Posted on

5 Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

syarat-interaksi-sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang perlu melakukan interaksi sosial. Interaksi adalah kebutuhan yang perlu dipenuhi setiap hari agar individu tersebut merasa lebih utuh. Interaksi sosial bisa terjadi apabila syarat terjadinya interaksi sosial bisa terpenuhi. Interaksi sosial yang terjadi antara para pelakunya bisa terjadi di mana dan kapan saja.

Interaksi sosial memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan. Misalnya, untuk berbagi cerita atau bertukar pendapat mengenai sebuah masalah yang terjadi. Proses ini terjadi sebagai bentuk timbal balik antara dua orang atau lebih.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial tidak dapat terjadi apabila syarat terjadinya interaksi sosial tidak bisa terpenuhi. Ada beberapa syarat agar interaksi sosial bisa terjadi. Di antara syarat tersebut, ada yang merupakan syarat utama dan syarat pendukung. Berikut adalah 5 syarat interaksi sosial, yaitu:

Terdapat Minimal Dua Orang atau Lebih

Syarat pertama dan merupakan syarat pendukung agar interaksi bisa terjadi adalah ada dua orang atau lebih. Apabila hanya ada satu orang yang melakukan interaksi sosial maka orang tersebut merupakan sebuah kajian psikologi. Interaksi yang terjalin oleh dua orang atau lebih maka akan terlaksana sebuah komunikasi dan kontak sosial.

Sarana untuk melakukan interaksi sosial adalah bahasa. Saat melakukan proses interaksi sosial, setiap individu bisa mengenal dan memahami pribadi diri individu yang menjadi lawan interaksi. Tanpa adanya interaksi sosial yang terjadi, seseorang akan sulit untuk memahami satu sama lainnya.

Baca juga: Dampak Gejala Sosial di Masyarakat

Memiliki sebuah Tujuan

Syarat terjadinya interaksi sosial berikutnya adalah memiliki tujuan yang serupa. Dalam interaksi tujuan memiliki peran yang penting, karena tujuan akan mempererat sebuah hubungan. Apabila interaksi sosial dilakukan tanpa memiliki tujuan bersama maka interaksi sosial yang terjadi bisa menjadi tidak efektif.

Contohnya, ketika ada seseorang yang bercerita mengenai masalah yang dialaminya sampai menangis dan lawan interaksi akan mendengarkan dan menanggapi cerita tersebut maka tujuan bersama akan tercapai.

Tetapi, apabila lawan bicara tidak memberikan respons yang baik atau tidak mendengarkan maka tujuan bersama dari interaksi sosial yang dilakukan tidak berhasil atau tidak tercapai. Oleh karena itu, tujuan bersama adalah hal yang sangat perlu dimiliki agar interaksi sosial bisa terjadi secara baik dan lancar.

Memiliki Kesamaan Konsep

Proses interaksi sosial adalah hubungan yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Keberadaan interaksi sosial sangat penting di dalam masyarakat. Interaksi sosial juga dapat terjadi jika memiliki kesamaan konsep.

Contohnya, jika seseorang melakukan interaksi dengan orang asing, maka orang tersebut akan memakai bahasa asing untuk bisa memulai interaksi. Apabila orang tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan menggunakan bahasa asing, maka interaksi sosial akan terjadi secara lancar.

Namun, jika orang tersebut tidak memiliki kemampuan untuk berbicara bahasa asing, maka interaksi sosial yang terjadi memiliki kendala. Berdasarkan contoh tersebut, maka bisa dikatakan bahwa orang yang memiliki kemampuan berinteraksi menggunakan bahasa asing memiliki kesamaan konsep dengan orang asing.

Sebaliknya, jika orang yang mencoba berinteraksi tanpa memiliki kemampuan untuk berbicara bahasa asing, maka kedua pihak tersebut tidak memiliki kesamaan konsep yang membuat interaksi sosial terjadi dengan hambatan. Interaksi sosial akan sulit dilakukan dengan keterbatasan-keterbatasan yang membuat ketidaksamaan konsep yang dimiliki.

Baca juga: Cara Pengendalian Sosial di Masyarakat

Kontak Sosial

Memiliki tujuan yang sama, kesamaan konsep, serta terdapat dua orang atau lebih bisa dikatakan sebagai syarat pendukung interaksi sosial. Syarat utama agar interaksi sosial bisa terjadi adalah kontak sosial.

Kontak sosial merupakan hubungan seseorang dengan orang lain yang dilakukan melalui komunikasi dengan maksud dan tujuan masing-masing. Kontak sosial dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Kontak sosial adalah proses awal terjadinya sebuah interaksi sosial.

Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif akan mengarah pada kerjasama untuk tujuan bersama. Sementara itu, kontak sosial negatif lebih mengarah pada suatu pertengkaran atau pemutusan interaksi sosial. Kontak sosial memiliki tiga bentuk yaitu kontak sosial yang terjadi antar individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok.

Tiga Bentuk Kontak Sosial

  • Kontak sosial di antara individu yang terjadi pada lingkungan keluarga, misalnya balita yang mulai mengetahui dan mengenal keluarganya. Kontak individu dengan individu akan menghasilkan sebuah kebiasaan baru. Misalnya, ketika seseorang pindah rumah ke lokasi yang berbeda maka orang tersebut akan mengenal orang baru yang ada di lingkungan baru.
  • Kontak sosial yang terjadi antara individu dengan kelompok, misalnya di dalam sebuah acara konser. Kontak yang terjadi adalah penyanyi yang menyapa semua penonton acara konser tersebut.
  • Bentuk kontak sosial antar kelompok, misalnya kerjasama yang dilakukan oleh sebuah kelompok. Kontak sosial yang terjadi juga bisa menimbulkan persaingan di antara kelompok tersebut.

Dua Kelompok Kontak Sosial

  • Kontak sosial dapat dikelompokkan menjadi dua, kontak sosial primer dan kontak sosial sekunder. Kontak sosial primer merupakan kontak yang terjadi tanpa perlu melakukan kontak fisik saja, misalnya melalui bahasa tubuh, percakapan, tatap muka, atau hanya melambaikan tangan. Kontak sosial primer dapat terjadi dengan adanya kehadiran dari orang yang melakukan interaksi sosial.
  • Kontak sosial sekunder adalah kontak sosial yang terjadi tanpa adanya tatap muka atau secara tidak langsung. Misalnya, komunikasi yang dilakukan melalui telepon, email, surat, atau media lainnya. Kontak sosial sekunder bisa dilakukan tanpa harus adanya kehadiran langsung orang yang melakukan interaksi.

Baca juga:

Komunikasi

Salah satu syarat terjadinya interaksi sosial adalah komunikasi. Komunikasi dan kontak sosial merupakan syarat utama dari interaksi sosial. Komunikasi bisa diartikan sebagai hubungan antar seseorang dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut sebagai komunikator, sementara orang yang menerima komunikasi disebut sebagai komunikan.

Pesan merupakan suatu hal yang disampaikan oleh komunikator, pesan tersebut dapat berbentuk instruksi atau informasi. Dalam melakukan komunikasi diperlukan sebuah media. Media merupakan alat untuk menyampaikan komunikasi, baik secara lisan atau tulisan.

Komunikasi dapat dibagi menjadi dua, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.

  • Komunikasi verbal adalah komunikasi yang dilakukan secara langsung menggunakan lisan atau kata-kata oleh seseorang. Komunikator akan berbicara mengenai hal yang ingin dibicarakan kepada lawan bicara.
  • Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang digunakan menggunakan tulisan. Contoh dari komunikasi nonverbal, misalnya poster, spanduk, atau bentuk lainnya.

Suatu komunikasi bisa berhasil jika pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh komunikan dengan jelas dan baik. Oleh karena itu, jika komunikasi ingin berlangsung dengan baik maka media yang digunakan harus sesuai dengan tujuan dari pesan yang ingin disampaikan.

Umumnya, bentuk komunikasi yang banyak digunakan merupakan komunikasi verbal, karena dianggap lebih efektif dalam menyampaikan sebuah pesan yang dimaksud.

Selain syarat, interaksi sosial juga bisa terjadi dengan adanya faktor pendorong. Interaksi sosial adalah proses yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dalam bersosialisasi untuk menjalin hubungan yang lebih baik.

Ternyata, tanpa disadari terdapat syarat-syarat yang perlu dipenuhi agar interaksi sosial bisa dilakukan. Walaupun interaksi sosial selalu dikaitkan dalam bentuk positif, ada juga hal-hal yang bisa menjadi faktor untuk memutus interaksi sosial tersebut.