang bisa ditemukan di alam sekaligus bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk menunjang hidupnya.

Jenis-jenis sumber daya alam ini bermacam-macam, namun pada dasarnya berupa benda hidup atau hayati dan benda mati atau non-hayati.

Lebih lanjut lagi, macam-macam sumber daya alam dapat digolongkan berdasarkan kategori tertentu. Masing-masing jenis tersebut juga mempunyai contoh tersendiri yang bisa Anda ketahui lebih lanjut di bawah ini.

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam dan Contohnya

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Sifatnya

Jika melihat sumber daya alam berdasarkan sifatnya, lebih tepatnya sifat kelestariannya, maka sumber daya alam itu bisa dikelompokkan dalam 3 jenis yakni renewable resources, unrenewable resources dan continuous atau flow resources. Penjelasannya kurang lebih sebagai berikut.

Renewable resources

Renewable resources sejatinya merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Dengan kata lain, jenis sumber daya alam satu ini tidak akan habis walaupun dipakai terus menerus karena masih bisa diproduksi kembali. Akan tetapi, jumlah serta kualitasnya akan tergantung kepada pengelolanya.

Oleh sebab itu, persediaan sumber daya alam satu ini ada tiga kemungkinan yaitu menurun, lestari atau justru meningkat. Contoh dalam hal ini ialah hewan, tanah, tumbuhan, air, panas bumi dan masih banyak lagi.

Baca juga: Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Unrenewable resources

Kebalikan dari renewable resources, unrenewable resources merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui. Sumber daya alam ini tidak bisa diperbarui karena tidak bisa diproduksi ulang sehingga ada kemungkinan akan habis suatu saat nanti. Contoh dalam hal ini gas alam, batu bara, minyak bumi, logam mulia serta bahan mineral.

Continuous atau flow resources

Sementara untuk continuous atau flow resources merupakan sumber daya alam yang tidak akan habis. Artinya, sumber daya alam satu ini akan selalu tersedia secara berkelanjutan dan jumlahnya tidak terbatas. Contoh yang paling mudah adalah energi matahari, energi pasang surut dan lain sebagainya.

Baca juga 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Jenisnya

Kalau berdasarkan jenisnya, ini sudah seperti yang disebutkan sebelumnya yaitu sumber daya alam hayati atau biotik atau yang biasa disebut juga dengan sumber daya alam organik dan sumber daya alam non hayati atau abiotik atau yang biasa disebut juga dengan sumber daya alam anorganik.

  1. Sumber daya alam hayati atau biotik ialah sumber daya alam yang hidup, artinya berasal dari makhluk hidup dan dalam hal ini terdiri atas hewan serta tumbuhan. Nantinya, sumber daya alam hayati ini bisa dibagi menjadi 2 yaitu sumber daya yang asalnya dari binatang atau hewan seperti daging, ikan dan telur serta sumber daya yang asalnya dari tumbuhan
  2. Sumber daya alam non hayati atau abiotik ialah sumber daya alam yang tidak hidup, artinya berasal dari benda-benda mati. Contohnya dalam hal ini adalah air, tanah, udara, hasil tambang, sinar matahari dan lain sebagainya.

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Pembentukannya

Jenis-jenis sumber daya alam jika dilihat dari pembentukannya, ada empat jenis. Keempatnya tersebut ialah sumber daya alam materi, energi, ruang dan waktu. Penjelasannya sebagai berikut:

  1. Sumber daya alam materi merupakan sebutan untuk sumber daya alam yang terdiri atas benda mati. Sumber daya alam ini bisa diperoleh dari alam secara langsung. Umumnya prosesnya melalui penambangan serta pengolahan sehingga nanti bisa digunakan untuk menunjang kehidupan manusia.
  2. Sumber daya alam energi merupakan sumber daya alam yang mampu menghasilkan energi. Energi ini nantinya juga bisa digunakan untuk menunjang kehidupan. Contohnya sinar matahari, udara, air, gas bumi, batu bara dan minyak bumi
  3. Sumber daya ruang ialah sumber daya alam yang wujudnya berupa tempat, ruang atau wilayah yang dapat digunakan untuk menunjang hidup manusia. Namun, sumber daya alam satu ini akan dipengaruhi oleh sejumlah hal seperti topografi, letak astronomis serta relief. Contohnya gunung dan lembah.
  4. Sumber daya waktu merupakan sumber daya yang keberadaannya akan dipengaruhi dan tergantung oleh musim atau waktu. Contoh yang paling mudah adalah musim penghujan dan musim kemarau. Ketika musim penghujan, air akan tersedia sangat banyak bahkan di beberapa daerah sampai berlebihan. Tetapi di musim kemarau, air menjadi cukup sulit ditemukan.

Baca juga: Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Daya Pakai Serta Nilai Ekonomisnya

Jika didasarkan pada daya pakai dan juga nilai ekonomisnya, maka sumber daya alam hanya ada dua, yakni sumber daya alam yang ekonomis dan sumber daya alam yang non ekonomis. Ekonomis di sini artinya mempunyai nilai jual ya. Penjelasannya sebagai berikut.

  1. Sumber daya alam ekonomis yaitu sumber daya alam yang mempunyai nilai ekonomi, atau dengan kata lain mempunyai nilai jual. Contohnya ialah batu bara, minyak bumi, logam mulia seperti emas dan perak dan lain sebagainya.
  2. Sumber daya alam non ekonomis ialah sumber daya alam yang tidak mempunyai nilai ekonomi, atau dengan kata lain tidak mempunyai nilai jual. Biasanya, penyebab sumber daya alam tidak memiliki nilai ekonomis tersebut karena cara memperolehnya yang cenderung mudah, bahkan bisa didapatkan langsung dari alam tanpa harus melakukan proses apapun. Misalnya udara.

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Lokasinya

Sumber daya alam juga bisa dibedakan dengan berdasarkan lokasinya. Dalam hal ini akan ada dua jenis, yakni sumber daya alam akuatik dan sumber daya alam terestrial.

  1. Sumber daya alam akuatik adalah SDA yang hanya dapat Anda jumpai di daerah perairan. Contoh mudahnya udang, terumbu karang, rumput laut, ikan dan lain sebagainya
  2. Sumber daya alam terestrial adalah SDA yang hanya dapat Anda jumpai di daratan. Contohnya seperti bahan tambang, hasil hutan, hewan-hewan yang hanya bisa hidup di darat dan lain sebagainya

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Kegunaannya

Sementara jika dilihat dari kegunaannya, sumber daya alam juga ada dua kelompok yakni yang menghasilkan energi dan yang menghasilkan bahan baku. Contohnya juga banyak tersedia di alam dan beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Sumber daya alam penghasil energi ini adalah sumber daya alam yang mampu menciptakan energi yang bermanfaat untuk hidup manusia, misalnya untuk menggerakkan kendaraan, menggerakkan mesin industri, memasak dan sejumlah aktifitas lainnya. Contoh dalam hal ini adalah ombak atau gelombang laut, gas bumi, angin atau udara, sinar matahari dan air
  2. Sumber daya alam penghasil bahan baku ialah sumber daya alam yang akan menghasilkan barang atau produk bernilai jual atau mempunyai nilai guna. Dengan kata lain, ini adalah sumber daya alam yang akan menghasilkan bahan baku guna menciptakan produk lain yang manfaatnya lebih tinggi. Contohnya hasil hutan, hasil perkebunan dan hasil pertanian

Ada cukup banyak jenis-jenis sumber daya alam bukan? Agar lebih mudah mengingatnya, Anda dapat mencatat penjelasan tersebut dalam bentuk bagan. Kemudian terkait dengan pemanfaatan sumber daya alam, jangan dilakukan secara maksimal.

Cukup ambil sesuai kebutuhan dan jangan lupa terapkan pula prinsip pemanfaatan sumber daya alam yang terdiri atas selektif, pelestarian, penghematan dan memperbaharui.

Posted on

Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Dalam upaya mempertahankan hidupnya, manusia akan mengolah sumber daya alam. Kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya ini biasa disebut dengan kegiatan ekonomi yang sebagian diantaranya memang berkaitan dengan alam. Pastinya, ada banyak sekali contoh kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam.

Sebagian dari sumber daya alam tersebut ada yang bisa langsung dimanfaatkan dan ada pula yang harus diolah terlebih dahulu. Berikut ini contohnya. Yuk disimak.

Daftar Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Sebelumnya, Anda sudah tahu bukan bahwa sumber daya alam itu ada yang bisa langsung dimanfaatkan atau dikonsumsi dan ada juga yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi? Nah, contoh-contoh berikut ini mencakup kedua hal tersebut.

Kerajinan

Memproduksi kerajinan termasuk dalam kegiatan ekonomi yang juga memanfaatkan sumber daya alam. Seseorang yang membuat kerajinan ini biasa disebut sebagai pengrajin. Secara umum, ada banyak sekali bahan baku kerajinan yang berasal dari alam misalnya, daun pandan, bambu, batu, tanah liat, biji-bijian hasil pertanian dan masih banyak lagi.

Bahan baku kerajinan tersebut pada awalnya cenderung tidak berguna dan tidak menilai ekonomi. Tetapi ada juga bahan baku yang sebenarnya sudah mempunyai nilai ekonomis namun kecil.

Di tangan pengrajin, bahan baku tersebut akan diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Misalnya saja gerabah. Gerabah itu dibuat dari tanah liat bukan? Saat masih berbentuk tanah liat, kan cenderung tidak mempunyai nilai ekonomi. Tetapi setelah diubah bentuknya menjadi gerabah, nilai ekonominya lebih tinggi dan sekaligus oleh manusia bisa dimanfaatkan.

Contoh lainnya, tikar yang dibuat dari daun pandan, souvenir yang dibuat dari bambu dan masih banyak lagi diantaranya sebagai berikut:

  1. Keramik, genteng, poci atau teko dan batu bata yang juga dibuat dari tanah liat
  2. Topi, tempat pensil, lukisan, tempat tisu, sandal, hiasan rumah seperti bunga, kursi, meja, sapu, keset dan lain sebagainya yang dibuat dari serat alam seperti daun pandan, pelepah pisang, eceng gondok dan sabut kelapa
  3. Hiasan dinding, miniatur serta peralatan rumah tangga yang dibuat dari kayu
  4. Tudung saji, lukisan bambu dan lampion yang dibuat dari bambu

Baca juga: Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

Peternakan

Peternakan adalah contoh kegiatan ekonomi lain yang menggunakan sumber daya alam. Sesuai dengan namanya, peternakan ini merupakan usaha memelihara hewan ternak agar bisa dijual atau dikonsumsi. Dengan kata lain, peternakan merupakan kegiatan memelihara atau mengembangbiakkan sejumlah jenis hewan ternak guna diambil manfaatnya.

Usaha jenis ini di Indonesia umumnya masih menggunakan cara tradisional. Usaha peternakan juga biasanya dibedakan menjadi 3 sesuai dengan jenis hewan yang diternakkan sebagai berikut.

  • Ternak hewan unggas yang meliputi angsa, bebek, itik, ayam dan hewan unggas lainnya
  • Ternak hewan kecil seperti kambing dan kelinci
  • Ternak hewan besar seperti sapi dan kuda

Perikanan

Usaha perikanan sendiri dapat dibagi menjadi dua macam yakni perikanan air laut dan perikanan air tawar. Untuk perikanan air laut, ini adalah usaha menangkap ikan di laut termasuk juga udang dan cumi-cumi. Indonesia yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan tentu tidak mengherankan jika kaya akan ikan.

Bahkan banyak juga nelayan ilegal yang berasal dari luar negeri yang ditangkap karena kedapatan menangkap ikan di area yang masih menjadi bagian dari Indonesia. Hal ini bisa saja terjadi akibat dari kurangnya sistem pengamanan serta kesulitan dalam menangani wilayah Indonesia yang tidak sempit.

Adapun perikanan air tawar, ini merupakan usaha perikanan dengan cara memelihara atau menangkap ikan selain yang ada di laut, bisa di akuarium, sungai, empang maupun kolam. Selain untuk dimakan, hasil dari perikanan darat juga ada yang digunakan sebagai hiasan seperti ikan arwana, ikan koi dan ikan louhan.

Baca juga: 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Perkebunan

Contoh kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang lainnya ialah perkebunan. Perkebunan ini sendiri jika hendak diartikan merupakan kegiatan membudidayakan berbagai jenis tanaman atau kegiatan penanaman lahan. Kegiatan ekonomi satu ini juga bisa dibagi menjadi dua macam, yakni perkebunan di dataran rendah serta perkebunan di dataran tinggi.

Selain itu, perkebunan juga bisa dibagi menjadi perkebunan rakyat serta perkebunan besar. Maksud dari perkebunan rakyat ialah perkebunan yang secara langsung dikelola oleh rakyat. Sementara perkebunan besar ialah perkebunan yang dikelola oleh perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.

Sementara jika dilihat dari jenis tanamannya, perkebunan juga terdiri atas 2 macam yakni perkebunan musiman serta perkebunan tahunan. Sesuai dengan namanya, perkebunan musiman adalah perkebunan yang diisi dengan tanaman semusim dan perkebunan tahunan adalah perkebunan yang diisi dengan tanaman tahunan.

Tanaman semusim ialah jenis tanaman yang hanya dipanen satu kali dan umumnya siklus hidupnya adalah setahun sekali. Biasanya contoh untuk tanaman jenis ini ialah tembakau dan tebu. Sementara tanaman tahunan ialah tanaman yang umumnya memerlukan waktu lebih banyak untuk menghasilkan produk tetapi dapat dipanen lebih dari satu kali.

Misalnya kopi, lada, cengkeh, karet, kakao dan kelapa sawit. Jadi untuk tanaman tahunan ini umumnya juga merujuk pada tanaman yang berkayu keras. Setelah dipanen beberapa kali, tanaman tahunan akan menunjukkan defisit hasil untuk selanjutnya tidak dapat memberikan hasil lagi. Jika sudah demikian, tanaman tersebut harus dipangkas lalu diganti dengan tanaman yang baru.

Pertanian

Pertanian merupakan usaha untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan cara mengolah tanah serta menanaminya dengan berbagai jenis tanaman. Untuk pertanian ini sendiri bisa dibagi menjadi 3 macam yakni ladang, tegal dan sawah.

Ladang merupakan jenis pertanian yang awalnya dilakukan dengan membuka hutan. Biasanya hutan ini akan dibakar serta ditebang kemudian tanahnya ditanami kembali. Umumnya ladang bisa dibuat berpindah-pindah. Akan tetapi dampaknya tentu tidak baik karena bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada hutan.

Contoh dari hasil ladang ini berupa sayuran, singkong dan gandum. Adapun untuk tegal, ini merupakan bentuk pertanian yang biasanya dilakukan di atas lahan yang kering sehingga tidak memerlukan banyak air. Biasanya pula bentuk pertanian satu ini mengandalkan air hujan. Sementara hasil yang diperoleh bisa berupa jagung, ubi, singkong, nanas dan masih banyak lagi.

Adapun sawah ialah kebalikan dari tegal, yaitu bentuk pertanian yang dilakukan di atas lahan basah. Umumnya hasil utama dari sawah ini adalah padi. Indonesia sendiri juga dikenal sebagai negara agraris dengan lahan pertanian yang amat luas.

Baca juga: Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Pertambangan

Sudah sering disebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Oleh sebab itu tidak heran jika di Indonesia ada banyak kegiatan pertambangan yang menghasilkan batu bara, migas, emas dan lain-lain. Kegiatan pertambangan ini sendiri lebih banyak ditemukan di Sawah Lunto dan Bukit Asam di Sumatera, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan dan Kalimantan.

Pertambangan itu sendiri bisa dianggap sebagai kegiatan mengambil kekayaan bumi yang mempunyai nilai guna tinggi. Pastinya, hasil pertambangan ini nanti dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Ada banyak contoh kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam bukan? Sementara jika tentang kegiatan ekonomi itu sendiri bisa dibagi menjadi 3 yakni produksi, distribusi dan konsumsi. Jangan lupa untuk pelajari ketiga macam kegiatan ekonomi tersebut untuk menambah pengetahuan ya. Semoga bermanfaat.

Posted on

8 Manfaat Sumber Daya Alam

manfaat-sumber-daya-alam

Salah satu hal yang membuat manusia bisa bertahan hidup ialah keberadaan sumber daya alam. Sesuai dengan pengertiannya, sumber daya alam ini merupakan berbagai hal yang ada di atau bersumber dari alam serta bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia. Dengan demikian, sangat jelas bahwa manfaat sumber daya alam ini sangat besar.

Biasanya, manusia menggunakan sumber daya alam tersebut untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu, tidak heran bila dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak manusia yang melakukan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkannya.

Sebagai Cadangan Devisa Bagi Negara yang Memilikinya

Devisa merupakan berbagai barang yang bisa dimanfaatkan sebagai alat pembayaran internasional. Devisa juga bisa dianggap sebagai kekayaan yang bentuknya berupa mata uang asing yang dimiliki oleh negara. Pastinya, mata uang asing tersebut adalah mata uang yang diakui oleh berbagai negara di dunia.

Kemudian jika menyinggung soal cadangan devisa, ini merupakan salah satu indikator yang akan menunjukkan lemah kuatnya perekonomian suatu negara. Sementara sumber daya alam itu kan adalah potensi penting yang dimiliki oleh suatu negara dan salah satunya untuk menciptakan devisa tersebut.

Tanpa adanya sumber daya alam ini, jelas suatu negara tidak akan mampu mencukupi kebutuhan warganya. Akibat dari adanya kebutuhan ini pula nanti akan muncul yang namanya kegiatan ekspor dan impor. Transaksi ekspor dan impor yang dilakukan secara besar-besaran ini juga yang nantinya akan menghasilkan devisa.

Biasanya, sumber daya alam yang diandalkan untuk devisa ini ialah yang paling banyak didapat, nilai jualnya tinggi, dibutuhkan oleh orang lain dan bisa diandalkan dari masa ke masa. Dengan kata lain, devisa bisa saja tidak diperoleh apabila suatu negara tidak mempunyai sumber daya alam yang tidak dapat diandalkan untuk itu.

Demikian pula apabila suatu negara yang mempunyai sumber daya alam memerlukan dana, sumber daya alam tersebut bisa dikomersilkan sehingga memperoleh keuntungan.

Baca juga: Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Sebagai Sumber Mata Pencaharian

Mata pencaharian merupakan pekerjaan utama yang dilakukan demi mendapatkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari. Mata pencaharian bisa dikatakan juga sebagai pekerjaan yang menjadi pokok penghidupan atau berbagai aktifitas manusia dalam menggunakan dan memberdayakan potensi sumber daya alam.

Mata pencaharian manusia yang terkait dengan sumber daya alam ini banyak macamnya. Mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, pertambangan dan lain sebagainya.

Dari apa yang dilakukannya inilah (menanam tanaman, memelihara hewan ternak dan menambang bahan tambang) manusia bisa memperoleh biaya atau barang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk Menjaga Keseimbangan Alam

Manfaat sumber daya alam yang lainnya ialah untuk menjaga keseimbangan alam. Manfaat ini menjadi lebih besar lagi karena jika keseimbangan alam terjaga, maka kehidupan manusia tidak terancam. Oleh sebab itu tidak heran jika di sekolah dasar bahkan sudah diajarkan untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan, apalagi jika tidak diikuti dengan tindakan pelestariannya.

Apabila manusia tidak mengindahkan hal tersebut, tentu wajar jika kemudian sumber daya alam menjadi rusak bahkan habis. Wajar juga jika kemudian terjadi bencana alam yang bisa dimulai dari berubahnya iklim dengan cepat.

Sebagai Penyuplai Oksigen

Bukan hanya alam yang seimbang yang dibutuhkan oleh manusia, tetapi oksigen juga. Bisa dikatakan bahwa oksigen ini adalah unsur yang begitu penting bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di muka bumi. Untuk manusia sendiri, oksigen ini sangat diperlukan agar bisa bernafas dan hidup.

Artinya, jika kemudian oksigen ini menghilang maka manusia dan makhluk hidup lainnya tidak akan bisa bertahan sehingga kemungkinan besar akan terjadi kepunahan. Oksigen ini sendiri salah satunya dihasilkan oleh sumber daya alam khususnya tumbuh-tumbuhan.

Tumbuh-tumbuhan ini juga sebenarnya termasuk dalam jenis sumber daya alam yang bisa diperbaharui. Oleh sebab itu, manusia harus mengupayakan kelestariannya supaya penyuplai utama oksigen di bumi ini tetap ada dan setiap makhluk hidup juga bisa mempertahankan hidupnya.

Baca juga: Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

Sebagai Sarana Untuk Membantu Pengembangan Teknologi

Teknologi adalah hal yang akan terus berkembang tanpa henti. Teknologi ini telah memberikan banyak keuntungan pada manusia termasuk dalam hal membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Pastinya, teknologi ini masih diupayakan untuk menjadi lebih canggih dan dalam upaya tersebut, tentu diperlukan sumber daya alam.

Bisa dikatakan dalam pengembangan teknologi, sumber daya alam merupakan unsur yang amat penting. Pasalnya, dalam proses penelitian ataupun proses produksi suatu teknologi, sumber daya alam diperlukan untuk menyelesaikannya sehingga kemudian teknologi tersebut bisa dipastikan akan memberikan manfaat bagi manusia.

Sebagai Sumber Energi Pembangkit Listrik

Manfaat sumber daya alam lainnya yang juga tidak kalah penting ialah sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik. Anda tentu sudah tahu bahwa listrik di masa sekarang juga termasuk hal yang dibutuhkan oleh manusia untuk melakukan banyak pekerjaan. Bahkan pekerjaan rumah tangga juga ada yang memerlukan listrik seperti mencuci dan memasak.

Ada beberapa sumber daya alam yang bisa dijadikan sumber energi pembangkit listrik, diantaranya ialah air. Anda sudah pernah dengan soal PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air bukan? Sesuai dengan namanya itu, pembangkit listrik satu ini memanfaatkan arus air dalam mendorong dan menggerakkan turbin.

Oleh sebab itu, pembangkit listrik tenaga air umumnya dipasang di dekat sumber air yang cukup deras misalnya sungai yang alirannya deras, waduk atau bendungan. Selain PLTA, ada juga PLTD atau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Pembangkit listrik satu ini memanfaatkan minyak sebagai bahan bakarnya.

Sayangnya, PLTD lebih tidak ramah bagi lingkungan apalagi jika mengingat minyak yang termasuk dalam kategori sumber energi yang tidak bisa diperbaharui. Tentunya masih ada jenis sumber daya alam lain yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.

Sebagai Sumber Bahan Bakar Serta Energi

Masih berhubungan dengan manfaat sumber daya alam yang sebelumnya, kali ini sumber daya alam bisa dijadikan sebagai bahan bakar sekaligus sumber energi untuk menunjang kebutuhan industri maupun kebutuhan sehari-hari. Ada cukup banyak sumber daya alam yang bisa digunakan untuk ini.

Misalnya saja bahan bakar fosil yang terdiri atas batu bara, minyak bumi serta gas alam. Bahan bakar fosil tersebut bisa dijadikan sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik. Bisa juga digunakan untuk menghidupkan kendaraan bermotor, kompor dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu saja, energi matahari bahkan angin sekarang juga sudah mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi. Keduanya dimanfaatkan sebagai pengganti minyak bumi dan juga gas.

Sebagai Sarana Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Bagi Manusia

Salah satu manfaat dari sumber daya alam yang paling utama ialah sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pangan. Sumber daya alam yang dimaksudkan di sini ialah tumbuh-tumbuhan dan juga hewan. Kebanyakan tumbuhan dan hewan tersebut diolah dengan cara tertentu terlebih dahulu sehingga tidak berbahaya saat dikonsumsi.

Mengingat begitu besarnya manfaat dari sumber daya alam untuk kehidupan, sudah sewajarnya setiap manusia memikirkan kelestariannya. Dengan begini, manusia tidak akan lagi mengeksplor sumber daya alam habis-habisan sehingga kehidupannya dan kehidupan generasi yang akan datang lebih terjamin. Semoga bermanfaat.

Posted on

Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Faktor-Penyebab-Kelangkaan-Sumber-Daya-Alam

Kelangkaan sumber daya alam didefinisikan sebagai situasi di mana permintaan akan sumber daya alam (SDA) besar sementara kapasitasnya sedikit.

Ketidakseimangan ini menyebabkan penurunan sumber daya yang tersedia dan bisa menjadi penyebab kelangkaan sumber daya alam dan harus segera dicari solusi untuk mengatasi kelangkaan sumber daya.

Kelangkaan SDA ini bisa bermacam-macam bentuknya, namun semua terkait dengan alam seperti kelangkaan sumber daya biotik maupun abiotik.

Berikut adalah pengertian mengenai kelangkaan SDA dan beberapa faktor yang menyebabkan adanya kelangkaan SDA beserta dampaknya pada ekonomi.

Pengertian Kelangkaan Sumber Daya Alam

Kelangkaan, juga dikenal sebagai kekurangan, adalah istilah ekonomi yang digunakan untuk merujuk pada kesenjangan antara sumber daya yang tidak mencukupi manusia. Banyak kebutuhan yang diharapkan manusia dapat dipenuhi oleh sumber daya tersebut namun terjadi kekurangan.

Akibatnya, orang terpaksa memutuskan cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka dengan cara yang efisien sehingga sebagian besar kebutuhan dan keinginan tambahan dapat dipenuhi. Setiap sumber daya di bumi sendiri kian tahun sebenarnya menunjukkan tingkat kelangkaan.

Beberapa contoh kelangkaan SDA itu sendiri adalah tanah, air, hewan dan tanaman. Namun umumnya kelangkaan lebih sering melibatkan sumber daya yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak, logam mulia, dan helium.

Kelangkaan juga dapat melibatkan sumber daya yang berpotensi terbarukan. Sumber daya yang dikonsumsi lebih cepat daripada kemampuannya untuk mengisi kembali.

Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Lalu apa sih sebenarnya yang menyebabkan sumber daya alam semakin langka keberadaannya? Ada beberapa pemicu yang menyebabkan SDA semakin langka ditemukan, di antaranya adalah:

1.     Jumlah Penduduk yang Kian Bertambah

Faktor pertama yang membuat SDA di bumi ini kian langka adalah jumlah penduduk di bumi ini yang semakin hari semakin bertambah. Jika pertumbuhan penduduk di bumi ini semakin bertambah, maka itu juga bisa meningkatkan jumlah kebutuhan penduduk.

Meningkatnya kebutuhan untuk hidup tidak sepadan dengan jumlah SDA yang ada, sehingga makin lama SDA di bumi ini akan terbatas. Pertumbuhan populas memungkinkan orang mengonsumsi lebih banyak sumber daya daripada sebelumnya.

2.     Bencana Alam

Terjadinya bencana alam seperti banjir, tsunami, badai, puting beliung, longsor, erosi dan berbagai macam musibah lainnya juga turut berpengaruh pada kelangkaan sumber daya alam. Hewan, tumbuhan, tanah dan SDA lainnya bisa rusak akibat dari bencana alam.

3.     Kerusakan Sumber Daya yang Tidak Dapat Diperbaiki

Penyebab kelangkaan SDA juga bisa diakibatkan dari rusaknya sumber daya tersebut. Misal, udara bersih. Ketika udara bersih tercemar melalui radiasi dan polusi, maka tidaklah mudah untuk mengembalikan udara bersih yang sudah tercemar dan menjadi langka.

Udara bergantung pada faktor global dan bahkan jika polusi dihentikan, beberapa polutan dan radiasi akan bertahan lama. Setelah beberapa polutan dilepaskan, udara yang tercemar tetap saja akan bertahan untuk waktu yang cukup lama. Selain udara, adapula jenis makanan bernama kaviar, yang hampir rusak dan langka.

4.     Letak Geografis yang Berbeda Satu Sama Lain

Sumber daya alam antara satu negara dengan negara lain bisa berbeda-beda. Mungkin Indonesia kaya akan SDA karena dianugerahi dengan tanah yang subur, sumber daya tambang yang banyak, stok air yang   melimpah dan sebagainya.

Namun bisa jadi ada negara yang tidak seberuntung Indonesia yang dilengkapi dengan SDA melimpah. Ada negara yang mungkin kekurangan tanah subur atau air. Bentuk SDA antara satu negara dengan negara yang lain berbeda. Letak geografis inilah yang bisa menjadi pemicu mengapa ada kelangkaan sumber daya alam.

Misal, Anda mencari sumber daya tambang berupa coltan atau kobalt di negara ini, maka Anda akan kesulitan mencarinya, atau bahkan tidak bisa ditemukan, karena memang dua SDA tersebut bukan berasal dari Indonesia secara geografis.

5.     Keserakahan Manusia

Manusia yang memiliki sifat serakah dan tidak selalu merasa cukup atas apa yang dimilikinya bisa menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan sumber daya alam. Penebangan hutan secara sembarangan, membakar hutan, membuang sampah tidak pada tempatnya adalah beberapa contoh dari bentuk eksploitasi alam yang mencerminkan sifat serakah pada manusia.

6.     Kemampuan Produksi yang Terbatas

Ada beberapa sumber daya alam yang bisa diperbaharui dan ada yang tidak. Misal, hewan dan tanaman, keduanya adalah contoh sumber daya alam yang memang bisa diperbaharui karena melakukan perkembang biakkkan.

Namun adapula SDA yang tidak bisa untuk diperbaharui seperti logam, emas, batu bara, minyak bumi dan sebagainya. Apabila ada beberapa SDA yang kemudian mengalami kelangkaan, maka itu dikarenakan kemampuan untuk memproduksi SDA ini sudah terbatas.

Bisa jadi keterbatasan produksi ini disebabkan oleh teknologi yang kurang canggih, karyawan yang belum berkompeten dan sebagainya.

Dampak Kelangkaan Sumber Daya Alam pada Sektor Ekonomi

Kelangkaan SDA ini ternyata bisa memberikan dampak yang cukup signifikan pada sektor ekonomi suatu negara. Berikut adalah beberapa dampak yang dihasilkan oleh kelangkaan SDA:

1.     Jumlah Produksi yang Semakin Menurun

Dalam menghasilkan berbagai kebutuhan manusia, suatu sistem produksi tidak bisa terlepas dari dukungan SDA. Semakin besar SDA yang digunakan, maka semakin itu akan mempengaruhi bahan mentah sehingga produksi akan kian meningkat.

Namun apabila SDA yang tersedia semakin langka, maka tidak akan ada cadangan atau bahan mentah yang digunakan untuk produksi barang. Sehingga tidak heran jika jumlah produksi kebutuhan manusia juga akan semakin berkurang.

2.     Pendapatan Masyarakat akan Semakin Turun

Turunnya jumlah produksi mau tidak mau akan berimbas pada pendapatan suatu perusahaan. Jika tingkat produksi barang pada perusahaan tersebut mengalami penurunan, maka itu akan berpengaruh pada tenaga kerja.

Suatu perusahaan pastinya akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih sedikit untuk mengimbangi jumlah produksi yang ada. Pengurangan tenaga kerja pastinya akan terjadi dalam perusahaan tersebut sehingga angka pendapatan masyarakat akan menurun.

Tidak hanya itu, jumlah pengangguran juga akan semakin bertambah seiring perusahaan memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

3.      Harga-Harga Barang Semakin Mahal

Apabila SDA yang tersedia semakin berkurang dan langka, maka jumlah barang yang akan diproduksi juga akan semakin berkurang. Banyak sekali SDA yang menjadi bahan utama dalam memproduksi barang-barang yang dibutuhkan manusia, seperti emas, kayu, minyak bumi dan sebagainya.

Nah, jika SDA tersebut semakin langka ditemukan, maka semakin produksi barang akan menurun jumlahnya dan itu akan berimbas pada kenaikan harga barang yang semakin mahal. Ya, kenaikan harga yang semakin tinggi tidak lain disebabkan karena cadangan SDA yang semakin langka.

Apapun yang sifatnya langka dan sedikit untuk diproduksi, maka nilai jualnya akan semakin tinggi karena tidak sesuai dengan permintaan pasar yang besar.

Tentu Anda pernah mengingat kasus harga masker medis di awal Covid-19 masuk di Indonesia yang mana harganya melambung tinggi bukan? Hal itu disebabkan karena kelangkaan barang ini. Semakin langka barang, namun permintaan justru tinggi, maka akan semakin mahal pula harga yang ditetapkan.

Apabila Anda ingin sekali menjaga sumber daya alam di sekitar agar tidak langka, maka jangan pernah melakukan eksploitasi alam. Ingat, salah satu penyebab kelangkaan sumber daya alam adalah ulah manusia yang serakah. Selalu jaga perilaku di mana saja demi menjaga kelestarian alam.