Posted on

Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri, Konsep, Contoh dan Dampak

pengertian diferensiasi sosial

Indonesia adalah negara yang terdiri dari beragam penduduk dengan karakteristiknya yang berbeda-beda. Namun perbedaan itu tidak menjadi masalah yang signifikan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Dalam ilmu Sosiologi, perbedaan yang ada dalam masyarakat ini merupakan konsep dari diferensiasi sosial.

Diferensiasi sosial merupakan bentuk dari pengklasifikasian masyarakat secara horizontal. Maksud dari horizontal adalah semuanya sama, tidak ada hal yang membedakan dan tidak ada tingkatan rendah ataupun tinggi. Berikut adalah arti, ciri-ciri, konsep,contoh dan dampak diferensiasi sosial.

Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial adalah perbedaan yang dibuat antara kelompok sosial atau orang yang didasarkan pada faktor fisiologis, sosiokultural, dan biologis, misalnya jenis kelamin, etnis, usia, yang nantinya mengakibatkan penetapan peran dan status masyarakat.

Ya, diferensiasi sosial adalah adanya perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat, namun perbedaan itu tidak menjadi problematika yang terlalu serius untuk ditanggapi. Semua lapisan masyarakat mengakui adanya perbedaan namun bisa melebur dan memahaminya.

Soerjono Soekanto selaku Sosiolog terkenal menyatakan bahwa diferensiasi sosial adalah adanya jenis-jenis pekerjaan seseorang dalam masyarakat dan jenis pekerjaan itu dianggap sebagai sebuah prestasi tersendiri, namun tidak berpengaruh pada perbedaan-perbedaan lainnya dalam masyarakat.

Artinya, setiap individu dalam masyarakat mungkin ada perbedaan, baik perbedaan fisik, perbedaan jenis pekerjaan, cara beribadah dan sebagainya. Namun hal-hal di atas tidak mempengaruhi pandangan masyarakat untuk membenci adanya perbedaan-perbedaan yang terjadi. Semua perbedaan tetap diterima oleh semua lapisan masyarakat.

Baca juga: Lembaga Sosial

Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial mempunyai karakteristik atau ciri yang khas, di antaranya adalah:

1.     Fisik

Fisik adalah ciri utama yang berhubungan dengan adanya diferensiasi sosial dalam masyarakat. Hal-hal yang berkaitan dengan fisik manusia mulai dari warna kulit dan rambutnya, bagaimana postur tubuhnya, seperti apa bentuk matanya dan apapun yang berkaitan dengan fisik, maka itu adalah karakteristik dari diferensiasi sosial.

Hakikatnya ciri-ciri fisik yang dimiliki manusia adalah ciptaan dari Tuhan yang tidak bisa dihindari dan diminta. Sehingga tidak boleh ada diskriminasi mengenai fisik yang berbeda. Semua manusia harus bisa menghargai perbedaan fisik dari orang-orang yang ada di sekitarnya.

2.     Sosial

Maksud dari ciri sosial dalam diferensiasi berkaitan erat dengan fungsi dari setiap warga yang hidup dalam masyarakat. Setiap warga di sebuah daerah pastinya mempunyai peran dan tugas yang beragam. Ada yang bekerja menjadi pegawai negeri, pekerja swasta, petani, peternak, pengusaha dan sebagainya.

Apapun jenis mata pencaharian warga dalam masyarakat tersebut tidak memberikan perbedaan yang sifatnya vertikal. Jenis-jenis profesi yang dimiliki oleh setiap warga diraih berdasarkan minat dan kerja keras masing-masing sehingga tidak ada yang namanya perbedaan yang perlu ditonjolkan.

3.     Budaya

Indonesia adalah negara yang majemuk karena penduduknya mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda. Namun perbedaan adat istiadat dan kebudayaan masing-masing daerah bisa diterima dengan sepenuhnya karena adanya persamaan dan rasa persatuan yang kuat, yakni sama-sama bangsa Indonesia.

Konsep Diferensiasi Sosial

Pada dasarnya, konsep diferensiasi sosial ini mengacu pada 4 hal di antaranya adalah:

1. Perbedaan Ras

Adanya perbedaan ras sering membuat seseorang kurang merasa percaya diri dengan apa yang telah ia miliki. Isu rasialisme memang selalu menjadi bentuk kesenjangan pada orang-orang dengan ras minoritas.

2. Perbedaan Etnik

Kelompok etnik merupakan sekumpulan orang dengan karakteristik khusus yang membuat kelompok ini berbeda dengan yang lainnya. Setiap golongan etnik mempunyai kepercayaan dan kebudayaan yang mungkin berbeda dengan yang lainnya. Perbedaan ini biasanya menimbulkan gesekan konflik antar etnik.

3. Perbedaan Agama

Agama adalah hal paling fundamental dalam diri setiap manusia, hak prerogatif yang tidak bisa digugat oleh siapapun. Apalagi di Indonesia, ada 6 agama yang diyakini. Perbedaan agama memang bisa memberi perbedaan dalam kehidupan seseorang, namun jika masyarakat mempunyai toleransi, perbedaan agama tidak akan menjadi soal.

4. Perbedaan Gender

Adanya perbedaan gender secara biologis antara pria dan wanita hakikatnya tidak mempengaruhi hak masing-masing individu. Baik wanita dan pria harus mempunyai hak yang sama, tidak boleh ada diskriminasi tertentu.

Sayangnya, wanita selalu dianggap lemah oleh sebagian masyarakat, meski akhirnya muncul banyak gerakan feminisme yang menentang stigma negatif ini, tetap saja di beberapa daerah tertentu, wanita akan selalu dianggap lemah.

Nah, 4 hal di atas kemudian memunculkan konsep diferensiasi sosial. Meski perbedaan-perbedaan itu terlihat nyata adanya, namun tidak menjadi pembatas untuk semua lapisan masyarakat bersatu.

Baca juga: Mobilitas Sosial

Contoh Diferensiasi Sosial

Bagi Anda yang masih bingung dengan pengertian dan konsep dari diferensiasi sosial, berikut adalah contoh dari diferensiasi sosial agar Anda bisa lebih memahaminya:

  1. Klasifikasi penduduk Indonesia berdasarkan dengan letak geografisnya.
  2. Klasifikasi pekerjaan yang berat-berat selalu diserahkan kepada pekerja laki-laki daripada pekerja wanita.
  3. Klasifikasi masyarakat berdasarkan suku untuk menghindari konflik sosial.
  4. Klasifikasi penduduk berdasarkan marga di Sumatera Utara, khususnya suku Batak yang masih mengakar erat dan dipercaya hingga saat ini.
  5. Klasifikasi masyarakat berdasarkan dengan ras.
  6. Pendistribusian barang yang masih banyak terpusat di daerah Jawa. Tidak heran jika ongkos kirim ke daerah lain seperti Sumatera, Kalimantan dan Indonesia Timur seperti Papua masih sangat mahal.
  7. Klasifikasi masyarakat berdasarkan kebudayaan masing-masing.
  8. Penggolongan orang-orang yang berbeda berdasarkan warna kulit.
  9. Klasifikasi masyarakat berdasarkan status sosial yang dimiliki.
  10. Penggolongan masyarakat berdasarkan dengan kekayaan yang dimilikinya.
  11. Penggolongan karyawan yang sudah senior dan masih junior. Dalam lingkup kerja, senioritas juga masih berlaku berdasarkan dengan pengalaman kerja yang dimiliki.

Dampak Diferensiasi Sosial

Dampak Positif

1. Asimilasi

Asimilasi adalah ketika dua budaya yang berbeda menjadi satu. Masing-masing kelompok masyarakat menerima perbedaan budaya itu dan menggabungkannya menjadi sebuah kebudayaan baru yang positif.

2. Akulturasi

Akulturasi adalah proses belajar dan menggabungkan nilai-nilai, kepercayaan, bahasa, adat istiadat dan tingkah laku dari budaya baru orang di sekitarnya tanpa kehilangan nilai asli budaya yang dimiliki. Percampuran budaya ini tidak membawa pertikaian dan justru menebarkan toleransi.

3. Pengelompokan Bersama

Diferensiasi sosial membuat pengelompokan bersama yang mana timbul umpan balik positif dari hasil pengelompokan itu.

Baca juga: Stratifikasi Sosial

Dampak Negatif

1. Primordialisme

Primordialisme adalah menganggap etnis sebagai sesuatu yang alami dan harus dipertahankan sehingga tidak menerima budaya baru yang bisa menghambat adanya toleransi.

2. Etnosentrisme

Etnosentrisme adalah kepercayaan bahwa kelompok etnis mempunyai superioritas. Adanya etnosentrisme bisa menyebabkan konflik sosial terjadi dalam masyarakat.

3. Ketimpangan Sosial

Diferensiasi sosial yang mengklasifikasikan golongan masyarakat berdasarkan ras, suku, budaya dan sebagainya bisa menyebabkan ketimpangan sosial yang memantik pertikaian.

Sebenarnya, masih banyak lagi dampak dari diferensiasi sosial yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. Di berbagai sektor kehidupan, pasti ada yang namanya diferensiasi sosial dan hal itu tidak bisa dihindarkan. Meski demikian, harapannya diferensiasi sosial ini tidak menghambat rasa persatuan bangsa Indonesia.