Posted on

7 Faktor Penyebab Kelangkaan Ekonomi

penyebab kelangkaan ekonomi

Kelangkaan merupakan istilah untuk menyebut kesenjangan antara keinginan manusia yang umumnya tidak terbatas dengan sumber daya yang jumlahnya cenderung terbatas. Ada banyak hal yang bisa mengalami kelangkaan, misalnya kelangkaan ekonomi, kelangkaan sumber daya seperti kelangkaan air, kelangkaan minyak dan kelangkaan bahan kebutuhan pokok.

Kelangkaan ini akan mengakibatkan kebutuhan manusia menjadi tidak terpenuhi. Tentunya kondisi ini juga tidak terjadi begitu saja karena ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab kelangkaan.

Berikut pembahasan tentang kelangkaan ekonomi.

Contoh Kelangkaan Ekonomi

Beberapa contoh kelangkaan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti:

  1. Kelangkaan tanah,
  2. kelangkaan air,
  3. tenaga kerja,
  4. kelangkaan musiman,
  5. kelangkaan bidang kesehatan dan
  6. kelangkaan pemulihan lahan.

[su_spoiler title=”Lihat contoh kelangkaan lainnya.” icon=”chevron”]

  1. Kelangkaan tanah.

Tanah yang dimaksud adalah tanah yang bisa diolah sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Manusia membutuhkan sayur dan buah untuk konsumsi makanan. Jika buah dan sayur ditanam pada permukaan tanah yang gersang, maka tanaman akan sulit tumbuh.

  1. Kelangkaan air

Air. Berbagai kejadian musim di bumi akan menentukan ketersediaan air. Jika terjadi musim kemarau panjang di beberapa daerah akan terjadi kekurangan air. Baca tentang penyebab kelangkaan sumber daya alam.

  1. Kelangkaan tenaga kerja.

Untuk mendapatkan tenaga kerja yang profesional terkadang masih banyak terjadi. Karena tenaga kerja bisa menjadi profesional ketika sudah meluangkan waktunya untuk melakukan riset dan praktik untuk menambah pengalaman di bidangnya.

  1. Kelangkaan musiman.

Terjadinya kelangkaan musiman adalah pada saat ada acara atau momen besar seperti Lebaran, tahun baru, Natal dan sebagainya. Orang-orang akan membutuhkan pohon lampu lebih banyak dari biasanya maka akan terjadi kelangkaan di pasar.

  1. Kekurangan bidang kesehatan.

Kelangkaan ini mengakibatkan proses pengobatan pada seseorang tidak bisa segera dilaksanakan karena ketiadaan alat-alat kesehatan atau dokter spesialis.

  1. Kelangkaan ruang terbuka hijau.

Di kota yang penuh dengan kemacetan dan gedung tinggi, sebaiknya dilengkapi dengan ruang terbuka hijau.

Hal ini sebagai kontrol dari aktivitas disekelilingnya. Ruang terbuka hijau di kota bisa menjadi tempat istirahat para pekerja dan penduduk kota. Serta menjadi penyaring polusi di udara yang diakibatkan asap kendaraan.

[/su_spoiler]

Baca tentang

Faktor Penyebab Kelangkaan Ekonomi

Faktor tersebut cukup beragam dan sudah tidak bisa dipungkiri bahwa apapun penyebabnya, kelangkaan merupakan masalah yang serius.

Adapun faktor-faktor yang mengakibatkan kelangkaan ekonomi diantaranya sebagai berikut.

1. Sifat Serakah Manusia

Dampak kelangkaan akan dirasakan oleh manusia, namun sebenarnya manusia juga bisa menjadi penyebab kelangkaan. Hal ini dikarenakan manusia itu sendiri memiliki sifat asli yang tidak pernah cukup dan puas dengan apa yang dimilikinya saat ini. Selalu saja ada yang diinginkannya setelah keinginan yang sebelumnya terpenuhi.

Jika kemudian semua keinginan tersebut dituruti tanpa adanya manajemen yang baik, tentu lama kelamaan akan mengakibatkan sumber daya menjadi habis. Jika sumber daya habis sementara kebutuhan manusia akan sumber daya tersebut tinggi, maka akan terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dengan penawaran sehingga terjadilah kelangkaan.

2. Kekurangan Tenaga Ahli yang Berkualitas

Tenaga ahli dalam hal ini tentu merujuk pada manusia. Jika ada banyak sekali tenaga ahli yang berkualitas, tentunya masalah kelangkaan dapat dihindari. Hal ini dikarenakan tenaga ahli akan sangat membantu dalam merumuskan cara mengatasi kelangkaan, terutama dalam hal mengalokasikan sumber daya dan meningkatkan produksi supaya kebutuhan bisa terpenuhi.

Pastinya kurangnya tenaga ahli ini juga dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya ialah tingkat pendidikan yang rendah. Jika tingkat pendidikan rendah, maka wajar sekali bila kemudian tidak ada ide cemerlang untuk mengolah berbagai sumber daya dengan efektif. Sumber daya hanya akan dipergunakan begitu saja tanpa memikirkan bagaimana dampaknya nanti.

3. Kemampuan Produksi yang Terbatas

Kemampuan produksi juga bisa mempengaruhi munculnya fenomena kelangkaan. Ilustrasi mudahnya begini, apabila proses produksi bisa berlangsung dengan lancar dan cepat, maka alat pemuas kebutuhan bisa tersedia sangat banyak sehingga mampu memenuhi kebutuhan manusia.

Sementara bila sebaliknya, yakni proses produksi melambat, maka alat pemuas kebutuhan jumlahnya berkurang sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia. Dalam hal ini harus diketahui bahwa proses produksi itu sifatnya fluktuatif atau tidak tetap karena dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Faktor-faktor tersebut ialah tenaga kerja, sumber daya alam, modal dan kewirausahaan. Semua faktor ini masing-masing mempunyai keterbatasan sehingga ada kalanya produksi akan menurun. Jika produksi sudah menurun, maka jelas kelangkaan akan terjadi.

4. Letak Geografis

Letak geografis juga turut menjadi penyebab terjadinya kelangkaan. Pasalnya, letak geografis ini membuat masing-masing daerah mempunyai potensi sumber daya alam yang berbeda dan jumlahnya juga tidak sama. Ada daerah yang memang sangat kaya akan sumber daya alam dan ada pula daerah yang minim sumber daya alam.

Umumnya, daerah yang mengalami kelangkaan ialah yang sumber daya alamnya minim. Ambil contoh dalam hal ini kelangkaan air yang dialami oleh penduduk di daerah karst pada saat musim kemarau. Daerah karst cenderung kering sehingga saat musim kemarau penduduk di sana harus mengeluarkan pengorbanan lebih untuk mendapatkan air demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

5. Tingginya Pertambahan Jumlah Penduduk

Pertambahan jumlah penduduk lebih cepat bila dibandingkan dengan pertumbuhan produksi baik itu barang maupun jasa. Sementara pengertian kelangkaan ialah kondisi yang terjadi saat jumlah alat pemuas kebutuhan terbatas sementara keinginan manusia adalah sebaliknya atau tidak terbatas.

Manusia yang ada saat ini saja kebutuhan dan keinginannya sudah tidak terbatas, apalagi jika jumlahnya bertambah banyak. Jika pertumbuhan penduduk ini tidak diikuti dengan pertumbuhan produksi, maka jelas akan terjadi yang namanya kelangkaan.

6. Bencana Alam

Bencana alam adalah salah satu penyebab terjadinya kelangkaan yang bahkan kapan datangnya sulit diprediksi. Begitu bencana alam ini terjadi, maka berbagai sumber daya yang ada bisa rusak bahkan termasuk mesin produksi. Jika sumber daya sudah rusak sementara manusia sangat memerlukan sumber daya tersebut untuk menyambung hidupnya, kelangkaan akan terjadi.

Ambil contoh dalam hal ini peristiwa banjir. Banjir akan mengakibatkan produksi beras menjadi terhambat.  Akibatnya, penawaran terhadap beras menjadi berkurang sehingga ketersediaannya pun terbatas. Sementara beras adalah makanan pokok yang pastinya akan sangat dibutuhkan oleh manusia sehingga permintaannya selalu tinggi.

Terbatasnya jumlah beras yang ada tentu tidak bisa membuat kebutuhan manusia terpenuhi. Terjadinya ketidakseimbangan antara jumlah beras yang tersedia dengan kebutuhan manusia akan beras setiap harinya inilah yang menimbulkan kelangkaan.

7. Kebijakan dari Pemerintah

Kebijakan pemerintah adalah keputusan yang dibuat dengan maksud serta tujuan tertentu yang berkaitan dengan kepentingan umum. Kebijakan ini juga bisa berarti rancangan serta solusi dari suatu permasalahan. Namun, apabila ternyata pemerintah juga salah dalam mengambil kebijakan maka bisa menimbulkan kelangkaan.

Misalnya dalam kasus pengelolaan sumber daya alam. Jika pemerintah keliru dalam memperhitungkan, bisa saja sumber daya alam yang merupakan bahan dasar produksi menghilang. Akibatnya proses produksi tidak bisa dilakukan sehingga alat pemuas kebutuhan tidak bisa diciptakan. Dari sinilah kemudian muncul kelangkaan.

Terlepas dari faktor penyebab kelangkaan ekonomi di atas, jika kelangkaan benar-benar terjadi maka bisa berdampak pada hilangnya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Mengingat kelangkaan ini adalah masalah yang sangat serius, sebaiknya memang setiap individu menanamkan komitmen pada dirinya sendiri untuk mengalokasikan sumber daya dengan efisien supaya berbagai kebutuhan tetap terpenuhi, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Posted on

6 Contoh Masalah Pokok Ekonomi Klasik Dan Modern

masalah ekonomi klasik dan modern

Dunia perekonomian bergerak semakin berkembang. Dan hal tersebut menyebabkan pelaku ekonomi harus memahami berbagai masalah perekonomian yang mampu mempengaruhi bisnis mereka. Dalam dunia ekonomi, terdapat masalah pokok ekonomi klasik dan modern yang biasanya dipelajari dalam ilmu ekonomi mikro.

permasalahan ekonomi menyangkut berbagai aspek yang mempengaruhi lancarnya perekonomian dari para pelaku bisnis. Untuk itu jika Anda ingin mengetahui seluk beluk masalah pokok ekonomi tersebut, temukan jawabannya pada artikel di bawah.

Masalah Pokok Ekonomi Klasik

Dalam ilmu ekonomi, masalah pokok ekonomi klasik digambarkan sebagai basis dari permasalahan ekonomi yang harus diketahui calon pakar perekonomian.

Masalah pokok ekonomi klasik dapat dipandang dari sudut pandang yang cukup sederhana namun bermakna. Dan dasar dari pemikiran ini adalah kemakmuran yang ingin dicapai oleh berbagai pihak.

Ada beberapa tokoh dalam dunia ekonomi yang berperan penting dalam menyumbangkan pendapat ilmiah terkait masalah pokok perekonomian ini. Diantaranya adalah David Ricardo, Adam Smith, serta Jhon Stuart Mill.

Jika kebanyakan orang menganggap bahwa emas (kekayaan) adalah pertanda kemakmuran, Adam Smith justru mengungkapkan jawabannya ada pada barang-barang.

Contoh Masalah Pokok Ekonomi Klasik Dalam Kehidupan Sehari-hari

Sehingga hal yang paling identik dengan teori ekonomi klasik adalah bagaimana seseorang bisa memenuhi kebutuhan barang atau jasanya dan memperoleh kemakmuran. Berikut ini berbagai permasalahan yang ada pada teori ini :

1. Permasalahan produksi

Semakin hari populasi masyarakat semakin meningkat, dan hal ini menyebabkan masyarakat semakin heterogen. Para pelaku bisnis pun mengalami keuntungan dari hal ini, karena mereka bisa memproduksi barang yang mereka kuasai. Namun kembali lagi pada permasalahan heterogenitas, tentunya perusahaan tidak bisa langsung memproduksi barang.

Setidaknya mereka harus memahami pasar terutama yang berada di lingkungan perusahaan tersebut. Contohnya jika pasar begitu menyukai produk tempe, maka produksi produk tersebut dengan sedikit modifikasi akan lebih menguntungkan daripada produk lainnya.

Baca tentang penyebab kelangkaan ekonomi.

2. Permasalahan distribusi

Selain masalah produksi, pada teori ekonomi klasik, permasalahan selanjutnya yang dihadapi oleh para pebisnis adalah masalah distribusi. Proses ini bisa dibilang sebagai suatu proses mengantarkan produk bisnis ke tangan klien atau konsumen.

Pelaku bisnis dituntut untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan melalui distribusi yang efektif hingga sampai ke tangan pembeli. Contoh nyata dari permasalahan ini adalah proses distribusi yang cukup rumit untuk produk pecah belah karena memerlukan kehati-hatian di jalan. 

3. Permasalahan konsumsi

Masalah konsumsi tidak hanya menjadi permasalahan para pembeli, namun juga para produsen. Pada masalah yang satu ini, benda yang telah diproduksi dinilai efektivitasnya.

Hal itu biasanya mencakup apakah barang yang dikonsumsi bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga tidak memerlukan produk pengganti. Contoh permasalahan ini adalah perusahaan harus memutuskan produk yang tepat guna dan dibutuhkan oleh target pasar yang berusia di bawah lima tahun.

Masalah Pokok Ekonomi Modern

Masalah pokok ekonomi modern bisa diartikan sebagai pandangan permasalahan ekonomi yang dipandang dalam cara yang lebih rumit. biasanya teori yang satu ini menyinggung tentang kelangkaan dan pilihan yang dimiliki oleh pelaku ekonomi (baik itu produsen maupun konsumen).

Contoh Masalah Pokok Ekonomi Modern Dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam dunia ekonomi terdapat sumber daya yang tersedia baik itu disediakan oleh alam atau merupakan buatan manusia.

Dari permasalahan sumber daya tersebut, diperoleh berbagai permasalahan terkait kelangkaan (scarcity) seperti berikut ini :

1. What to produce (Apa yang harus diproduksi)

Masalah utama yang ada di dunia perekonomian adalah sumber daya yang jumlahnya terbatas. Sehingga barang yang diproduksi pun tidak bisa sembarangan, dan harus mempertimbangkan jumlah sumber daya serta minat masyarakat di sekitar. Pun ketika sudah ditemukan jenis produk seperti apa yang akan diproduksi, perusahaan tidak bisa melakukan proses tersebut secara berlebihan.

Produksi barang yang akan dipakai untuk kepentingan komersial tentunya tidak bisa dilakukan sembarangan dan butuh jumlah yang tertakar. Contohnya, perusahaan bisa mempertimbangkan produksi obat COVID-19 sebagai respon dari merebaknya pandemi di Indonesia.

2. How to produce (Bagaimana cara produksinya)

Permasalahan kedua dari teori ekonomi modern adalah bagaimana cara memproduksi barang dengan biaya seminimal mungkin tanpa mengorbankan kualitas. Hal ini juga tidak lepas dari keterbatasan sumber daya serta teknik produksi yang akan digunakan.

Jadi perusahaan dituntut untuk bisa melakukan produksi barang dengan teknik yang lebih canggih namun tetap efektif dan efisien. Contohnya, perusahaan harus mempertimbangkan produk buku tulis dengan meminimalisir sumber daya serat kertas namun bisa menghasilkan produk berkualitas.

Baca tentang cara mengatasi kelangkaan ekonomi.

3. For whom (untuk siapa produk diproduksi)

Pertanyaan selanjutnya yang biasanya dibahas dalam masalah pokok ekonomi klasik dan modern adalah untuk siapa produk dihasilkan. pertanyaan ini berkaitan dengan target pasar, yang biasanya ditentukan perusahaan sebelum produk dihasilkan.

Biasanya proses ini dilakukan dengan menyebar kuisioner untuk mengetahui minat pasar. Dari hasil survei tersebut, dapat diketahui kelompok pasar yang memiliki minat yang sama.

Itulah beberapa masalah pokok ekonomi klasik dan modern yang dihadapi oleh para pelaku ekonomi hingga kini. Berbagai masalah tersebut harus dijawab agar nantinya proses produksi barang maupun jasa berlaku efektif.