Posted on

10 Contoh Interaksi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

contoh interaksi sosial di masyarakat

Interaksi sosial adalah dasar dari seluruh tatanan sosial. Kelompok sosial sendiri merupakan hasil dari adanya sebuah interaksi sosial. Interaksi adalah fondasi nyata dari semua proses, struktur, kelompok sosial, dan fungsi sosial.

Dalam sosiologi, interaksi adalah pintu gerbang pengetahuannya. Banyak sekali contoh interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat yang hadir namun tidak disadari.

Interaksi sosial sendiri adalah ciri mendasar dari kehidupan sosial. Namun sebelum berbicara mengenai contoh interaksi sosial, berikut adalah penjelasan detail mengenai pengertian dari interaksi sosial berdasarkan ilmu sosiologi

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah cara orang bertindak dengan orang lain dan bereaksi terhadap cara orang lain bertindak. Interaksi sosial adalah pertukaran pendapat, sikap dan apapun antara dua atau lebih orang yang menimbulkan hubungan harmonis.

Bertemu dengan orang lain hampir setiap hari bisa menimbulkan yang namanya interaksi sosial. Sebuah tatanan sosial dalam masyarakat tidak akan terwujud tanpa adanya interaksi sosial yang efektif dari masyarakatnya.

Dengan berinteraksi satu sama lain, orang bisa merancang aturan, norma, dan sistem pada wilayahnya untuk bertahan hidup.  Dalam sosiologi, interaksi adalah pintu gerbang pengetahuannya. Ciri mendasar dari kehidupan sosial adalah adanya interaksi antara masyarakat atau cara orang menjalin hubungan dengan orang lain.

Sepanjang hidup manusia, Anda pastinya memiliki banyak kesempatan untuk membangun dan memelihara interaksi dengan orang lain. Beberapa dari interaksi dengan orang lain ini kemudian berjalan harmonis dan membentuk sebuah hubungan.

Sayangnya, masih banyak orang merasa sulit untuk membuka hati dan berbagi perasaan dan masalah mereka. Padahal interaksi sosial memungkinkan manusia untuk bisa mengungkapkan perasaannya dan berbagi masalahnya dengan orang lain.

Interaksi sosial adalah sebuah hubungan yang menimbulkan feedback, aksi dan reaksi. Oleh sebab itu, interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah perlu untuk dilakukan.

Baca juga: 7 Bentuk Interaksi Sosial

Faktor Terjadinya Interaksi Sosial dan Contohnya

Disadari atau tidak, ternyata membangun interaksi sosial adalah salah satu faktor terpenting dalam menjaga kesehatan fisik dan kebahagiaan setiap orang, mulai dari masa kanak-kanak hingga orang dewasa.

Meskipun interaksi sosial itu kompleks, namun ternyata berperan sangat penting untuk kesehatan manusia, baik secara mental maupun fisik.

Interaksi sosial tidak terjadi begitu saja, ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya sebuah interaksi sosial antara satu orang ke orang lain. Apa sajakah faktor-faktor tersebut?

1.     Imitasi

Imitasi adalah istilah yang digunakan oleh para ahli sosiologi untuk menggambarkan cara seseorang meniru perilaku orang lain. Kemampuan meniru membuat seseorang mengenali tindakan orang lain yang berkaitan dengan bagian fisik dan gerakannya.

Beberapa orang berpendapat bahwa kemampuan melakukan imitasi ini bersifat naluriah, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk ‘belajar’. Contoh dari tindakan imitasi adalah wanita bernama Nadya menyukai budaya Korea dan suka meniru fashion ala-ala Korea.

Dari perilaku Nadya ini, timbullah interaksi dari orang lain yang juga menyukai budaya Korea sebagaimana yang Nadya lakukan, dan keduanya mungkin saling berkomunikasi membicarakan hobi mereka yang ternyata sama.

2.     Identifikasi

Identifikasi dalam sosiologi hampir sama dengan imitasi yang berusaha mengubah sikap seidentik mungkin dengan orang lain. Identifikasi adalah usaha untuk merubah kepribadian yang mengaca pada orang yang diidolakan.

Contoh sederhana dari identifikasi dalam interaksi sosial adalah anak yang sangat mengidolakan ayahnya sehingga meniru apa yang sering ayahnya lakukan seperti sholat, membaca koran atau naik motor.

3.     Sugesti

Sugesti adalah proses di mana keadaan fisik atau mental dipengaruhi oleh suatu pemikiran atau gagasan. Sugesti merupakan proses mempengaruhi pemikiran seseorang ke pemikiran orang lain dengan mengungkapkan berbagai ide.

Contoh interaksi sosial dari sugesti adalah ketika ada pemilihan umum presiden yang mana para calon biasanya mensugesti rakyat untuk memilihnya. Sugesti adalah bentuk dari aksi dan memilih salah satu dari para calon presiden ini merupakan bentuk dari reaksi.

4.     Motivasi

Motivasi berasal dari kata “motif”. Arti asli dari kata motif berkaitan dengan gerakan. Motivasi adalah tentang keinginan internal seseorang untuk mencapai sesuatu yang penting bagi dirinya. Motivasi adalah keinginan untuk bertindak demi suatu tujuan. Motivasi atau keinginan ini membuat seseorang kemudian mengambil tindakan.

Contoh motivasi dalam interaksi sosial adalah ketika kinerja Anda di kantor mendapatkan pujian dari atasan. Pujian itu kemudian akan menimbulkan motivasi dalam diri Anda untuk bekerja lebih giat lagi. Motivasi itu merupakan reaksi dari aksi pujian yang diberikan oleh atasan Anda.

5.     Simpati

Simpati didefinisikan sebagai perasaan sedih untuk orang lain atau tindakan mengungkapkan perasaan sedih kepada orang lain yang mungkin sedang berduka. Simpati terkait erat dengan empati dan kasih sayang.

Contoh dari simpati adalah menghadiri pemakaman ayah teman Anda yang meninggal dunia dengan menyampaikan ucapan atau berupa pelukan hangat.

6. Empati

Faktor terakhir dari interaksi sosial adalah empati. Empati sebenarnya hampir sama pengertiannya dengan simpati namun lebih mempengaruhi emosional. Empati adalah kemampuan untuk membagikan perasaan dan emosi orang lain seolah-olah itu adalah milik Anda.

Contoh empati dalam interaksi sosial adalah Anda merasakan kegembiraan yang sama seperti apa yang disampaikan oleh teman Anda yang memberi tahu bahwa ia akan menikah.

Baca juga: Integrasi Sosial

Contoh Interaksi Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat

Berikut adalah contoh lainnya dari interaksi sosial yang kerap terjadi dalam kehidupan masyarakat:

  1. Bergotong royong atau kerja bakti bersama warga sekitar membersihkan lingkungan di sekitar rumah dan membuat lingkungan menjadi asri dengan kerja sama yang solid antar satu warga dengan warga lainnya.
  2. Membeli kebutuhan rumah tangga ke toko tetangga yang menjual sembako agar hubungan semakin harmonis dan berupaya untuk membantu perekonomian tetangga.
  3. Selalu mengikuti rapat rutinan mingguan atau bulanan yang diadakan oleh ketua RT.
  4. Mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) atau kegiatan lainnya seperti arisan, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan masih banyak lagi.
  5. Mengikuti lomba peringatan kemerdekaan Indonesia setiap tanggal 17 Agustus dan turut memeriahkan dan membantu pelaksanaan berbagai lomba agar berjalan lancar.
  6. Membantu melayani hajat tetangga sekitar yang sedang menggelar acara besar seperti resepsi pernikahan, pengajian, akikah atau sunatan. Untuk ibu-ibu bisa membantu perihal urusan masak memasak dan bapak-bapak ataupun remaja bisa membantu mengatur acara atau menyambut tamu undangan.
  7. Menghadiri pemakaman tetangga yang meninggal dan membantu terselenggaranya pengajian  3 hari sampai 7 harian yang biasanya dilakukan secara tradisional.
  8. Ketika melewati kampung yang ramai oleh warga, turut menyapa atau membungkukkan badan sebagai tanda menghormati.
  9. Saling berjabat tangan dan bersalam-salaman ketika sedang melakukan halal bi halal Hari Raya Idul Fitri.
  10. Mengikuti pemilihan umum  kepala desa setempat dan turut memberikan suara sebagai hak pilih.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat tanpa disadari. Selama Anda melakukan komunikasi atau menjalin hubungan dengan orang lain dan timbul aksi dan reaksi, maka selama itulah Anda turut membangun sebuah interaksi sosial.

Posted on

7 Bentuk Interaksi Sosial

bentuk bentuk interaksi sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa dipungkiri akan selalu berhubungan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Dalam proses menjalani kehidupan, manusia pastinya akan mengalami interaksi kepada orang lain dan dari sinilah interaksi sosial terbentuk. Secara umum, bentuk interaksi sosial ada banyak sekali.

Namun klasifikasi bentuk interaksi sosial dibagi menjadi dua, yakni asosiatif dan disosiatif. Namun, apakah yang membedakan keduanya? Untuk lebih mengetahui bentuk-bentuk dari interaksi sosial dan contohnya, berikut adalah ulasannya.

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Sesuai dengan namanya, yakni asosiatif, maka bentuk interaksi sosial satu ini tentunya mempunyai pola hubungan yang bagus. Pola interaksi sosial yang terjadi bisa menciptakan sebuah kerja sama yang memberikan feedback bagus pada masing-masing orang yang terlibat.

Kerja sama bisa tercipta selama masing-masing orang dalam kelompok mempunyai gagasan dan mindset yang sama untuk mencapai kepentingan yang sama. Beberapa jenis tujuan positif yang dihasilkan dari interaksi sosial asosiatif itu sendiri adalah:

1. Kerja Sama

Definisi kerja sama adalah ketika orang-orang saling bantu membantu untuk mencapai hasil atau tujuan bersama. Kerja sama sendiri mempunyai beberapa jenis, di antaranya adalah:

–       Joint Venture

Joint Venture dapat digambarkan sebagai pengaturan bisnis, antara 2 atau lebih perusahaan independen yang kemudian perusahaan-perusahaan itu berkumpul dan membentuk sebuah usaha baru secara hukum dengan jangka waktu tertentu. Usaha baru ini tentunya dibuat untuk memenuhi tujuan tertentu seperti menyelesaikan tugas, aktivitas, atau proyek.

Baca juga: 5 Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

–       Bargaining

Bargaining adalah perundingan atau bentuk sederhana dari proses negosiasi distributif. Bargaining diartikan sebagai bentuk kerja sama dua organisasi atau lebih yang merundingkan tentang perjanjian pertukaran barang dan sebagainya.

–       Gotong Royong

Kehidupan bermasyarakat di Indonesia memang tidak pernah terlepas dari adanya gotong royong. Gotong royong sendiri merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh setiap warga di sebuah daerah dan dilakukan dengan sukarela. Contoh gotong royong adalah membersihkan lingkungan RT bersama-sama.

–       Koalisi

Koalisi adalah bentuk kerja sama kelompok organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Koalisi biasanya sering terjadi pada organisasi politik.

–       Kooptasi

Kooptasi adalah sebuah tindakan atau perilaku mengooptasi sesuatu. Melakukan pengambilalihan atau kerja sama untuk menjalin tujuan baru atau berbeda dari yang sebelumnya agar terhindari dari adanya konflik.

2.  Akomodasi

Akomodasi merupakan sebuah proses antar individu untuk menyesuaikan diri pada perbedaan pandangan yang untuk mencegah pertikaian. Adanya akomodasi sangat membantu meredakan pertikaian dan mencegah konflik karena bisa meleburkan dua pandangan yang berbeda. Akomodasi sendiri terdiri dari beberapa bentuk, di antaranya adalah:

–       Koersi

Koersi adalah usaha membujuk individu atau suatu kelompok untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin ia lakukan. Koersi terjadi karena adanya paksaan dari satu kelompok ke kelompok lain yang dianggapnya lemah.

–       Kompromi

Kompromi adalah situasi di mana orang menerima sesuatu yang sedikit berbeda dari apa yang sebenarnya diinginkan karena keadaan atau karena mempertimbangkan keinginan orang lain. Adanya kompromi memudahkan pemecahan masalah bersama.

–       Arbitrase

Arbitrase adalah proses yang melibatkan pihak ketiga untuk membantu menyelesaikan pertikaian yang tidak bisa ditangani oleh kedua belah pihak. Arbitrase merupakan bentuk akomodasi yang melibatkan pihak ketiga untuk mengambil keputusan tentang sengketa setelah argumen masing-masing pihak masih tidak bisa menyelesaikan masalah.

–       Mediasi

Mediasi adalah salah satu metode penyelesaian sengketa alternatif. Mediasi menjadi solusi bagi kedua belah pihak yang bertikai dan tidak bisa mencapai kompromi. Mediasi pada dasarnya adalah negosiasi yang dibantu oleh pihak ketiga.

–       Konsiliasi

Konsiliasi adalah bentuk akomodasi yang sama seperti mediasi. Konsiliasi menggunakan pihak ketiga yang dianggap independen dan netral untuk menciptakan forum guna membahas masalah dan mencari solusi.

Perbedaan utamanya dengan mediator adalah, konsiliator memiliki peran yang lebih langsung dalam penyelesaian masalah dan membantu para pihak mempertimbangkan hasil solusi. Sementara seorang mediator hanya memandu diskusi permasalahan.

–       Toleransi

Toleransi merupakan bentuk akomodasi yang tidak mengharuskan persetujuan secara resmi dari berbagai pihak karena sifatnya yang datang secara naluriah. Toleransi tercipta dengan sendirinya untuk menjaga keutuhan dan kesatuan dan menghindari perpecahan.

–       Stalemate

Stalemate merupakan bentuk dari akomodasi yang terjadi apabila ada dua buah kelompok mempunyai pertentangan namun saling mempunyai kendali untuk tetap seimbang sehingga mencegah konflik berkelanjutan.

3. Akulturasi

Akulturasi adalah proses menerima berbagai unsur budaya baru dalam kehidupan bermasyarakat tanpa harus menghilangkan budaya yang lama. Akulturasi merupakan salah satu proses yang paling dibutuhkan dalam masyarakat agar mau menyadari perubahan yang terjadi dan menerimanya.

4. Asimilasi

Asimilasi adalah mengadopsi sikap, nilai, pola berpikir dan budaya kelompok lain dan membuat sebuah pola kehidupan yang baru. Asimilasi terjadi karena saling menerima dan atas dasar kesepakatan bersama.

Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Setelah mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif, maka bentuk interaksi sosial yang selanjutnya adalah kebalikan dari asosiatif, yakni disosiatif. Bentuk dari interaksi sosial disosiatif ini sendiri terbagi menjadi tiga jenis, di antaranya adalah:

1. Kompetisi atau Persaingan

Kompetisi adalah proses sosial yang hampir selalu ditemukan dalam setiap bidang kehidupan manusia. Di manapun ada interaksi antara individu dan kelompok yang berbeda, maka selalu ada elemen kompetisi. Kompetisi bisa disebut sebagai pergulatan antara dua individu atau lebih, yang berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang dianggap prestise.

Kompetisi biasanya mengacu pada tujuan yang sama oleh individu atau kelompok untuk berlomba-lomba yang mencapai atau mendapatkannya. Persaingan adalah proses yang selalu berkelanjutan sampai tujuan bisa tercapai atau hilang.

Persaingan atau kompetisi ini selalu hadir di setiap bidang kehidupan. Misal, anggota masyarakat mencoba bersaing meraih status sosial yang lebih tinggi.

2. Kontravensi

Kontravensi adalah tindakan yang melanggar hukum, perjanjian atau kesepakatan secara tersembunyi yang dibuat. Kontravensi merupakan bentuk penolakan yang dilakukan secara diam-diam demi menghindari adanya konflik terbuka. Ada 5 macam kontravensi, di antaranya adalah:

  1. Kontravensi rahasia, menyebarkan rahasia kepada pihak lawan atau melakukan pengkhianatan.
  2. Kontravensi umum, melakukan protes dan perlawanan dengan melakukan intimidasi kepada pihak lawan.
  3. Kontravensi intensif, menghasut dan menyebarkan kabar burung atau desas-desus yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.
  4. Kontravensi taktis, merencanakan pelanggaran dengan langkah-langkah yang taktis seperti melakukan provokasi atau serangan pada pihak lawan.

3.  Konflik Sosial

Konflik sosial adalah persaingan atau perebutan kekuasaan dalam masyarakat. Konflik sosial biasa terjadi ketika dua kelompok atau lebih saling bertentangan dalam interaksi sosial dan mengerahkan kekuatan sosial yang dimilikinya untuk mencapai tujuan yang diperdebatkan.

Konflik sosial juga bisa terjadi hanya karena adanya selisih paham yang kemudian menjadi isu yang besar dan dipermasalahkan. Konflik sosial biasa ditandai dengan adanya ancaman, intimidasi dan perlawanan.

Dari berbagai bentuk interaksi sosial yang sudah dijelaskan di atas, sudahkah Anda memahami mana yang termasuk dalam bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif di sekitar Anda?

Posted on

Interaksi Sosial: Pengertian, Contoh dan Tujuan

pengertian interaksi sosial

Manusia hidup dipengaruhi oleh norma dan kepercayaan budaya dan masyarakat yang diyakininya. Norma dan kepercayaan ini hadir dari sebuah interaksi sosial. Dikarenakan manusia adalah makhluk sosial, maka manusia memerlukan adanya sosialisasi untuk memperkenalkan dirinya dan juga mengenal orang lain.

Sosialisasi inilah yang disebut interaksi sosial, bagaimana manusia satu dengan yang lainnya saling berkomunikasi dan berhubungan. Sebab bagaimanapun, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan harus mengenal orang lain dalam prosesnya menjalani hidup. Berikut materi tentang interaksi sosial, bentuk-bentuk interaksi sosial dan syarat interaksi sosial.

Pengertian dari Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah tindakan, atau praktik dari dua orang atau lebih yang saling berorientasi pada diri masing-masing. Tindakan atau perilaku ini bisa berbentuk apapun yang mencoba mempengaruhi atau mempertimbangkan pengalaman atau niat subjektif satu sama lain.

Interaksi sosial merupakan tindakan yang dinamis dan bisa berubah antara satu orang ke orang lain. Interaksi itu kemudian bisa mengubah perilaku karena tindakan dari orang yang diajak berinteraksi dalam sebuah peristiwa.

Dengan kata lain, peristiwa itu adalah kejadian yang membuat orang-orang memaknai suatu situasi, menafsirkan apa yang dimaksud orang lain, dan meresponsnya atau memberikan feedback.

Dalam ilmu sosial, hubungan yang tercermin dalam interaksi sosial mengacu pada hubungan antara dua, tiga orang lebih pada sekelompok orang. Berikut adalah pengertian interaksi sosial menurut para ahli:

1.     Soerjono Soekanto

Interaksi sosial adalah basis dari sebuah proses sosial antar satu orang dengan kelompok, antar kelompok dengan yang lain dan sebagainya sehingga menimbulkan hubungan sosial yang senantiasa dinamis.

2.      Astrid . S. Susanto

Interaksi sosial merupakan hubungan antara individu yang menghasilkan koneksi dan jalinan yang terus menerus menyambung sehingga terbentuklah sebuah struktur sosial. Baik nilai dan arti dalam menginterpretasikan peristiwa pada satu orang dan orang lain, semua tergantung pada proses interaksinya.

3.     Gillin and Gillin

Interaksi sosial merupakan sebuah bentuk hubungan sosial yang berlaku sangat dinamis antara satu individu dengan yang lainnya, satu individu dengan sebuah kelompok, dan antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya.

4.      Maryati dan Suryawati

Interaksi sosial merupakan hubungan yang menghasilkan feedback atau adanya respons dari seseorang ke orang lain, seseorang ke kelompok atau kelompok ke kelompok lainnya.

5.     Bonner

Interaksi sosial merupakan sebuah hubungan antara dua orang atau bisa lebih yang mana hubungan itu kemudian saling memberi pengaruh dan mampu mengubah perilaku orang tersebut.

Contoh Interaksi Sosial

Disadari atau tidak, sebenarnya interaksi sosial sering terjadi di sekitar Anda, entah keadaan itu datang dengan sendirinya atau secara spontan. Berikut adalah beberapa contoh interaksi sosial yang dikategorisasikan dalam sektor kehidupan. Apa sajakah itu?

1.     Keluarga

Dalam sebuah keluarga pastinya terdiri dari ayah selaku kepala rumah tangga, ibu dan anak-anak yang menjadi anggotanya. Keluarga adalah tempat pertama munculnya interaksi sosial.

Anak yang menawarkan bantuan kepada ibunya untuk mencuci piring, ibu yang mengajak ayah dan anaknya makan bersama dan ayah yang membelikan hadiah untuk ibu dan anaknya merupakan beberapa contoh nyata dari adanya interaksi sosial dalam sebuah keluarga.

2.     Kegiatan Sosial

Ada banyak sekali kegiatan sosial yang hadir di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Contoh dari interaksi pada kegiatan sosial adalah membantu terselenggaranya program Pos Pelayanan Terpadu, mengikuti acara amal atau ikut program relawan.

Anda yang tergerak sekali dalam kegiatan-kegiatan sosial, bisa mengikuti berbagai program amal yang mencari relawan. Program-program semacam itu menimbulkan interaksi sosial kepada banyak individu dan juga antar kelompok.

3.      Ekonomi

Contoh interaksi sosial juga muncul dalam sektor ekonomi tentunya. Dari hal yang paling sederhana, misal Anda belanja di pasar dan melakukan tawar menawar harga dengan pedagang, maka itu juga bagian dari interaksi sosial.

Contoh lain adalah jika Anda seorang karyawan di sebuah perusahaan dan Anda mendapatkan teguran atas kinerja Anda selama di kantor, kemudian teguran itu menjadi acuan bagi Anda untuk memperbaiki kinerja. Nah, perilaku memperbaiki kinerja Anda di kantor adalah bagian dari feedback interaksi sosial.

4.     Masyarakat

Kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari statusnya sebagai makhluk sosial yang tetap membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Manusia hidup berdampingan dengan masyarakat di sekitarnya dan tidak bisa dielakkan bahwa interaksi sosial akan timbul.

Contoh interaksi sosial dalam masyarakat ini banyak sekali. Mulai dari menyapa orang yang dikenal jika bertemu di jalan, berbagi makanan atau apa yang dipunya kepada tetangga, membantu hajatan tetangga, ikut kerja bakti, musyawarah warga rutinan dan  masih banyak lagi.

5.     Politik

Dalam ranah politik, interaksi sosial juga bisa hadir dalam sektor ini. Contoh sederhana interaksi sosial  dalam sektor politik adalah ketika ada pemilihan gubernur. Calon gubernur pasti akan membentuk sebuah tim kampanye. Pembentukan tim kampanye ini pasti akan melibatkan banyak sekali jenis interaksi antar satu individu pada individu begitu pula antar individu ke kelompok.

6.     Pendidikan

Ada banyak sekali contoh interaksi sosial dalam sektor pendidikan yang akan dihadapi oleh seorang individu maupun kelompok. Contoh, seorang guru yang mengajarkan pelajaran pada murid-muridnya di kelas dan meminta respon timbal balik pada siswanya dengan membuat kuis.

7.     Kebudayaan

Dua dari enam faktor yang mempengaruhi interaksi sosial adalah imitasi dan identifikasi. Contoh interaksi sosial dalam ranah kebudayaan biasanya dipengaruhi oleh imitasi dan identifikasi ini seperti anak-anak remaja di era milenial yang suka sekali meniru dance-dance ala budaya Korea.

Dengan proses imitasi dan identifikasi untuk bisa meniru gerakan dari budaya dari bangsa lain ini, anak-anak melakukan interaksi kepada sesama temannya yang juga menyukai budaya K-pop. Dari proses interaksi inilah, anak-anak kemudian menciptakan sebuah kelompok baru yang berasal dari hobi yang sama, yakni budaya K-pop.

Tujuan Interaksi Sosial

Munculnya interaksi sosial mempunyai beberapa tujuan yang positif untuk kehidupan masyarakat. Sebab tanpa ada interaksi sosial, maka manusia mungkin sulit untuk bertahan hidup di lingkungannya. Berikut adalah tujuan dari adanya interaksi sosial:

  1. Lebih mengenal orang yang sebelumnya tidak dikenal sama sekali.
  2. Menjalin hubungan yang harmonis kepada sesamanya.
  3. Membangun sebuah kerjasama yang saling menguntungkan antara satu dengan yang lainnya di berbagai bidang.
  4. Memecahkan masalah yang timbul akibat perbedaan pendapat.
  5. Menirukan kebudayaan negara lain yang dirasa lebih maju untuk diadaptasi dalam kehidupan sehari-hari tanpa menabrak norma yang berlaku.
  6. Membangun hubungan persahabatan yang erat.
  7. Membentuk sebuah kelompok dengan tujuan sosial.
  8. Masyarakat hidup dengan damai tanpa adanya perselisihan antara satu dengan yang lainnya.
  9. Ikatan emosi antar individu semakin terbangun dari menjalin hubungan sosial yang intens.
  10. Ide, gagasan, pendapat dan pemikiran yang berbeda bisa didiskusikan secara bersama-sama.

Tanpa adanya interaksi sosial dalam kehidupan seseorang, maka bisa jadi Anda akan merasakan kesulitan nantinya. Jika Anda mau melakukan interaksi sosial, maka Anda bisa menemukan teman, sahabat dan relasi yang tepat.

Posted on

5 Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

syarat-interaksi-sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang perlu melakukan interaksi sosial. Interaksi adalah kebutuhan yang perlu dipenuhi setiap hari agar individu tersebut merasa lebih utuh. Interaksi sosial bisa terjadi apabila syarat terjadinya interaksi sosial bisa terpenuhi. Interaksi sosial yang terjadi antara para pelakunya bisa terjadi di mana dan kapan saja.

Interaksi sosial memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan. Misalnya, untuk berbagi cerita atau bertukar pendapat mengenai sebuah masalah yang terjadi. Proses ini terjadi sebagai bentuk timbal balik antara dua orang atau lebih.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial tidak dapat terjadi apabila syarat terjadinya interaksi sosial tidak bisa terpenuhi. Ada beberapa syarat agar interaksi sosial bisa terjadi. Di antara syarat tersebut, ada yang merupakan syarat utama dan syarat pendukung. Berikut adalah 5 syarat interaksi sosial, yaitu:

Terdapat Minimal Dua Orang atau Lebih

Syarat pertama dan merupakan syarat pendukung agar interaksi bisa terjadi adalah ada dua orang atau lebih. Apabila hanya ada satu orang yang melakukan interaksi sosial maka orang tersebut merupakan sebuah kajian psikologi. Interaksi yang terjalin oleh dua orang atau lebih maka akan terlaksana sebuah komunikasi dan kontak sosial.

Sarana untuk melakukan interaksi sosial adalah bahasa. Saat melakukan proses interaksi sosial, setiap individu bisa mengenal dan memahami pribadi diri individu yang menjadi lawan interaksi. Tanpa adanya interaksi sosial yang terjadi, seseorang akan sulit untuk memahami satu sama lainnya.

Baca juga: Dampak Gejala Sosial di Masyarakat

Memiliki sebuah Tujuan

Syarat terjadinya interaksi sosial berikutnya adalah memiliki tujuan yang serupa. Dalam interaksi tujuan memiliki peran yang penting, karena tujuan akan mempererat sebuah hubungan. Apabila interaksi sosial dilakukan tanpa memiliki tujuan bersama maka interaksi sosial yang terjadi bisa menjadi tidak efektif.

Contohnya, ketika ada seseorang yang bercerita mengenai masalah yang dialaminya sampai menangis dan lawan interaksi akan mendengarkan dan menanggapi cerita tersebut maka tujuan bersama akan tercapai.

Tetapi, apabila lawan bicara tidak memberikan respons yang baik atau tidak mendengarkan maka tujuan bersama dari interaksi sosial yang dilakukan tidak berhasil atau tidak tercapai. Oleh karena itu, tujuan bersama adalah hal yang sangat perlu dimiliki agar interaksi sosial bisa terjadi secara baik dan lancar.

Memiliki Kesamaan Konsep

Proses interaksi sosial adalah hubungan yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Keberadaan interaksi sosial sangat penting di dalam masyarakat. Interaksi sosial juga dapat terjadi jika memiliki kesamaan konsep.

Contohnya, jika seseorang melakukan interaksi dengan orang asing, maka orang tersebut akan memakai bahasa asing untuk bisa memulai interaksi. Apabila orang tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan menggunakan bahasa asing, maka interaksi sosial akan terjadi secara lancar.

Namun, jika orang tersebut tidak memiliki kemampuan untuk berbicara bahasa asing, maka interaksi sosial yang terjadi memiliki kendala. Berdasarkan contoh tersebut, maka bisa dikatakan bahwa orang yang memiliki kemampuan berinteraksi menggunakan bahasa asing memiliki kesamaan konsep dengan orang asing.

Sebaliknya, jika orang yang mencoba berinteraksi tanpa memiliki kemampuan untuk berbicara bahasa asing, maka kedua pihak tersebut tidak memiliki kesamaan konsep yang membuat interaksi sosial terjadi dengan hambatan. Interaksi sosial akan sulit dilakukan dengan keterbatasan-keterbatasan yang membuat ketidaksamaan konsep yang dimiliki.

Baca juga: Cara Pengendalian Sosial di Masyarakat

Kontak Sosial

Memiliki tujuan yang sama, kesamaan konsep, serta terdapat dua orang atau lebih bisa dikatakan sebagai syarat pendukung interaksi sosial. Syarat utama agar interaksi sosial bisa terjadi adalah kontak sosial.

Kontak sosial merupakan hubungan seseorang dengan orang lain yang dilakukan melalui komunikasi dengan maksud dan tujuan masing-masing. Kontak sosial dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Kontak sosial adalah proses awal terjadinya sebuah interaksi sosial.

Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif akan mengarah pada kerjasama untuk tujuan bersama. Sementara itu, kontak sosial negatif lebih mengarah pada suatu pertengkaran atau pemutusan interaksi sosial. Kontak sosial memiliki tiga bentuk yaitu kontak sosial yang terjadi antar individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok.

Tiga Bentuk Kontak Sosial

  • Kontak sosial di antara individu yang terjadi pada lingkungan keluarga, misalnya balita yang mulai mengetahui dan mengenal keluarganya. Kontak individu dengan individu akan menghasilkan sebuah kebiasaan baru. Misalnya, ketika seseorang pindah rumah ke lokasi yang berbeda maka orang tersebut akan mengenal orang baru yang ada di lingkungan baru.
  • Kontak sosial yang terjadi antara individu dengan kelompok, misalnya di dalam sebuah acara konser. Kontak yang terjadi adalah penyanyi yang menyapa semua penonton acara konser tersebut.
  • Bentuk kontak sosial antar kelompok, misalnya kerjasama yang dilakukan oleh sebuah kelompok. Kontak sosial yang terjadi juga bisa menimbulkan persaingan di antara kelompok tersebut.

Dua Kelompok Kontak Sosial

  • Kontak sosial dapat dikelompokkan menjadi dua, kontak sosial primer dan kontak sosial sekunder. Kontak sosial primer merupakan kontak yang terjadi tanpa perlu melakukan kontak fisik saja, misalnya melalui bahasa tubuh, percakapan, tatap muka, atau hanya melambaikan tangan. Kontak sosial primer dapat terjadi dengan adanya kehadiran dari orang yang melakukan interaksi sosial.
  • Kontak sosial sekunder adalah kontak sosial yang terjadi tanpa adanya tatap muka atau secara tidak langsung. Misalnya, komunikasi yang dilakukan melalui telepon, email, surat, atau media lainnya. Kontak sosial sekunder bisa dilakukan tanpa harus adanya kehadiran langsung orang yang melakukan interaksi.

Baca juga:

Komunikasi

Salah satu syarat terjadinya interaksi sosial adalah komunikasi. Komunikasi dan kontak sosial merupakan syarat utama dari interaksi sosial. Komunikasi bisa diartikan sebagai hubungan antar seseorang dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut sebagai komunikator, sementara orang yang menerima komunikasi disebut sebagai komunikan.

Pesan merupakan suatu hal yang disampaikan oleh komunikator, pesan tersebut dapat berbentuk instruksi atau informasi. Dalam melakukan komunikasi diperlukan sebuah media. Media merupakan alat untuk menyampaikan komunikasi, baik secara lisan atau tulisan.

Komunikasi dapat dibagi menjadi dua, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.

  • Komunikasi verbal adalah komunikasi yang dilakukan secara langsung menggunakan lisan atau kata-kata oleh seseorang. Komunikator akan berbicara mengenai hal yang ingin dibicarakan kepada lawan bicara.
  • Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang digunakan menggunakan tulisan. Contoh dari komunikasi nonverbal, misalnya poster, spanduk, atau bentuk lainnya.

Suatu komunikasi bisa berhasil jika pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh komunikan dengan jelas dan baik. Oleh karena itu, jika komunikasi ingin berlangsung dengan baik maka media yang digunakan harus sesuai dengan tujuan dari pesan yang ingin disampaikan.

Umumnya, bentuk komunikasi yang banyak digunakan merupakan komunikasi verbal, karena dianggap lebih efektif dalam menyampaikan sebuah pesan yang dimaksud.

Selain syarat, interaksi sosial juga bisa terjadi dengan adanya faktor pendorong. Interaksi sosial adalah proses yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dalam bersosialisasi untuk menjalin hubungan yang lebih baik.

Ternyata, tanpa disadari terdapat syarat-syarat yang perlu dipenuhi agar interaksi sosial bisa dilakukan. Walaupun interaksi sosial selalu dikaitkan dalam bentuk positif, ada juga hal-hal yang bisa menjadi faktor untuk memutus interaksi sosial tersebut.