Posted on

10 Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal Secara Lengkap

perbedaan pasar uang dan pasar modal

Pasar uang dan pasar modal adalah dua jenis pasar keuangan dalam dunia global. Mari kita kenali dulu apa itu pasar uang dan pasar modal.

Pasar uang adalah sistem pinjaman atau perdagangan hutang jangka pendek, kurang dari satu tahun, melibatkan perusahaan, pemerintah, dan lembaga perbankan.

Pasar pinjaman ini mempertemukan para pemilik dan pihak yang membutuhkan modal dalam waktu 1-365 hari.

Sedangkan pasar modal adalah sistem pinjaman untuk asset jangka panjang, atau asset yang punya jangka waktu lebih dari satu tahun seperti saham dan obligasi. Pihak yang terlibat meliputi pusat keuangan seperti firma dan bank.

Pasar uang lebih minim resiko dibandingkan pasar modal, tapi pasar modal lebih berpeluang menguntungkan lebih banyak.

Perbedaan pasar uang dan pasar modal bisa kita lihat pada tabel berikut ini.

Perbandingan DasarPasar UangPasar Modal
Perbedaan definisiPerdagangan hutang jangka pendekPerdagangan hutang jangka panjang
Instrumen yang terlibatPromissory notes, certificate of deposit, call money, T bills, commercial paper, bills of exchange.Saham, Obligasi, Reksadana.
Tipe investorBank Komersil, Bank Sentral, perusahaan pembiayaan/jasa keuangan non bank.Pialang saham (broker), investor individu, Bank Komersil, Bank Investasi (underwirters), Perusahaan asuransi dan Bursa Saham (stock exchange).
Sifat Pasarinformalformal
Likuiditas pasarMudah dicairkan (liquid)Sulit dicairkan (less liquid)
Periode jatuh tempo1 – 365 hariTidak ada penetapan waktu
Faktor resikoFaktor resiko rendah. Karena proses pencairannya mudah, dan jangka waktu kurang dari 1 tahun.Resiko tinggi. Karena pencairannya sulit dan jangka waktu lebih panjang diatas 1 tahun.
TujuanPinjaman jangka waktu pendekPinjaman jangka waktu panjang
Jasa fungsionalMenumbuhkan ketersediaan likuiditas untuk memenuhi kebutuhan operasional jangka pendek dalam ekonomiMenstabilkan ekonomi karena penyimpanan jangka panjang
Pengembalian investasi (ROI)ROI lebih rendahROI lebih tinggi karena jangka waktu yang lama

Isi

Perbedaan Pengertian

Pengertian Pasar uang

Pasar uang sangat pas untuk berbagai kalangan yang memiliki modal, ingin menjadi investor yang bisa mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat, baik bagi pribadi, perusahaan atau pemerintah.

Dari sisi pencari modal, pasar uang ini sangat membantu dalam pemenuhan dana, misalnya untuk membantu operasional bisnis, menambah modal kerja, atau perihal lain yang membutuhkan dana dengan cepat. Biasanya bukan untuk peningkatan modal atau proyek yang sifatnya besar.

Bagi investor individu, atau yang sedang belajar tentang pasar keuangan, bisa memanfaatkan pasar uang untuk menginvestasikan tabungannya ke tempat yang lebih aman dan tidak terlalu beresiko.

Pengertian Pasar Modal

Pasar modal adalah tempat perdagangan saham dan obligasi.

Mungkin sering ada pertanyaan seperti, untuk apasih perusahaan atau pihak-pihak tersebut menerbitkan saham dan menjual obligasi?

Jawabannya adalah untuk mengumpulkan dana dengan tujuan jangka panjang, seperti untuk meningkatkan kemampuan bisnis, meluaskan jaringan bisnis sehingga bisa meningkatkan pendapatan laba perusahaan.

Pasar modal dibagi menjadi 2 yaitu pasar primer dan pasar sekunder.

Contohnya, perusahaan yang menerbitkan saham atau obligasi meletakkan surat berharga tersebut di pasar utama, sehingga lembaga atau investor yang tertarik bisa langsung membelinya dari si perusahaan.

Kemudian, lembaga atau investor yang membeli saham dari perusahaan tersebut ingin menjual saham dan obligasinya, mereka akan melakukannya di pasar sekunder.

Artikel terkait: 12 Jenis Alat Pembayaran Internasional

Tipe Instrumen Yang Terlibat

Instrumen Pasar Uang

Berikut Instrumen yang digunakan dalam pasar uang meliputi, deposito, call money, Promissory Notes, Treasury Bills dan lainnya.

  1. Sertifikat deposito adalah Sertifikat kredit yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan dan bank kepada investor yang berupa pinjaman kepada bank dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Jadi pihak bank dan lembaga keuangan akan memberikan imbalan berupa suku bunga kepada pemberi dana. Dana pinjaman yang sudah masuk tidak bisa diambil sebelum sampai pada tanggal jatuh tempo pengambilan.
  2. Call money adalah pinjaman yang harus dikembalikan secara penuh kepada pihak bank yang memberi pinjaman ketika sudah jatuh tempo. Biasanya, perjanian pinjaman ini selama 1 – 14 hari. Pinjaman ini dibuat oleh lembaga keuangan satu ke lembaga keuangan lainnya.
  3. Surat Perbendaharaan Negara (Treasury Bills) adalah surat berharga dengan tujuan utang jangka pendek, yang dikeluarkan oleh bank sentral atas nama pemerintah
  4. Surat promes (Promissory Notes) adalah instrumen keuangan yang berupa surat perjanjian oleh pembuat wesel untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak yang tertulis berdasarkan permintaan atau tanggal tertentu.
  5. Surat berharga pasar (commercial paper) adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pihak yang berkapitalisasi besar seperti bank dan perusahaan. Instrument ini biasanya dibeli oleh lembaga keuangan karena nilai terlalu besar bagi investor individu.
  6. Wesel (bill of exchange) adalah alat perintah pembayaran dari penerbit wesel (drawer) kepada pihak lain yang ditunjuk (drawee) untuk mencairkan dana kepada si pembawa wesel atau ke pihak penerima uang (payee).

Instrumen Pasar Modal

Sedangkan instrumen pada pasar modal terdiri dari, reksadana, obligasi dan saham:

  1. Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh debitur sebagai peminjam kepada kreditur sebagai pemberi pinjaman. Ada imbalan keuntungan yang berupa bunga bagi si pembeli obligasi.
  2. Reksadana adalah wadah penghimpunan dan pengelolaan dana untuk berinvestasi. Penghimpunan dana berasal dari pemodal dan pengelolaan dana biasanya dilakukan oleh manajer investasi.
  3. Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan modal atas perusahaan.

Tipe Investor

Berikut jenis jenis investor dalam pasar uang diantaranya bank komersial, lembaga keuangan

  1. Bank komersial adalah bank umum swasta yang memberikan layanan kepada perusahaan dan masyarakat publik. Layanan yang dimaksud seperti layanan jasa penerima deposito, layanan kredit usaha dan produk-produk investasi dasar.
  2. Perusahaan pembiayaan adalah jasa keuangan non bank yang memberikan layanan pembiayaan seperti di bidang usaha untuk tambahan modal kerja dan kegiatan operasional bisnis.

Sedangkan tipe investor pada pasa modal diantaranya adalah broker, bank investasi, perusahaan asuransi.

  1. Penjamin emisi (underwriter) adalah lembaga yang memberikan layanan berupa jaminan pembayaran jika terjadi kerugian keuangan dan menerima resiko pertanggungjawaban atas kehilangan uang dari jaminan tersebut.
  2. Bursa saham (stock exchange) adalah pasar tempat jual beli surat-surat berharga.
  3. Pialang saham atau broker saham adalah perusahaan yang membeli dan menjual saham di pasar modal atas nama klien.

Faktor Risiko

Risiko yang dihadapi pada pasar keuangan baik pasar uang atau pasar modal adalah fluktuasi nilai surat berharga. Hal ini akan berakibat pada terjadinya inflasi, gagal bayar dan bahkan perubahan nilai mata uang.

Jika kita bandingkan, risiko dari pasa uang lebih rendah daripada pasar modal.

Sebagai ilustrasi, di pasar uang, kita bisa memulai investasi dengan nominal yang kecil yaitu mulai dari Rp 100 ribu. Kabar baiknya lagi, investasi akan dikelola oleh manajer investasi, sehingga lebih aman dan risikonya sangat kecil.

Sedangkan di pasar modal, nilai investasi yang sangat besar akan sangat beresiko jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti ketidakstabilan ekomi dan politik suatu negara, kinerja perusahaan dan lainnya. Sehingga sewaktu-waktu harga saham bisa anjlok dan ini menimbulkan kerugian yang cukup besar.