Posted on

Stratifikasi Sosial: Pengertian, Contoh, Dampak Fungsi dan Jenis

stratifikasi sosial

Stratifikasi Sosial – Pada kenyataannya, ternyata tingkatan masyarakat adalah hal yang terjadi. Hal tersebut menjadikan banyak orang semena-mena dengan orang yang dianggap memiliki tingkat lebih rendah dibandingkan dengan dirinya. Hal tersebut dikenal dengan stratifikasi sosial, yang menurut sifatnya dibagi menjadi stratifikasi sosial terbuka dan stratifikasi sosial tertutup.

Sebenarnya, keberadaan tingkatan-tingkatan masyarakat sudah ada sejak lama. Keberadaan lapisan masyarakat tersebut bisa menimbulkan berbagai hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk tidak memanfaatkan keberadaan tingkatan masyarakat untuk hal yang buruk.

Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial adalah sebuah pembeda yang mengategorikan masyarakat menjadi beberapa kelas secara vertikal yang diwujudkan dalam bentuk tingkatan masyarakat paling tinggi sampai paling rendah. Stratifikasi sosial terbentuk dari kebiasaan individu dalam berhubungan dengan individu lainnya yang teratur dan tersusun.

Dalam kehidupan masyarakat yang memiliki taraf kebudayaan sederhana, lapisan yang terbentuk masih sedikit. Sedangkan dalam kehidupan masyarakat modern lapisan masyarakat yang terbentuk menjadi lebih tajam dan kompleks. Secara mudah, stratifikasi sosial dapat diartikan sebagai suatu pembeda yang menggolongkan masyarakat ke dalam suatu lapisan hierarki.

Baca juga: Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Contoh Stratifikasi Sosial

Terdapat banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari yang memperlihatkan bahwa stratifikasi sosial adalah nyata. Beberapa contoh stratifikasi sosial yang terjadi, yaitu:

  • Seseorang yang memiliki tingkat ekonomi yang baik bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang yang tinggi dibandingkan dengan orang dengan perekonomian rendah.
  • Walaupun memiliki pekerjaan yang sama tetapi petani dapat digolongkan menjadi petani dengan lahan sendiri, petani penggarap dan penyewa, dan buruh tani.
  • Orang yang memiliki banyak uang bisa berobat ke rumah sakit dengan kualitas yang bagus, berbeda dengan orang miskin yang hanya bisa berobat ke rumah sakit yang menerima pengajuan bantuan untuk orang miskin.
  • Di Bali, seseorang bisa memperoleh sebuah posisi dan nama berdasarkan kastanya sejak dilahirkan. Oleh karena itu, seseorang akan sulit untuk berpindah ke kasta lainnya. Orang yang berada dalam kasta tinggi akan sulit berubah menjadi kasta yang lebih rendah, kecuali seseorang melakukan sebuah kesalahan yang berat. Hal ini termasuk ke dalam stratifikasi sosial tertutup.

Dampak Stratifikasi Sosial

Keberadaan stratifikasi sosial di masyarakat memiliki banyak dampak, baik itu dampak positif atau negatif. Beberapa dampak stratifikasi sosial yang terjadi, yaitu:

Dampak Positif Stratifikasi Sosial

  • Pemerataan pembangunan di setiap daerah yang semakin meningkat sebagai upaya untuk menghilangkankan adanya kesenjangan sosial.
  • Muncul sebuah kemauan dari individu dalam masyarakat untuk bersaing berpindah ke tingkatan yang lebih tinggi, sehingga individu lebih bekerja keras untuk menghasilkan sebuah prestasi.

Dampak Negatif Stratifikasi Sosial

  • Konflik di antara Kelas

Di masyarakat terdapat sebuah tingkatan sosial berdasarkan pendidikan, kekuasaan, dan kekayaan. Kelompok-kelompok tersebut dikenal sebagai kelas sosial. Jika terdapat sebuah perbedaan kepentingan di antara kelas sosial maka konflik antar kelas akan muncul. Misalnya, demonstrasi yang dilakukan buruh untuk menuntut kewajiban dari perusahaan.

  • Konflik di antara Kelompok Sosial

Masyarakat yang majemuk dan beragam bisa menjadi latar belakang munculnya kelompok sosial. Beberapa kelompok sosial terbentuk berdasarkan agama, ras, suku, ideologi, atau profesi. Hal tersebut bisa memunculkan keinginan untuk menguasai kelompok sosial lainnya yang dilakukan dengan cara pemaksaan yang mengakibatkan konflik kelompok sosial.

  • Konflik Antargenerasi

Konflik ini bisa terjadi apabila generasi tua yang berusaha untuk mempertahankan adat serta nilai yang sudah lama berlaku dengan generasi muda yang ingin melakukan perubahan yang dilakukan secara modern. Misalnya, hilangnya sopan santun atau tidak digunakannya musyawarah sebagai cara untuk mengambil keputusan.

Baca juga: Gejala Sosial: Bentuk dan Dampak

Fungsi Stratifikasi Sosial

Keberadaan stratifikasi sosial memiliki banyak fungsi. Berikut adalah beberapa fungsi stratifikasi sosial dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu:

  • Stratifikasi sosial berfungsi untuk mengatur, menyusun, serta mengawasi hubungan antar anggota masyarakat. Stratifikasi sosial akan mengatur partisipasi individu dalam kehidupan secara menyeluruh. Terlepas dari adanya tingkatan strata yang dimiliki oleh individu, peran stratifikasi sosial adalah untuk mengatur partisipasi dalam kehidupan sosial masyarakat.
  • Stratifikasi sosial merupakan alat yang digunakan untuk mencapai tugas utama. Setiap strata akan ditandai dengan simbol yang menunjukkan standar atau ranking dalam kehidupan. Semuanya diatur untuk melakukan perannya masing-masing. Penghargaan masyarakat untuk orang-orang yang melakukan tugasnya dilihat sebagai sebuah insentif agar bisa melakukan pekerjaan lebih baik.
  • Distribusi hak-hak istimewa secara obyektif untuk berbagai kepentingan. Misalnya, penentuan tingkat kekayaan, penghasilan, wewenang, serta keselamatan pada kedudukan seseorang.
  • Alat solidaritas yang ada antara orang-orang atau kelompok yang berada dalam kelas sosial yang sama.
  • Sebagai penentu simbol status, misalnya cara berpakaian, bentuk rumah, atau tingkah laku.

Jenis Stratifikasi Sosial

Terdapat beberapa jenis stratifikasi sosial yang ada di dalam masyarakat. Beberapa jenis stratifikasi sosial, yaitu:

Hierarki Kelas (Class Hierarchies)

Hierarki kelas merupakan jenis stratifikasi sosial yang didasarkan pada penguasaan barang atau jasa. Misalnya, di Indonesia masyarakat dikelompokkan menjadi masyarakat kaya, menengah, dan miskin. Pengelompokan tersebut terjadi dengan melihat kriteria yang sudah ditetapkan oleh BPS atau Biro Pusat Statistik.

Setiap tahun BPS akan mengeluarkan batasan perbedaan pendapatan per kapita per tahun yang dibedakan berdasarkan wilayahnya. Berdasarkan BPS, kemiskinan merupakan ketidakmampuan dalam memenuhi standar tertentu yang merupakan kebutuhan dasar.

Hierarki Status (Status Hierarchies)

Hierarki status merupakan stratifikasi sosial yang dibuat berdasarkan pembagian status sosial. Jenis stratifikasi ini menggolongkan masyarakat ke dalam dua golongan, golongan masyarakat biasa dan golongan masyarakat yang disegani. Golongan masyarakat yang disegani biasa memiliki gaya hidup yang mewah serta eksklusif.

Stratifikasi sosial ini diwujudkan sebagai bentuk pembatasan terhadap pergaulan dengan orang yang berada dalam golongan yang lebih rendah. Misalnya, di dalam lingkungan kerajaan menganggap bahwa anggota kerajaan yang menikah dengan masyarakat yang bukan berasal dari golongannya adalah hal yang menyimpang.

Hierarki Kekuasaan (Power Hierarchies)

Hierarki kekuasaan merupakan stratifikasi sosial yang dibuat berdasarkan kekuasaan seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Kekuasaan merupakan kemampuan yang dimiliki untuk memengaruhi masyarakat dan memengaruhi pembuatan sebuah keputusan. Dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat dua kelas masyarakat, yaitu kelas yang berkuasa dan yang dikuasai.

Kelas yang berkuasa memiliki jumlah yang lebih kecil dan berperan dalam melakukan fungsi politik serta menikmati berbagai keuntungan dari kekuasaan tersebut. Sementara itu, kelas yang dikuasai berjumlah lebih besar dan dikendalikan oleh kelas yang berkuasa.

Perbedaan Stratifikasi Sosial Terbuka dan Tertutup

Jika dilihat dari sifatnya, stratifikasi sosial dapat dibagi menjadi stratifikasi sosial terbuka dan stratifikasi sosial tertutup. Stratifikasi sosial yang bersifat terbuka bersifat dinamis dan anggota strata yang berada di dalamnya bisa melakukan mobilitas. Misalnya, orang yang miskin dengan keinginan dan kerja keras dapat menjadi orang yang kaya.

Stratifikasi sosial tertutup merupakan tingkatan masyarakat yang anggotanya sulit melakukan mobilitas vertikal. Misalnya, keberadaan sistem kasta, feodal, atau rasialis. Namun, selain sifat terbuka dan tertutup ada juga yang dikenal sebagai stratifikasi sosial campuran.

Misalnya, orang yang memiliki kedudukan terhormat di Bali, saat ia pindah dari Bali, ia bekerja sebagai pekerja kasar dan tidak dianggap memiliki kedudukan terhormat. Ia harus berusaha menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku.

Walaupun keberadaan stratifikasi sosial sulit dihilangkan, namun hal-hal yang menimbulkan kesenjangan dalam masyarakat dapat dikurangi. Perasaan saling menghargai antar sesama akan membuat orang merasa dihargai dan tidak akan menimbulkan konflik karena perbedaan kepentingan.

Posted on

Kesenjangan Sosial: Faktor, Dampak, Contoh dan Cara Mengatasinya

pengertian-dan-cara-mengatasi-kesenjangan-sosial

Ekonomi termasuk sebagai hal yang paling penting bagi masyarakat maupun negara. Namun, tidak semua individu memiliki kondisi ekonomi yang baik. Ada masyarakat dengan tingkat ekonomi yang tinggi, namun ada yang digolongkan dengan kategori rendah. Perbedaan yang ada di masyarakat merupakan kesenjangan sosial ekonomi yang nyata.

Kesenjangan sosial bisa menimbulkan berbagai masalah yang lainnya. Apabila tidak bisa dikendalikan atau diatasi, permasalahan yang terjadi akan semakin besar. Kondisi muncul akibat berbagai macam faktor dan sebagai pemegang kepentingan pemerintah perlu melakukan sebuah tindakan.

Pengertian Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial adalah keadaan yang timpang di dalam kehidupan masyarakat atau adanya ketidakseimbangan. Ketimpangan tersebut bisa dialami oleh individu atau kelompok masyarakat akibat adanya ketidaksetaraan distribusi hal-hal penting. Kesenjangan sosial sering dihubungkan dengan perbedaan pada tingkat ekonomi masyarakat, seperti kepemilikan harta, barang, dan sebagainya.

Kesenjangan sosial yang terjadi dapat dilihat dengan adanya peluang yang tidak sama untuk posisi tingkatan sosial yang berbeda.

Baca juga: Nilai Sosial

Faktor Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial tidak terjadi dengan sendirinya. Walaupun ada banyak contoh kesenjangan sosial yang terjadi, namun masih banyak orang yang belum memahami mengenai kesenjangan sosial dan penyebab terjadi masalah tersebut. Berikut merupakan beberapa faktor penyebab kesenjangan sosial di masyarakat, yaitu:

Perbedaan Sumber Daya Alam

Perekonomian daerah sangat dipengaruhi oleh SDA yang ada di daerah tersebut. Apabila SDA dikelola dengan sungguh-sungguh, maka tingkat perekonomian juga akan meningkat. Daerah dengan jumlah SDA yang menurun atau bahkan kekurangan akan mempengaruhi perekonomian daerahnya sendiri.

Pengaruh Globalisasi

Globalisasi memiliki banyak dampak bagi kehidupan, salah satunya membuat kehidupan menjadi lebih maju. Tetapi, keberadaan globalisasi juga memicu timbulnya kesenjangan sosial di masyarakat. Kesenjangan ini 3dapat terjadi jika masyarakat tidak mampu beradaptasi dan tidak dapat memanfaatkan kemajuan yang ada dengan baik.

Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah dapat menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan timbulnya kesenjangan sosial. Misalnya, program transmigrasi. Masyarakat pendatang biasanya lebih cepat berkembang dan sukses dibandingkan masyarakat asli daerah tersebut. Peluang besar yang diberikan pada pendatang membuat masyarakat dapat berkembang secara cepat.

Hal tersebut memicu kesenjangan sosial antar kelompok masyarakat yang tinggal di daerah yang sama.

Letak dan Kondisi Geografis

Pembangunan pada suatu daerah akan dipengaruhi oleh letak serta kondisi geografis. Masyarakat yang hidup pada dataran tinggi akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan infrastruktur dibandingkan masyarakat yang ada di dataran rendah. Hal tersebut menjadikan masyarakat yang tinggal di dataran tinggi lebih lambat berkembang daripada masyarakat dataran rendah.

Faktor letak dan kondisi geografis tersebut akhirnya menjadi pemicu kesenjangan sosial antar masyarakat.

Baca juga: Pengendalian Sosial

Kondisi Demografis

Pertumbuhan masyarakat, kesehatan, pekerjaan, pendidikan, serta struktur kependudukan akan memperlihatkan kondisi demografis pada suatu daerah. Keadaan demografis di suatu daerah yang berbeda dengan daerah lain akan menimbulkan kesenjangan sosial. Karena produktivitas kerja di suatu daerah tidak sama dengan daerah lainnya.

Dampak Kesenjangan Sosial Ekonomi

Dampak yang timbul akibat kesenjangan sosial cenderung negatif. Beberapa dampak yang ditimbulkan oleh kesenjangan sosial dalam masyarakat, yaitu:

Pengangguran dan Kemiskinan

Kesenjangan sosial ekonomi bisa dilihat jelas dengan angka pengangguran dan kemiskinan yang meningkat. Apabila masyarakat tanpa pekerjaan dan dikategorikan miskin menjadi mayoritas dalam suatu negara, maka pendapatan yang diperoleh oleh orang-orang tersebut juga rendah.

Pendapatan yang rendah dan tidak pasti membuat daya beli masyarakat terhadap barang-barang sekunder akan menurun. Hal tersebut dapat menimbulkan keuntungan yang tidak optimal pada perusahaan.

Munculnya Tindak Kejahatan

Jika melihat berita, setiap hari pasti ada kasus kejahatan yang terjadi. Tingginya tindak kejahatan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat muncul akibat adanya masalah keuangan yang mengakibatkan kesenjangan sosial. Hingga detik ini, ekonomi merupakan faktor yang paling besar dalam menyebabkan individu atau kelompok berbuat tindakan kejahatan.

Susah Mencari Tenaga Kerja yang Berkualitas

Walaupun jumlah pengangguran di Indonesia cukup banyak, tetapi masih banyak perusahaan atau tempat kerja yang sulit memperoleh tenaga kerja dengan kualifikasi yang bagus. Kesenjangan sosial menjadi sebab kualitas dan tingkat pendidikan masyarakat rendah dan di bawah rata-rata.

Walaupun banyak masyarakat dengan gelar sarjana, tetapi pada realita keahlian tersebut belum dibutuhkan atau bahkan belum dimiliki oleh individu tersebut.

Target Pasar yang Tidak Jelas

Ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat membuat target pasar yang dibuat oleh perusahaan menjadi tidak jelas. Apabila perusahaan memiliki target pasar untuk kalangan masyarakat tingkat menengah ke bawah, maka hal tersebut bisa merugikan perusahaan akibat daya beli yang tidak stabil.

Namun, jika perusahaan menetapkan masyarakat kelas menengah ke atas sebagai target pasar juga belum tentu menjamin perusahaan mendapatkan keuntungan. Kejadian tersebut bisa saja terjadi jika kecenderungan masyarakat menengah ke atas banyak membeli produk luar negeri.

Baca juga: Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Contoh Kesenjangan Sosial

Ada banyak contoh kesenjangan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh kesenjangan sosial, yaitu:

  1. Pemberian hukuman kepada koruptor selama 2 tahun penjara, sementara itu pencuri buah ditetapkan hukuman 3 tahun penjara.
  2. Perlakukan istimewa terhadap anak guru atau anak petinggi sekolah.
  3. Ketidakadilan bagi buruh perempuan yang diberi upah lebih sedikit daripada buruh laki-laki.
  4. Perhatian pemerintah yang masih minim dalam penyediaan fasilitas umum untuk penyandang disabilitas.
  5. Bebas dari hukuman tilang bagi orang-orang yang memiliki akses dengan pihak kepolisian.
  6. Perlakuan yang berbeda antara konsumen dengan penampilan seperti orang kaya dan konsumen yang berpenampilan biasa di suatu tempat belanja.
  7. Murid yang pintar diperlakukan secara istimewa oleh guru dibandingkan dengan murid biasa.
  8. Pemberian fasilitas sekolah yang berbeda untuk si kaya dan si miskin.
  9. Pemberian layanan kesehatan di rumah sakit yang berbeda untuk pasien kaya dan pasien miskin yang menggunakan kartu bantuan pemerintah.

Cara Mengatasi Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial merupakan sebuah masalah yang nyata dan memerlukan solusi untuk mengatasinya. Solusi ini diperlukan pemerintah agar bisa memberantas masalah kesenjangan sosial yang sudah lama terjadi. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial, yaitu:

  1. Masalah pendidikan harus diutamakan dan diperhatikan agar setiap anak memiliki akses yang mudah untuk memperoleh pendidikan.
  2. Meningkatkan sistem keadilan serta melakukan pengawasan terhadap mafia hukum.
  3. Membuka banyak lapangan pekerjaan untuk mengurangi masalah pengangguran.
  4. Meminimalisir KKN yang terjadi di Indonesia.
  5. Memberantas masalah korupsi untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
  6. Akses kesehatan, informasi, dan pendidikan gratis untuk mempercepat pembangunan di desa atau daerah yang tertinggal.
  7. Pemberian modal bagi masyarakat yang memerlukan untuk mendirikan usaha sebagai alternatif mata pencaharian.
  8. Penekanan kebijakan pemerintah dalam hal perbaikan serta peningkatan infrastruktur desa.

Masalah ekonomi bisa dikatakan sebagai masalah utama yang menciptakan adanya kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat. Ketimpangan yang nyata antara individu satu dengan individu lainnya merupakan salah satu contoh nyata dari kesenjangan sosial. Pemerintah dan masyarakat harus bisa bekerja bersama-sama untuk mengatasi masalah ini agar tidak menjadi semakin besar.

Posted on

5 Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

syarat-interaksi-sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang perlu melakukan interaksi sosial. Interaksi adalah kebutuhan yang perlu dipenuhi setiap hari agar individu tersebut merasa lebih utuh. Interaksi sosial bisa terjadi apabila syarat terjadinya interaksi sosial bisa terpenuhi. Interaksi sosial yang terjadi antara para pelakunya bisa terjadi di mana dan kapan saja.

Interaksi sosial memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan. Misalnya, untuk berbagi cerita atau bertukar pendapat mengenai sebuah masalah yang terjadi. Proses ini terjadi sebagai bentuk timbal balik antara dua orang atau lebih.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial tidak dapat terjadi apabila syarat terjadinya interaksi sosial tidak bisa terpenuhi. Ada beberapa syarat agar interaksi sosial bisa terjadi. Di antara syarat tersebut, ada yang merupakan syarat utama dan syarat pendukung. Berikut adalah 5 syarat interaksi sosial, yaitu:

Terdapat Minimal Dua Orang atau Lebih

Syarat pertama dan merupakan syarat pendukung agar interaksi bisa terjadi adalah ada dua orang atau lebih. Apabila hanya ada satu orang yang melakukan interaksi sosial maka orang tersebut merupakan sebuah kajian psikologi. Interaksi yang terjalin oleh dua orang atau lebih maka akan terlaksana sebuah komunikasi dan kontak sosial.

Sarana untuk melakukan interaksi sosial adalah bahasa. Saat melakukan proses interaksi sosial, setiap individu bisa mengenal dan memahami pribadi diri individu yang menjadi lawan interaksi. Tanpa adanya interaksi sosial yang terjadi, seseorang akan sulit untuk memahami satu sama lainnya.

Baca juga: Dampak Gejala Sosial di Masyarakat

Memiliki sebuah Tujuan

Syarat terjadinya interaksi sosial berikutnya adalah memiliki tujuan yang serupa. Dalam interaksi tujuan memiliki peran yang penting, karena tujuan akan mempererat sebuah hubungan. Apabila interaksi sosial dilakukan tanpa memiliki tujuan bersama maka interaksi sosial yang terjadi bisa menjadi tidak efektif.

Contohnya, ketika ada seseorang yang bercerita mengenai masalah yang dialaminya sampai menangis dan lawan interaksi akan mendengarkan dan menanggapi cerita tersebut maka tujuan bersama akan tercapai.

Tetapi, apabila lawan bicara tidak memberikan respons yang baik atau tidak mendengarkan maka tujuan bersama dari interaksi sosial yang dilakukan tidak berhasil atau tidak tercapai. Oleh karena itu, tujuan bersama adalah hal yang sangat perlu dimiliki agar interaksi sosial bisa terjadi secara baik dan lancar.

Memiliki Kesamaan Konsep

Proses interaksi sosial adalah hubungan yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Keberadaan interaksi sosial sangat penting di dalam masyarakat. Interaksi sosial juga dapat terjadi jika memiliki kesamaan konsep.

Contohnya, jika seseorang melakukan interaksi dengan orang asing, maka orang tersebut akan memakai bahasa asing untuk bisa memulai interaksi. Apabila orang tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan menggunakan bahasa asing, maka interaksi sosial akan terjadi secara lancar.

Namun, jika orang tersebut tidak memiliki kemampuan untuk berbicara bahasa asing, maka interaksi sosial yang terjadi memiliki kendala. Berdasarkan contoh tersebut, maka bisa dikatakan bahwa orang yang memiliki kemampuan berinteraksi menggunakan bahasa asing memiliki kesamaan konsep dengan orang asing.

Sebaliknya, jika orang yang mencoba berinteraksi tanpa memiliki kemampuan untuk berbicara bahasa asing, maka kedua pihak tersebut tidak memiliki kesamaan konsep yang membuat interaksi sosial terjadi dengan hambatan. Interaksi sosial akan sulit dilakukan dengan keterbatasan-keterbatasan yang membuat ketidaksamaan konsep yang dimiliki.

Baca juga: Cara Pengendalian Sosial di Masyarakat

Kontak Sosial

Memiliki tujuan yang sama, kesamaan konsep, serta terdapat dua orang atau lebih bisa dikatakan sebagai syarat pendukung interaksi sosial. Syarat utama agar interaksi sosial bisa terjadi adalah kontak sosial.

Kontak sosial merupakan hubungan seseorang dengan orang lain yang dilakukan melalui komunikasi dengan maksud dan tujuan masing-masing. Kontak sosial dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Kontak sosial adalah proses awal terjadinya sebuah interaksi sosial.

Kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif akan mengarah pada kerjasama untuk tujuan bersama. Sementara itu, kontak sosial negatif lebih mengarah pada suatu pertengkaran atau pemutusan interaksi sosial. Kontak sosial memiliki tiga bentuk yaitu kontak sosial yang terjadi antar individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok.

Tiga Bentuk Kontak Sosial

  • Kontak sosial di antara individu yang terjadi pada lingkungan keluarga, misalnya balita yang mulai mengetahui dan mengenal keluarganya. Kontak individu dengan individu akan menghasilkan sebuah kebiasaan baru. Misalnya, ketika seseorang pindah rumah ke lokasi yang berbeda maka orang tersebut akan mengenal orang baru yang ada di lingkungan baru.
  • Kontak sosial yang terjadi antara individu dengan kelompok, misalnya di dalam sebuah acara konser. Kontak yang terjadi adalah penyanyi yang menyapa semua penonton acara konser tersebut.
  • Bentuk kontak sosial antar kelompok, misalnya kerjasama yang dilakukan oleh sebuah kelompok. Kontak sosial yang terjadi juga bisa menimbulkan persaingan di antara kelompok tersebut.

Dua Kelompok Kontak Sosial

  • Kontak sosial dapat dikelompokkan menjadi dua, kontak sosial primer dan kontak sosial sekunder. Kontak sosial primer merupakan kontak yang terjadi tanpa perlu melakukan kontak fisik saja, misalnya melalui bahasa tubuh, percakapan, tatap muka, atau hanya melambaikan tangan. Kontak sosial primer dapat terjadi dengan adanya kehadiran dari orang yang melakukan interaksi sosial.
  • Kontak sosial sekunder adalah kontak sosial yang terjadi tanpa adanya tatap muka atau secara tidak langsung. Misalnya, komunikasi yang dilakukan melalui telepon, email, surat, atau media lainnya. Kontak sosial sekunder bisa dilakukan tanpa harus adanya kehadiran langsung orang yang melakukan interaksi.

Baca juga:

Komunikasi

Salah satu syarat terjadinya interaksi sosial adalah komunikasi. Komunikasi dan kontak sosial merupakan syarat utama dari interaksi sosial. Komunikasi bisa diartikan sebagai hubungan antar seseorang dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut sebagai komunikator, sementara orang yang menerima komunikasi disebut sebagai komunikan.

Pesan merupakan suatu hal yang disampaikan oleh komunikator, pesan tersebut dapat berbentuk instruksi atau informasi. Dalam melakukan komunikasi diperlukan sebuah media. Media merupakan alat untuk menyampaikan komunikasi, baik secara lisan atau tulisan.

Komunikasi dapat dibagi menjadi dua, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.

  • Komunikasi verbal adalah komunikasi yang dilakukan secara langsung menggunakan lisan atau kata-kata oleh seseorang. Komunikator akan berbicara mengenai hal yang ingin dibicarakan kepada lawan bicara.
  • Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang digunakan menggunakan tulisan. Contoh dari komunikasi nonverbal, misalnya poster, spanduk, atau bentuk lainnya.

Suatu komunikasi bisa berhasil jika pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh komunikan dengan jelas dan baik. Oleh karena itu, jika komunikasi ingin berlangsung dengan baik maka media yang digunakan harus sesuai dengan tujuan dari pesan yang ingin disampaikan.

Umumnya, bentuk komunikasi yang banyak digunakan merupakan komunikasi verbal, karena dianggap lebih efektif dalam menyampaikan sebuah pesan yang dimaksud.

Selain syarat, interaksi sosial juga bisa terjadi dengan adanya faktor pendorong. Interaksi sosial adalah proses yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dalam bersosialisasi untuk menjalin hubungan yang lebih baik.

Ternyata, tanpa disadari terdapat syarat-syarat yang perlu dipenuhi agar interaksi sosial bisa dilakukan. Walaupun interaksi sosial selalu dikaitkan dalam bentuk positif, ada juga hal-hal yang bisa menjadi faktor untuk memutus interaksi sosial tersebut.

Posted on

Gejala Sosial: Pengertian, Bentuk, Dampak, Faktor Penyebab

pengertian-dan-dampak-gejala-sosial

Setiap hari masyarakat pasti merasakan resah dengan timbulnya masalah. Masalah tersebut diawali dengan timbulnya gejala sosial di masyarakat. Sebelum berkembang menjadi sebuah masalah yang besar dan sulit teratasi, suatu gejala sosial perlu ditangani dengan baik.

Orang yang memiliki pengetahuan dan mampu melakukan kontrol dalam dirinya akan berusaha untuk menjauhi hal-hal buruk. Namun, tanpa disadari keadaan tertentu mendorong seseorang melakukan hal-hal yang bisa menjadi fenomena sosial di masyarakat. Dalam hal ini setiap individu memiliki peran masing-masing dalam mencegah timbulnya masalah sosial.

Pengertian Gejala Sosial

Gejala sosial adalah sebuah fenomena yang muncul dan ditandai dengan adanya permasalahan sosial yang dapat memengaruhi atau dipengaruhi oleh individu dalam lingkungannya. Fenomena sosial tersebut bisa terjadi jika terdapat perubahan sosial dalam masyarakat.

Perubahan ini memiliki potensi menimbulkan berbagai dampak yang sulit dihindari. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengetahui dan mengantisipasi hal tersebut.

Baca juga: Pengendalian Sosial

Contoh Gejala Sosial di Masyarakat

Contoh gejala sosial dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Contoh-contoh tersebut biasanya merupakan sebuah hal yang negatif dan berusaha untuk dihindari. Beberapa contoh gejala sosial di masyarakat, yaitu:

Tindak Kejahatan

Berbagai macam kejahatan yang muncul diawali dengan adanya peniruan, asosiasi yang berbeda, citra diri yang agresif, implementasi peran sosial, serta kekecewaan. Hal tersebut dapat dipicu dengan kepemilikan gaya hidup konsumsi yang tidak sesuai dengan penghasilan yang dimiliki.

Kemiskinan

Kemiskinan merupakan sebuah situasi keadaan seseorang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dan tidak bisa mempertahankan standar hidup dalam kelompok. Kemiskinan dilihat sebagai suatu kondisi seseorang yang tidak memiliki kondisi ekonomi yang cukup untuk bisa memenuhi standar hidup.

Masalah ini hadir karena adanya institusi sosial pada bidang ekonomi yang tidak bisa berjalan dengan semestinya.

Masalah Masyarakat Generasi Muda

Hal ini terjadi ditandai dengan adanya dua sifat yang saling berlawanan, yaitu sifat apatis dan ingin bertarung. Sikap apatis diwujudkan sebagai tindakan yang membabi buta yang disesuaikan dengan standar moral yang dimiliki oleh generasi yang lebih tua.

Sementara itu, keinginan untuk bertarung terwujud sebagai suatu sikap radikalisme yang sangat berbahaya.

Disorganisasi Keluarga

Bentuk disorganisasi keluarga yaitu keluarga yang tidak lengkap akibat dari perceraian, hubungan di luar nikah, krisis keluarga, komunikasi antar anggota keluarga yang buruk, gangguan mental, dan masalah keluarga lainnya. Anggota keluarga gagal untuk melakukan tanggung jawab sesuai perannya masing-masing.

Pelanggaran Standar Masyarakat

Saat ini banyak muncul pelanggaran yang tidak sesuai dengan nilai sosial dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya, gejala sosial alkoholisme, korupsi, kenakalan remaja, pelacuran, dan contoh lainnya.

Perang

Perang adalah bentuk dari suatu konflik yang terjadi di antara kelompok atau negara yang kemudian berakhir dengan penempatan.

Bentuk Gejala Sosial

Gejala sosial di masyarakat dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk atau jenis. Berikut merupakan beberapa bentuk gejala sosial, yaitu:

Gejala Sosial Budaya

Indonesia merupakan negara dengan keberagaman budaya yang sangat kaya, oleh karena itu setiap masyarakat harus bisa menghormati kebudayaan masing-masing. Seseorang tidak boleh melanggar batas-batas jika masuk ke dalam suatu budaya yang berbeda.

Hal tersebut tidak hanya berlaku di Indonesia, namun masyarakat juga harus bisa menghargai kebudayaan yang dimiliki oleh negara lain. Budaya yang beragam dapat menimbulkan gejala sosial, misalnya pemalsuan buaya asing dan lainnya.

Gejala Sosial Ekonomi

Tingkat perekonomian seseorang yang dilihat berdasarkan penghasilan dapat memicu terjadinya gejala sosial. Fenomena sosial yang terjadi memiliki kaitan yang erat dengan ekonomi masyarakat. Apabila ada orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan, maka akan muncul berbagai fenomena sosial yang bisa terjadi.

Fenomena sosial tersebut seperti pengangguran, populasi yang meningkat, kemiskinan, dan contoh lainnya.

Gejala Sosial Psikologis

Perilaku yang dimiliki seseorang dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari sangat dipengaruhi oleh psikologi. Apabila orang memiliki masalah kejiwaan maka besar kemungkinan orang tersebut akan menimbulkan gejala sosial di lingkungan. Contoh dari gejala sosial psikologis yaitu bid’ah.

Gejala Sosial dari Lingkungan Alam

Hal-hal yang terjadi pada lingkungan alam akan berpengaruh pada kehidupan manusia. Gejala sosial tersebut muncul karena faktor alam serta ulah manusia yang mengakibatkan berbagai kerusakan pada alam. Misalnya, kebiasaan membuang sampah di sungai. Hal tersebut bisa menimbulkan banjir yang nantinya berdampak pada kesehatan masyarakat.

Perbedaan Gejala Sosial dan Masalah Sosial

Gejala sosial dan masalah sosial terdengar sebagai suatu hal yang mirip. Sebenarnya apakah gejala sosial dan masalah sosial merupakan hal yang sama? Gejala sosial berbeda dengan masalah sosial. Gejala sosial yang terjadi secara terus menerus dan bisa menjadi sebuah masalah sosial apabila tidak bisa ditangani dengan baik.

Faktor Penyebab Gejala Sosial

Gejala sosial hadir didukung oleh dua faktor penyebab, yaitu faktor kultural dan faktor struktural. Berikut merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya gejala sosial, yaitu:

Faktor Kultural

Faktor kultural atau faktor budaya hadir dari nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat. Hal tersebut akan tumbuh sebagai pola pikir yang dimiliki oleh orang yang berada di lingkungan tersebut. Contoh dari faktor kultural yang menyebabkan gejala sosial, misalnya kemiskinan, perilaku menyimpang, kerja bakti, gotong royong, dan sebagainya.

Faktor Struktural

Faktor struktural merupakan sebuah keadaan yang timbul dalam memengaruhi struktur. Struktur yang dimaksud merupakan hal yang disusun menggunakan pola tertentu. Faktor tersebut bisa diketahui dengan melihat pola hubungan manusia dengan kelompok dalam kehidupan bermasyarakat.

Contoh dari faktor sosial yang menyebabkan gejala sosial, yaitu penyuluhan sosial, interaksi antar individu, interaksi individu dengan kelompok, interaksi antar kelompok, jangkauan sosial dan sebagainya.

Dampak Gejala Sosial

Gejala sosial dapat memberikan dampak untuk kehidupan manusia. Dampak yang hadir bisa berupa dampak positif atau negatif untuk masyarakat. Berikut merupakan dampak positif dan negatif dari gejala sosial, yaitu:

Dampak Positif

Gejala sosial yang terjadi tidak bisa diabaikan begitu saja. Hal tersebut harus disikapi secara bijak dan dewasa oleh setiap orang. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat berubah menjadi hal yang positif apabila diantisipasi dengan baik. Misalnya, kemajuan yang cepat dalam bidang teknologi dan informasi.

Perubahan teknologi dan informasi dapat dilihat dari dua sisi. Untuk memperoleh hasil yang optimal dari perubahan teknologi maka setiap orang harus berusaha fokus dengan dampak positif dari perkembangan teknologi. Adanya perkembangan teknologi yang cepat membuat berbagai keperluan manusia juga bisa dilakukan secara cepat dan efektif.

Contohnya, penggunaan smartphone untuk berinteraksi melalui telepon atau chatting.

Dampak Negatif

Selain sikap dewasa yang bisa membuat gejala sosial memiliki dampak positif. Gejala sosial juga memberikan banyak dampak negatif untuk kehidupan masyarakat. Jika individu tidak mampu untuk menerima perubahan yang terjadi secara cepat maka individu tersebut akan mengalami culture shock.

Rasa tidak mampu yang dimiliki individu untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan membuat seseorang melakukan perilaku yang menyimpang dan memunculkan berbagai macam gejala sosial lainnya di masyarakat.

Walaupun sulit untuk dihindari, gejala sosial di masyarakat bisa memberikan dampak yang positif asalkan setiap orang mampu bersikap secara bijak dan dewasa. Sebagai seorang individu dan masyarakat, semua orang harus bisa berusaha untuk menjauhi berbagai hal yang dapat menimbulkan gejala sosial bahkan masalah sosial.

Posted on

Pengendalian Sosial: Pengertian, Fungsi, Contoh dan Cara Pengendalian Sosial di Masyarakat

pengertian-pengendalian-sosial

Walaupun masyarakat memiliki pilihan sendiri untuk menjalani hidupnya, tetapi tentu saja kebebasan tersebut memiliki batasan-batasan. Pengendalian sosial dalam masyarakat perlu dilakukan untuk bisa mengatur masyarakat supaya tercipta sebuah kehidupan yang aman dan tentram.

Pengendalian sosial bisa diberikan kepada siapa saja dan mulai dikenalkan oleh keluarga sejak anak masih kecil. Hal tersebut perlu dilakukan agar anak bisa mengerti dan sudah terbiasa untuk mengikuti norma dan nilai-nilai yang ada di masyarakat. Orang-orang yang bisa berpikir rasional akan berusaha untuk menjauhi perilaku menyimpang.

Pengertian Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan masyarakat untuk mencegah adanya penyimpangan sosial yang terjadi di lingkungan. Masyarakat akan mengajak setiap orang untuk memiliki perilaku dan sikap yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

Pengendalian sosial merupakan proses yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat dengan berbagai cara agar setiap masyarakat bisa bertingkah laku dengan baik. Tujuan dari pengendalian sosial yaitu untuk menjaga dan menciptakan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat. Upaya pengendalian serta pengawasan yang dilakukan akan membuat masyarakat lebih teratur.

Baca juga: Perbedaan Nilai Sosial Nilai Moral

Cara Pengendalian Sosial dalam Masyarakat

Terdapat dua sifat pengendalian sosial, yaitu pengendalian preventif dan represif. Pengendalian sosial preventif dilakukan untuk mencegah agar pelanggaran tidak terjadi atau dilakukan sebelum pelanggaran terjadi. Pengendalian represif merupakan pengendalian yang dilakukan untuk memulihkan keadaan seperti sebelum terjadinya pelanggaran.

Penggunaan cara pengendalian sosial juga akan bergantung pada pihak yang memberikannya. Ada banyak cara pengendalian sosial yang dilakukan berdasarkan ahli. Berikut merupakan cara pengendalian sosial yang bisa dilakukan, yaitu:

Pengendalian Sosial Persuasif dan Koersif

Cara persuasif dilakukan dengan pendekatan yang berupa bimbingan atau ajakan agar orang bisa berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang ada. Pengendalian ini bisa dilakukan secara lisan maupun simbolis. Orang yang melakukan bimbingan berbicara secara langsung dengan anggota masyarakat secara baik-baik.

Pengendalian sosial yang dilakukan secara simbolis dapat dilakukan menggunakan tulisan, iklan layanan masyarakat, atau poster. Sementara itu, cara koersif dilakukan dengan pendekatan kekerasan atau ancaman yang mengandalkan kekuatan fisik.

Hal tersebut bertujuan agar pelaku tidak berani mengulangi perbuatan yang salah. Pengendalian sosial koersif dilakukan sebagai bentuk upaya terakhir jika semua upaya pencegahan yang dilakukan tidak berhasil.

Pengendalian Sosial Melalui Institusi dan Noninstitusi

Cara pengendalian yang dilakukan melalui institusi dapat dilakukan oleh lembaga-lembaga yang ada, misalnya lembaga keluarga, pendidikan agama, politik, dan lembaga lainnya. Cara pengendalian yang dilakukan melalui noninstitusi merupakan cara pengendalian yang dilakukan di luar institusi. Misalnya, dilakukan oleh individu yang saling tidak mengenal.

Pengendalian Sosial dengan Cara Pemberian Imbalan dan Hukuman

Cara pengendalian sosial yang dilakukan dengan pemberian imbalan hadir sebagai bentuk preventif. Seseorang akan memperoleh imbalan jika bisa berperilaku sesuai dengan norma di masyarakat. Cara pengendalian menggunakan hukuman biasanya bersifat represif. Cara ini dilakukan untuk membuat pelanggar menjadi jera.

Fungsi Pengendalian Sosial

Kehadiran pengendalian sosial memiliki fungsi yang sangat penting agar kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat dapat diwujudkan. Berikut merupakan fungsi-fungsi pengendalian sosial, yaitu:

Menumbuhkan Rasa Malu

Setiap orang pasti memiliki rasa malu yang ada di dalam diri, terutama jika berkaitan dengan harga diri. Hukuman sosial yang didapatkan individu dari hasil melanggar sebuah aturan akan membuat individu tersebut merasa malu dan menyesal.

Menjaga Ketertiban dalam Masyarakat

Setiap masyarakat memiliki nilai dan norma yang berlaku. Nilai dan norma tersebut digunakan sebagai suatu panduan untuk bertingkah laku dalam masyarakat. Umumnya, terdapat hukuman atau konsekuensi yang akan didapatkan jika melanggar nilai dan norma tersebut. Adanya hukuman akan membuat orang takut dan mengikuti aturan yang ada di lingkungan.

Meyakinkan Masyarakat untuk Mengikuti Norma yang Berlaku

Sebuah kontrol sosial yang dilaksanakan dengan baik akan meningkatkan dan membentuk keyakinan masyarakat. Masyarakat akan memiliki pikiran bahwa peraturan yang diciptakan adalah untuk kebaikan dirinya dan lingkungan.

Memberikan Imbalan

Berhubungan dengan harga diri yang dimiliki setiap orang, jika individu selalu taat dan mengikuti norma yang berlaku dengan baik maka akan memperoleh imbalan. Imbalan yang diperoleh bisa langsung atau tidak langsung. Misalnya, ketika ada seseorang yang taat maka proses pengurusan berkas-berkas dengan pejabat masyarakat akan berlangsung lebih lancar.

Membuat Sistem Hukum

Sistem hukum juga merupakan implementasi dari kontrol sosial. Kontrol sosial merupakan sistem hukum yang dibuat secara resmi yang di dalamnya memuat sanksi atau hukuman untuk masyarakat yang tidak bisa menaati peraturan.

Contoh Pengendalian Sosial

Pengendalian sosial dilakukan oleh banyak pihak, bahkan keluarga sendiri. Hal tersebut dilakukan agar individu tidak terjerumus pada hal yang menyimpang. Beberapa contoh pengendalian sosial dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  1. Orang tua yang mendidik anaknya sambil menumbuhkan kesadaran pada anak. Anak dididik untuk bisa menyesuaikan diri dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat dan mencegah anak melakukan pelanggaran terhadap norma.
  2. Keberadaan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalan yang dibuat untuk keselamatan masyarakat.
  3. Pemberian nasihat oleh guru bimbingan konseling sebagai upaya pengendalian sosial secara preventif. Guru mengedukasi setiap siswa untuk menjauhi penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang yang bisa menghancurkan masa depan.
  4. Guru yang mengajarkan agama, budi pekerti, serta tata krama di dalam kelas. Hal tersebut bisa diselipkan saat melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas.
  5. Aturan yang dibuat oleh pihak yang berwenang yang melarang seseorang melakukan kejahatan yang dapat membahayakan orang lain dan lingkungan. Apabila hal tersebut terjadi maka individu akan memperoleh hukuman.
  6. Ajaran agama yang dilakukan oleh tokoh agama mengenai pentingnya mematuhi setiap perintah Tuhan dan belajar mengendalikan diri dari perilaku menyimpang.
  7. Pembinaan atau terapi yang dilakukan oleh petugas kesehatan untuk narapidana atau korban. Hal tersebut lebih dikenal sebagai rehabilitasi. Keberadaan rehabilitasi memiliki manfaat agar orang yang bersangkutan bisa hidup sehat.

Ciri-Ciri Pengendalian Sosial

Bentuk pengendalian sosial yang terjadi dalam masyarakat memiliki banyak bentuk. Misalnya melalui pendidikan, agama, teguran, gosip, sanksi, intimidasi, dan ostrasisme. Semua bentuk tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan terjadinya suatu penyimpangan sosial atau bahkan sebagai hukuman.

Salah satu bentuk pengendalian sosial yang banyak dijumpai adalah gosip. Gosip dilakukan untuk membicarakan kesalahan yang dilakukan dengan tujuan orang yang dibicarakan merasa malu. Keberadaan pengendalian sosial dalam masyarakat dapat dilihat dengan mengetahui karakteristiknya. Berikut merupakan ciri-ciri pengendalian sosial, yaitu:

  1. Ada metode atau cara yang digunakan untuk membuat individu atau masyarakat tertib.
  2. Kontrol sosial dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan sebuah stabilitas terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat.
  3. Pengendalian sosial dilakukan oleh banyak pihak, walaupun dalam beberapa kejadian pihak yang melakukan tidak menyadari telah melakukan pengendalian sosial.
  4. Kontrol sosial dari individu ke individu lainnya atau dari kelompok ke individu dan kelompok lain.

Individu pasti membutuhkan sebuah interaksi dalam kehidupannya sehari-hari. Namun, apabila individu tidak mampu berinteraksi secara baik dan memiliki hasrat buruk dalam dirinya bisa menimbulkan sebuah perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang ini perlu dihindari agar tidak melanggar norma dan nilai yang ada.

Posted on

Nilai Sosial: Pengertian, Ciri, Fungsi, Sumber dan Perbedaan dengan Nilai Moral

pengertian-nilai-sosial

Setiap daerah memiliki nilai sosialnya masing-masing. Nilai sosial dalam masyarakat akan berbeda untuk setiap daerah. Setiap anggota masyarakat yang tergabung dalam kelompok masyarakat perlu melakukan setiap nilai yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.

Awalnya nilai sosial timbul karena ada proses interaksi yang dilakukan oleh masyarakat tersebut. Sehingga, terkadang banyak orang yang salah memandang nilai sosial di daerah lainnya. Hal tersebut dikarenakan nilai sosial yang dianggap kurang baik dalam lingkungan, bisa saja merupakan nilai sosial yang biasa dan umum di tempat lainnya.

Pengertian Nilai Sosial

Nilai sosial adalah nilai yang dimiliki dan dianut oleh suatu kelompok masyarakat mengenai hal yang baik dan buruk. Penentu bahwa suatu hal bisa dikatakan sebagai hal yang baik atau buruk perlu melalui proses terlebih dahulu. Keberadaan nilai sosial sangat dipengaruhi oleh budaya yang ada di daerah tersebut.

Contoh Nilai Sosial dalam Masyarakat

Nilai sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat. Beberapa contoh nilai sosial yang hadir dalam masyarakat, yaitu:

Contoh Nilai Sosial dalam Mengukur suatu Perilaku Sosial

Seorang guru sekolah akan berpegang secara teguh mengenai cara berpenampilan yang sederhana adalah hal yang sangat penting. Hal tersebut membuat siswa-siswa setuju dan akan terus menghormati guru yang konsisten dengan prinsipnya.

Contoh Nilai Sosial dalam Berhubungan dengan Orang Lain

Ketika terdapat sebuah antrean, individu akan berusaha untuk mengantre dan tidak menyalip. Menghargai orang yang mengantre akan membuat lingkungan menjadi lebih tertib.

Contoh Nilai Sosial sebagai Sumber Ideologi

Apabila seseorang percaya bahwa penting untuk selalu melakukan hal secara adil maupun kepada orang yang tidak disukai. Maka nilai sosial berupa keadilan adalah sumber ideologi yang digunakan oleh orang tersebut.

Contoh Nilai Sosial dalam Menentukan Cara Pikir

Seseorang merasa yakin dan percaya bahwa untuk bisa menjadi seseorang yang sukses adalah dengan berusaha selalu bangkit dalam menghadapi setiap kegagalan. Artinya, kegagalan adalah proses yang dipercaya oleh orang tersebut akan mengantarkannya kepada kesuksesan.

Contoh Nilai Sosial dalam Kehidupan Keluarga

Orang tua yang mendidik dan mengajarkan anak-anaknya untuk terbiasa melakukan etika ketika melakukan berbagai hal. Misalnya, etika makan, etika berbicara, dan lainnya.

Contoh Nilai Sosial dalam Menentukan Motif

Semua orang tau bahwa praktik suap adalah hal yang buruk, baik itu memberi atau menerima suap. Praktik suap memiliki risiko hilangnya sebuah integritas yang ada di dalam diri. Oleh karena itu, akan timbul perasaan untuk menolak atau melaporkan praktik suap yang terjadi pada pihak berwenang.

Fungsi Nilai Sosial

Nilai sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat memiliki fungsi untuk setiap anggota masyarakat. Berikut merupakan beberapa fungsi dari nilai sosial dalam masyarakat, yaitu:

  1. Nilai sosial merupakan alat solidaritas untuk setiap anggota kelompok di dalam masyarakat.
  2. Nilai sosial berfungsi sebagai media pengawas yang memiliki daya tekan dan daya ikat. Nilai bisa menuntun atau menekan individu untuk berbuat hal yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Nilai sosial merupakan penentu bagi individu atau kelompok dalam melakukan peran sosial yang ada di kehidupan bermasyarakat.
  4. Nilai sosial menyumbangkan seperangkat alat yang dapat digunakan untuk menetapkan derajat sosial seseorang atau kelompok.
  5. Nilai sosial membentuk pola pikir dan tingkah laku individu dalam menjalani kehidupan dalam masyarakat.

Perbedaan Nilai Sosial dan Moral

Banyak orang yang merasa bingung mengenai perbedaan nilai sosial dan moral. Berikut merupakan beberapa perbedaan antara nilai sosial dengan moral, yaitu:

  1. Nilai sosial adalah bentuk dari suatu nilai yang berhubungan dengan pergaulan individu di dalam masyarakat. Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan etika dan akhlak seseorang.
  2. Nilai sosial bisa bersifat menerima atau menentang aspek tertentu yang terdapat dalam masyarakat yang mengakibatkan terjadinya suatu kesulitan. Nilai moral bersifat menerima atau menentang suatu hal dalam kehidupan sehari-hari untuk hubungan yang lebih privat.
  3. Nilai sosial didasarkan pada persepsi individu mengenai yang diyakini dapat meningkatkan diri sendiri maupun lingkungan. Nilai moral didasari pada persepsi individu mengenai apa yang diyakini sebagai suatu hal yang penting untuk menjadi seseorang yang benar.
  4. Nilai sosial merupakan bagian dari budaya yang memutuskan apa yang dipimpin oleh budaya tersebut. Nilai moral lebih bersifat pribadi dan bisa diidentifikasi sebagai warisan yang terdapat dalam diri.

Sumber Nilai Sosial

Terciptanya suatu nilai sosial yang diketahui saat ini berasal dari banyak sumber. Berikut merupakan sumber nilai sosial dalam masyarakat, yaitu:

Nilai yang Bersumber dari Tuhan

Seseorang akan mengetahui nilai-nilai dari ajaran agama yang terdapat dalam kitab suci. Nilai-nilai tersebut dijadikan sebuah petunjuk atau pedoman dalam berperilaku dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan ajaran agama. Misalnya, nilai sederhana, kasih sayang, jujur, dan nilai lainnya. Nilai yang bersumber dari Tuhan disebut juga dengan nama nilai theonom.

Nilai yang Bersumber dari individu

Setiap individu memiliki nilai-nilai baik yang terdapat dalam dirinya. Contoh nilai dari individu yaitu kerja keras dan giat yang akan membuat individu tersebut selalu berusaha bekerja untuk memperoleh kesuksesan.

Nilai yang Bersumber dari Masyarakat

Umumnya, masyarakat memiliki pandangan yang sama terhadap isu-isu yang ada. Cara pandang tersebut dijadikan sebuah pedoman untuk berperilaku sehari-hari. Misalnya, sopan kepada semua orang, baik orang tua maupun siapa saja. Nilai yang bersumber dari kesepakatan banyak orang dikenal sebagai nilai heteronom.

Ciri-Ciri Nilai Sosial

Nilai sosial yang ada di dalam kehidupan masyarakat sangat beragam. Di dalam kehidupan bermasyarakat, nilai sosial bersumber dari nilai-nilai kehidupan lainnya. Pada perkembangannya, nilai sosial juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan alam dan sosial daerah tersebut. Terdapat beberapa ciri dari nilai sosial yang hadir di tengah masyarakat. Berikut adalah ciri-ciri nilai sosial, yaitu:

  1. Nilai sosial diperoleh dari bentuk transformasi yang didapat dari proses belajar, seperti difusi, sosialisasi, dan enkulturasi. Misalnya, anak akan mengetahui arti persahabatan di dalam maupun di luar sekolah.
  2. Tidak dibawa dari lahir, namun diperoleh dari hasil interaksi yang dilakukan dengan manusia lainnya.
  3. Memengaruhi diri individu dalam kehidupan bermasyarakat.
  4. Nilai sosial memiliki perbedaan di setiap kelompok masyarakat.
  5. Dampak yang ditimbulkan pada perilaku setiap individu berbeda-beda.

Jenis Nilai Sosial dalam Masyarakat

Nilai sosial dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, nilai yang telah mendarah daging serta nilai dominan.

Nilai sosial yang telah mendarah daging adalah nilai yang berasal dari individu yang bersangkutan dan sudah menjadi kebiasaan. Oleh karena itu, ketika akan melakukan suatu hal tidak membutuhkan proses berpikir lagi. Misalnya rasa hormat kepada orang yang lebih tua dan rasa sayang kepada orang yang lebih muda.

Nilai dominan adalah nilai yang dirasa lebih penting apabila dibandingkan dengan nilai lainnya. Nilai tersebut terbentuk dari budaya yang ada di lingkungan tersebut. Misalnya, penggunaan jempol untuk menunjukkan sesuatu atau membungkuk saat lewat di depan orang yang lebih tua.

Peran nilai sosial sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Menerapkan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari memiliki arti bahwa saling menghargai dengan anggota masyarakat lainnya. Banyak hal positif yang bisa dirasakan dan diperoleh dari penerapan nilai-nilai sosial di masyarakat.

Posted on

Kafe di Metro Lampung

rekomendasi kafe di metro lampung

Kegiatan pekerjaan dan aktivitas lainnya sering membuat kita lelah. Biasanya orang-orang akan mengunjungi tempat-tempat untuk penyegaran badan dan otak.

Kafe termasuk jadi pilihan bagi banyak orang untuk berkumpul dan berbincang dengan teman dan keluarga.

Berikut rekomendasi kafe yang ada di metro Lampung.

Betrix cafe

LokasiImopuro, Metro Pusat, Kota Metro, Lampung
Jam buka 10.00 – 23.00 WIB

Kafe yang berada di pusat kota metro ini emang pas buat nongkrong bareng temen-temen, kata Singgih sebagai pengunjung setia Betrix Cafe. 

Ada lagi review dari Ran, katanya. 

Tempat yg nyaman,asik buat tongkrongan anak muda.. udah saya anggep jadi basecamp juga tu. hehe

Makanannya enak enak, begitu pula minumannya,full music,deket masjid taqwa juga, jadi di kalau psas masuk waktu sholat, bisa langsung ke masjid. 

Dari sisi rasa, ada komentar baik dari Alfiando, Makannya enak apalagi nasi gorengnya. 

Planet Café, Soekarno Hatta Kota Metro

LokasiJalan Soekarno Hatta Kota Metro
Jam buka 09.00 – 23.00 WIB

Kafe ini berlokasi di tempat ramai. 

Kafe ini paling ramai dikunjungi mulai dari jam 2 siang sampai jam 8 malam (sumber: Google Business). 

Berikut review dari pengunjung kafe. 

Zuki rama

Planet Cafe, salah satu dari sekian banyak tempat nongkrong mengasyikkan yang terdapat di kota Metro, Lampung. Tempatnya asli nyaman, dengan tata ruangan yang unik dan Instagramable, ada pajangan motor vespa di dalam cafenya.

Apalagi kalau malam hari, semakin syahdu dengan penerangan cafe yang agak-agak temaram, bikin suasana jadi romantis, cocok banget buat berduaan bersama yang tersayang. Apalagi cafe ini tidak begitu ramai, jadi makin asyik.

Muchlis

Kafe murah, harga pelajar.

Nugroho 

Mantap gaes lokasi cari aja di map tepat kok. 

Makan ditata rapih ya kak pada presentasinya. 

Ada banyak menunya loh. Sebagai penutup ada dessert nya kok. 

Green Garden Café

Lokasi Syahrir 16C, Jalan Sutan Dumas, Mulyojati, Kota Metro, Lampung 
Jam operasional 11.00 – 22.00 WIB

Berikut review dari pengunjung kafe. 

Dicky

Tempatnya enak buat nongkrong sama temen-temen. 

Dilihat dari ulasan, kebanyakan pengunjung kasih bintang 5 untuk nilai kafe ini. 

MANJAW Metro Lampung

Lokasi Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro, Lampung
Jam operasional Buka 24 jam

Review pengunjung. 

Dari Dr wijayanto

Overall lumayan lahh. 

Yusman

Tempat nongkrong bersama teman dan rekan atau pasangan yg santai. 

Erian

Lokasinya sangat artistik 

The Vintage Café

Lokasi Jl. Jendral Sudirman No.370, Ganjaragung, Kec. Metro Bar., Kota Metro, Lampung
Jam operasional 10.00 – 22.00 WIB 

Tempatnya asik buat ngobrol. Simak sendiri review dari pengunjung nya. 

Nurul hidayati

Tempat yang bagus dan nyaman untuk menikmati obrolan sore dengan teman dan orang yang dicintai.  Interiornya indah, menggambarkan nama kafe ini, sangat vintage.  Tapi saya lebih suka pemandangan di sekitar.  

WiFi tidak berfungsi, dan steker listrik sulit ditemukan, jadi jika Anda ingin mencari tempat untuk melakukan pekerjaan atau tugas kuliah Anda, ini bukan pilihan terbaik.

Tika rahayu

Nyaman.  Makanan dan minumannya enak.  Harga bagus.  Ramah keluarga

5.    5. El’s Coffe Metro

Lokasi Imopuro, Metro Pusat, Kota Metro, Lampung
Jam operasional 09.00 – 21.30 WIB 

Hai pecinta kopi, barangkali ada informasi menarik dari revoew pengunjung dibawah ini. 

Jimmy

Tempat yang bagus untuk menghabiskan waktu, rehat kopi, nongkrong biasa. 

Matias

Makanannya enak, pelayanan bagus

Azka

Tempat nya nyaman, mojito dan mocatellanya sipp. 

Aditya

Tempatnya nyaman sekali, apalagi makanannya. Two ways chicken nya sangat recommended. Kopinya juga enak banget. 

Bejo’s Milk

Lokasi Jalan AH Nasution, Yosodadi, Kecamatan Metro Timur
Jam operasional 10.00 – 23.00 WIB 

Simak ulasan-ulasan positif tentang Bejo’s milk. 

Nau fal

Tiba di sana sekitar jam 4 sore di hari kerja. Saya pikir saya adalah satu-satunya pelanggan.

Memesan latte dan kentang goreng.  Latte cukup baik, tetapi terlalu manis.  Saya seharusnya memesan lebih sedikit gula.  Kentang goreng itu tidak buruk.  Porsi juga cukup besar untukku

Wifi bagus.  Suasana yang menyenangkan.  Pasti akan kembali lagi. 

Ronny

Tempat terbaik bagi Anda untuk mendapatkan susu segar. 

Buat temen-temen yang dari luar daerah, dan ingin mencicipi aneka menu makanan dan minuman di kafe ini, bisa diantar oleh jasa travel Palembang Lampung terpercaya. Semoga tips di atas bermanfaat ya.

Posted on

4 Cara Transfer Uang Lewat Hp Paling Mudah

Makin canggihnya teknologi, kita semakin terbantu dengan adanya layanan transfer uang yang bisa kita lakukan hanya melalui smarphone saja.

Mengirim uang ke teman yang jauh, keluarga, atau ke anak saat ini sudah tidak sulit lagi.

Berikut kami rangkum cara transfer uang lewat hp yang paling mudah, bahkan orang awam pun bisa.

1. SMS Banking

Transfer Uang Lewat HP dengan sms banking bri

Anda bisa mengirimkan uang dengan mudah menggunakan SMS Banking. Cukup dengan memastikan hape anda punya pulsa seluler, anda sudah bisa mengirimkan uang.

Selain untuk transfer, SMS Banking bisa dipakai untuk mengecek saldo rekening, bayar listrik, isi pulsa, bayar pajak mobil, beli paket internet dan masih banyak lagi.

Kelebihan menggunakan SMS Banking adalah tidak perlu terkoneksi dengan internet, tidak perlu repot-repot pergi ke ATM. Cukup ketikkan beberapa kode, uang anda akan berpindah ke rekening yang dituju.

Cara SMS Banking bank BRI

Transfer ke sesama rekening BRI

TRANSFER<spasi>BRI(rekening tujuan)<spasi>NOMINAL<spasi>PIN

Contoh format SMSnya: TRANSFER BRI223333444999000 1000000 223344

Kirim SMS ke: 3300
Trasfer ke Bank Lain

TRANSFER<spasi>KODEBankTujuan+NomorRekening<spasi>NOMINAL<spasi>PIN

Contoh format SMS: TRANSFER 014987654321 10000000 223344

Kirim SMS ke: 3300

NB: 014 adalah kode Bank BCA karena kita akan trasfer ke bank BCA.

Cara transfer SMS Banking Mandiri

Masuk ke menu dial lalu masukkan *141*6#

Lalu pilih menu nomor 3 yaitu Transfer

Selanjutnya anda bisa pilih nomor 2 yaitu Antar Rekening

Setelah itu anda masukkan nomor rekening Mandiri tujuan

Masukkan jumlah atau nominal uang yang akan di transfer

Kemudian anda akan diminta memasukkan 2 digit PIN yang sesuai dengan urutan yang diminta lewat SMS yang dikirimkan ke nomor handphone anda

Setelah memasukkan pin maka anda akan melihat notifikasi transfer sukses.

Cara transfer SMS Banking BNI

TRANSFER<spasi>(No Rek Tujuan)<spasi>(Nominal Transfer)

2. Mobile Banking

Transfer Uang mobile banking bni

Mobile banking adalah produk bank yang memudahkan pengguna untuk melakukan berbagai macam transaksi keuangan dengan menggunakan smartphone. Untuk menggunakan aplikasi mobile banking, anda harus mendaftar ke bank, download aplikasi mobil banking, kemudian bank akan mengaktivasi aplikasi mobile banking anda.

Di dalam aplikasi mobile banking, anda tinggal memilih fitur transfer atau fitur lain yang telah disediakan dengan lengkap, lebih mudah daripada SMS banking.

Dibawah ini adalah contoh transfer uang menggunakan mobile banking dari berbagai bank.

Cara transfer menggunakan Mobile Banking BNI

[su_spoiler title=”Buka cara” icon=”chevron”]

  1. Login ke BNI Mobile.
  2. Memasukan UserID dan MPIN.
  3. Ke menu Transfer.
  4. Pilih menu “Antar BNI“.
  5. Pilih Input Baru
  6. Masukan Rekening Tujuan dan Email Penerima (jika ada).
  7. Masukan Nominal yang ingin di Transfer
  8. Tambahkan Keterangan Transfer (jika ada).
  9. Pilih Lanjut.
  10. Saat masuk ke halaman Validasi Transfer silahkan masukan Password – Setelah memasukan password dengan benar maka langsung aja klik “lanjut”
  11. Transaksi Berhasil

[/su_spoiler]

Cara transfer uang lewat hp menggunakan Mobile Banking Mandiri

[su_spoiler title=”Buka cara” icon=”chevron”]

  1. Login Mandiri Online
  2. Masukkan Username dan Password Anda
  3. Ke menu Bayar.
  4. Tap di menu Transfer
  5. Pilih jenis transfer Ke Bank Lain Dalam Negeri
  6. Tentukan “Rekening Sumber”, “Rekening Tujuan” dan “Jumlah”
  7. Pilih “Jenis Transfer”
  8. “Konfirmasi” dan Masukkan “MPIN”
  9. Tentukan Rekening Sumber.
  10. Tap Rekening Tujuan
  11. lalu pilih Nama Bank
  12. isi Nomor Rekening Tujuan transfer.
  13. Isi Jumlah Transfer.
  14. Transaksi selesai setelah Anda tekan Kirim dan masukkan MPIN.

[/su_spoiler]

Cara transfer uang lewat hp menggunakan Mobile Banking BRI

[su_spoiler title=”Buka cara” icon=”chevron”]

  1. Buka aplikasi BRI mobile di smartphone
  2. Pilih menu “Mobile Banking BRI”
  3. Klik “Tranfer”
  4. Klik “SESAMA BRI”
  5. Masukkan No. Rekening BRI Tujuan
  6. Masukkan jumlah uang yang akan ditranfer
  7. Klik “Ok”.
  8. Masukkan PIN mobile BRI atau PIN ATM
  9. Klik “Ok” untuk melanjutkan transaksi melalui SMS manual di smartphone
  10. Ikuti perintah yang diberikan melalui SMS

[/su_spoiler]

3. Internet Banking

Transfer Uang internet banking mandiri

Perbedaan cara transfer dengan mobile banking adalah, di m banking kita harus mendownload dulu aplikasinya, sedangkan untuk internet banking, kita hanya mengaksesnya lewat browser kita.

Sebelum bisa menggunakan layanan internet banking, anda juga harus mendaftar dulu ke bank terkait untuk aktivasi akun.

Berikut contoh cara transfer uang lewat hp menggunakan internet banking.

Cara transfer uang dengan Internet Banking BRI

[su_spoiler title=”Buka cara” icon=”chevron”]

  1. Kunjungi situs i-Banking BRI “ib.bri.co.id”
  2. Memasukkan data username, password beserta kode verifikasi akun
  3. Klik “Masuk” atau “Enter”.
  4. Klik menu Transfer > Transfer Sesama BRI.
  5. Masukkan Nomor Rekening Tujuan.
  6. Masukkan jumlah transfer, berita, dan email penerima.
  7. Setelah itu klik kirim.
  8. Konfirmasi Pengiriman Uang
  9. Cek kebenaran data (rekening asal, nomor rekening tujuan, nama rekening tujuan, jumlah, berita, dan email)
  10. Selanjutnya, masukkan password internet banking
  11. Klik “permintaan mtoken” untuk mendapatkan mtoken via SMS.
  12. Cek SMS di HP. Mtoken akan dikirimkan via sms dan memiliki masa berlaku biasanya 5 menit saja.
  13. Masukkan mtoken ke form internet banking BRI di bawah kode password.
  14. Jika sudah OK, klik Kirim.

[/su_spoiler]

Cara transfer dengan Internet Banking BNI

[su_spoiler title=”Buka cara” icon=”chevron”]

  1. Login ke akun Internet Banking BNI
  2. Pilih menu Transaksi – Info & Administrasi Transfer – Atur Rekening Tujuan
  3. Tambah Rekening Tujuan dan klik OK
  4. Masukkan rekening tujuan transfer
  5. Pilih menu Transaksi – Transfer
  6. Pilih Antar Rek BNI, Online Antar Bank atau Kliring
  7. Masukkan nominal transfer dan klik OK
  8. Masukkan nominal transfer dan klik OK

[/su_spoiler]

4. E-Wallet

Transfer Uang lewat gopay

Electronic wallet atau dompet elektronik adalah produk dari teknologi digital yang sedang marak saat ini.

Banyak perusahaan teknologi yang merilis layanan dompet digital seperti DANA, GOPAY, OVO, LINK AJA dan lain-lain.

Biasanya e-wallet terintegrasi dengan layanan lain seperti, ojek online, rumah makan, jasa cleaning service, book strore, toko online, toko baju, tempat parkir mall dan masih banyak lagi.

Dengan memiliki e-wallet pengguna akan sangat mudah melakukan pembayaran ke layanan diatas. Tanpa perlu repot untuk mencari uang pas, menghitung uang dan menghitung kembalian.

Dengan menggunakan e-wallet ini juga, anda bisa melakukan transfer sejumlah uang dengan menggunakan hp.

Cara transfer uang lewat hp menggunakan OVO

[su_spoiler title=”Buka cara” icon=”chevron”]

  1. Buka aplikasi OVO yang telah terpasang di HP kamu.
  2. Pilih menu Transfer
  3. Pilih transfer antar OVO, Scan, atau ke Rekening Bank.
  4. Klik transfer

[/su_spoiler]

Cara transfer uang lewat hp menggunakan Gopay

Untuk mentransfer uang menggunakan aplikasi Gopay, syaratnya orang yang mau menerima uang juga harus memiliki akun Gopay dan aplikasi Gojek di Hapenya.

[su_spoiler title=”Buka cara” icon=”chevron”]

  1. Buka aplikasi gojek yang telah terpasang di HP kamu.
  2. Pilih menu Pay
  3. Pay to phone number dan pilih dari daftar kontak kamu nama orang yang ingin kamu kirimkan uang
  4. Masukan nominal transfer dan klik CONFIRM
  5. Pay dan masukkan PIN kamu yang terdiri dari 6 digit.
  6. Selamat, anda telah berhasil mentransfer uang ke gopay teman kamu

[/su_spoiler]

Posted on

Uang Giral: Pengertian, Contoh, Kelebihan dan Kelemahan

Uang giral tercipta atas kebutuhan masyarakat yang memerlukan alat tukar yang efektif dan efisien. Dalam sejarahnya uang atau alat tukar telah mengalami banyak penyempurnaan.

Dahulu sebelum adanya uang, manusia berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri, baik dengan berburu, atau bercocok tanam. Namun karena kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sehingga apa yang diusahakan sendiri tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan hidup.

Kemudian kita mengenal adanya sistem barter, kemudian beralih menggunakan emas dan perak, lalu tercipta alat pembayaran yang sangat pas dinamakan uang.

Pengertian Uang Giral

Uang giral adalah jenis uang yang dikeluarkan oleh bank umum yang berbentuk surat-surat berharga.

Definisi uang giral adalah tagihan umum yang digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. (UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992).

Uang giral dinilai lebih praktis, mudah dan aman. Uang giral pada praktiknya bisa digunakan sebagai alat pembayaran.

Namun, penting dicatat, bahwa uang giral bukan termasuk alat pembayaran yang sah. Jadi seseorang yang akan menerima uang giral dari pihak lain baik pribadi atau badan, berhak menolak uang giral yang ditawarkan tersebut.

Siapa yang berhak mencetak uang giral?

Berbanding terbalik dengan uang kartal yang dicetak khusus oleh Bank Indonesia, uang giral hanya boleh diterbitkan atau dicetak oleh bank umum, atau selain Bank Indonesia.

Contoh Uang Giral

Berikut contoh uang giral yang bisa dengan mudah kita temukan diantarnya,

  1. Cek adalah surat atau dokumen yang berisi perintah tertulis oleh nasabah bank pemilik rekening kepada bank yang ditunjuk untuk membayarkan sejumlah uang, kepada orang yang namanya tertulis di lembar cek, atau orang yang membawa dokumen cek tersebut.
  2. Giro adalah dokumen yang memberi perintah kepada bank yang ditunjuk untuk memindahkan sejumlah uang (pemindahbukuan) ke rekening lain yang terlampir dalam dokumen giro tersebut. Giro dibawa oleh pembayar, sedangkan cek dibawa oleh penerima pembayaran.
  3. Telgraphic transfer adalah produk bank yang membantu nasabah untuk pengiriman uang ke rekening nasabah atau ke bank lain yang berada di luar negeri.
  4. Kartu kredit adalah produk perbankan yang berupa kartu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran tanpa membayar secara kontan. Artinya, pihak bank membebaskan kepada pemilik kartu tersebut untuk membeli barang atau berbelanja pada suatu waktu, dan pelanggan wajib menggantinya di akhir periode.
  5. Wesel pos atau Remitansi (remittance) adalah layanan oleh Pos (Pos Indonesia) berupa surat pos yang digunakan untuk pengiriman uang dengan tujuan sesama domestik atau ke luar negeri. Wesel pos mengandalkan kecepatan dalam pengiriman. Penerima wesel dapat mencairkan uangnya ke semua cabang Pos terdekat.

Kelebihan Menggunakan Uang Giral

Diawal sudah sempat dibahas tentang kemudahan menggunakan uang giral seperti lebih efisien dan aman.

Nah berikut ulasan lengkap tentang kelebihan-kelebihan jika menggunakan uang giral.

  1. Uang giral dapat diterima dalam jumlah yang tidak terbatas
  2. Uang giral memudahkan pembyaran karena kita tidak perlu repot untuk menghitung uang
  3. Uang giral lebih aman karena jika suatu saat uang giral hilang, tidak bisa langsung dibelanjakan atau dicairkan oleh orang lain yang menemukan, karena harus melalui bank yang mengeluarkan cek atau bilyet giro.
  4. Nilai dalam uang giral bisa diatur sesuai dengan kebutuhan dan keinginan
  5. Uang giral dapat meminimalisir biaya pemindahbukuan dalam jumlah besar.

Kelemahan Uang Giral

Seperti halnya jenis uang yang lainnya, dibalik banyak kemudahan oleh uang giral, ada juga kelemahan-kelemahan seperti yang kami rangkum berikut ini.

  1. Tidak setiap orang memiliki akses ke Uang Giral
  2. Uang giral tidak efektif jika digunakan untuk pembayaran dalam jumlah yang kecil
  3. Terkadang saat anda sedang butuh pencairan dana, anda akan dibuat menunggu oleh bank yang bersangkutan, karena tingginya permintaan dan nominal transaksi uang giral. Dengan kata lain, anda tidak bisa langsung bisa mencairkan pembayaran atau pemindahbukuan rekening saat itu juga.
  4. Tersandung garnishment. Garnishment adalah perintah pengadilan untuk penyitaan sejumlah uang untuk membayar hutang. Contohnya, anda sudah mengatur aktivitas keluar masuk uang di rekening giro anda, seperti tagihan bulanan yang anda miliki. Namun pada sisi lain, anda memiliki hutang dengan pihak lain, pada saat anda telat membayar hutang tersebut, kreditur bisa mengajukan garnishment untuk menarik uang secara paksa ke rekening giro anda, sehingga anda tidak bisa menolak pembayaran hutang tersebut.

Proses Terjadinya Uang Giral

Pihak pembayar (payeer) menyetorkan sejumlah uang tunai kepada bank, kemudian dicatat oleh bank ke dalam rekening koran atas nama payeer.

Selanjutnya, payeer akan menerima buku cek dan buku bilyet giro.

Uang yang sudah disetorkan tersebut, pada saat payeer membutuhkan uang bisa diambil sewaktu-waktu sesuai keinginan penyetor.

Berikut cara-cara pada proses terjadinya uang giral.

  1. Derivative Deposit adalah uang giral akibat penjualan surat berharga ke bank oleh seseorang/penjual, kemudian oleh bank hasil penjualan surat berharga tersebut dicatat sebagai deposit.
  2. Loan deposit adalah fasilitas kredit yang diberikan bank yang dicatat dalam rekening koran penerima kredit.

Cara Pembayaran Menggunakan Uang Giral

Jika anda ingin menggunakan uang giral sebagai alat pembayaran anda membutuhkan dokumen seperti cek, giro bilyet dan pemindahan telegrafis (telegraphic transfer).

Posted on

Uang Kartal: Pengertian, Jenis dan Perhitungan Peredarannya

Di zaman modern ini, metode pembayaran non tunai sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini memiliki keuntungan sendiri, dianggap lebih efisien dan aman. Namun keberadaan uang kartal (uang kertas dan logam) masih sangat dibutuhkan dan tetap eksis untuk pembayaran dalam jumlah kecil.

Simak penjelasan tentang uang kartal berikut ini.

Pengertian Uang Kartal

Uang kartal adalah alat pembayaran yang sah untuk melakukan transaksi jual beli karena sudah diatur oleh pemerintah dan diterima oleh semua kalangan masyarakat.

Uang kartal di Indonesia kita kenal dengan sebutan Rupiah. Uang kartal yang beredar di Indonesia diatur dan dipantau oleh Bank Sentral yaitu Bank Indonesia.

Bank Indonesia bertugas menghitung jumlah uang rupiah yang beredar di masyarakat dan yang beredar di lembaga-lembaga perbankan di Indonesia.

Kegiatan ini dikenal dengan nama atau istilah uang kartal yang diedarkan.

Tujuan Bank Indonesia melakukan pengawasan dan pengaturan uang kartal ada 2 yaitu, tujuan moneter, dan tujuan secara fisik.

Tujuan dari sisi moneter. adalah untuk menjaga kestablian dan kecukupan likuiditas perekonomian.

Dari sisi tujuan fisik, pengawasan ini dilakukan supaya uang yang dicetak dan diedarkan ke masyarakat serta lembaga perbankan bisa mencukupi sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Jenis-Jenis uang kartal

Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam.

Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11 tahun 1953, uang kartal terdiri dari 2 jenis yaitu uang negara dan uang bank. Namun setelah terbit Undang-undang No. 13/1968 uang negara telah diberhentikan dan diganti dengan uang Bank.

Apa itu uang negara?

Uang Negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah yang bahan pembuatannya dari kertas.

Ciri-ciri uang negara adalah:

  1. Dijamin oleh Undang-Undang
  2. Dikeluarkan oleh pemerintah
  3. Ditandatangani menteri keuangan
  4. Terdapat nama negara yang mengeluarkannya

Apa itu uang bank?

Uang Bank adalah uang yang berupa uang logam dan kertas. Uang Bank dikeluarkan oleh Bank Sentral.

  1. Dikeluarkan oleh Bank Sentral
  2. Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di Bank Sentral
  3. Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia: Bank Indonesia)
  4. Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.

Uang logam

Uang logam atau dalam Bahasa Inggrisnya coin, adalah uang yang umumnya berbahan emas dan perak digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dalam transaksi ekonomi.

“Uang logam saat ini tidak lagi dinilai dari berat bahan emasnya, melainkan dari nilai nominal yang tercatat di sisi uang logam tersebut. Nilai nominal ini menyatakan bahwa ada sejumlah emas dengan berat tertentu yang terkandung didalamnya.”

Uang logam ini umumnya berbentuk bulat, namun ada juga bentuk lain sepeti persegi. Uang logam biasanya memiliki 2 sisi, ada sisi yang menampilkan nilai koin tersebut, dan sisi lainnya berbentuk gambar.

Emas dan perak merupakan bahan yang dinilai sangat baik karena tidak mudah rusak dan cukup efisien.

Emas dan perak dipilih karena nilainya termasuk stabil.

Nilai-nilai uang logam

Ada nilai-nilai yang terkandung dalam uang logam yaitu, nilai intrinsik dan nilai tukar.

  1. Nilai intrinsik adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang logam. Contohnya, uang logam yang terbuat dari emas dihitung berapa nilainya untuk digunakan sebagai mata uang.
  2. Nilai tukar adalah kemampuan uang untuk menukar barang atau daya beli uang. Contohnya, uang Rp 200 bisa ditukarkan dengan 1 buah permen, sedangkan Rp 1.000 bisa ditukarkan dengan 1 buah gorengan tempe.

Uang Kertas

Uang kertas merupakan alat pembayaran yang sah, berbahan dasar kertas dan berbentuk lembaran. Uang kertas biasanya memiliki ciri-ciri khusus, seperti ada gambar dan cap tertentu yang terkait dengan suatu negara seperti,

  1. gambar pahlawan,
  2. gambar gedung bersejarah,
  3. gambar hewan,
  4. gambar tempat terkenal,
  5. gambar kebudayaan,
  6. gambar gedung parlemen dan lainnya.

Nilai uang kertas dilihat dari nilai nominal yang tercantum dalam lembaran uang kertas.

Keuntungan menggunakan uang kertas

  1. Uang kertas lebih mudah dibawa, meskipun dalam jumlah banyak. Berbeda dengan uang logam yang memiliki bobot lebih berat, sehingga susah jika harus dibawa dalam jumlah yang besar.
  2. Produksi uang kertas lebih murah
  3. Menghemat penggunaan logam mulia seperti emas dan perak
  4. Peredaran uang kertas sangat mudah dan elastis menyesuaikan kebutuhan di masyarakat.
  5. Uang kertas lebih mudah dicetak dan disebarluaskan.

Perhitungan Uang Kartal

Mungkin banyak orang penasaran, kenapa uang tidak dicetak sebanyak mungkin, sehinga orang-orang bisa dengan mudah mendapatkan uang?

Patut dicatat, ada rumus yang harus diperhitungkan dalam mencetak uang.

Jumlah uang kartal (uang kertas dan logam) yang beredar dihitung dari:

Uang kartal yang dicetak – (jumlah uang yang berada di Bank Indonesia + uang yang ditarik dari peredaran + uang yang digunakan untuk penelitian Bank Indonesia

Rumus pencetakan uang

  1. Uang Yang Dicetak Bank Indonesia

Pengertian uang yang dicetak Bank Indonesia adalah uang yang telah dicetak baik yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah maupun uang yang telah dicabut dari peredaran, dan dicatat di sisi pasiva yang merupakan kewajiban moneter BI.

Jumlah uang kartal yang dicetak, akan dicatat sebagai faktor penambah rekening pembuatan uang. Sedangkan pemusnahan uang kartal (kertas dan logam) akan mengurangi rekening pembuatan uang tersebut.

  1. Persediaan Uang di Bank Indonesia

Pengertian Persediaan Uang di Bank Indonesia adalah uang kertas dan uanglogam yang dicatat pada aktiva Bank Indonesia.

Ada beberapa rekening dalam Bank Indonesia diantaranya:

  1. Rekening Kas Besar, adalah uang kertas dan uang logam yang disimpan dalam Khazanah Kas Besar BI. Fungsinya adalah sebagai cadangan atau buffer stock.
  2. Rekening Kas Harian, adalah uang kertas dan uang logam yang disimpan dalam khazanah harian. Fungsinua adalah untuk modal kerja pembayaran kepada bank dan non bank.
  3. Rekening setoran bank yang belum dihitung, adalah uang kertas dan uang logam hasil setoran bank yang belum dihitung pada hari yang sama.
  4. Rekening uang untuk pelayanan kas di luar kantor, adalah uang kas dan uang logam yang digunakan untuk modal kerja kas untuk kegiatan kas keliling dan kas titipan.
  1. Uang yang ditarik dari peredaran

Pengertian uang yang ditarik dari peredaran adalah uang yang sudah tidak bisa lagi digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Jika teman-teman masih ada uang lama yang sudah ditarik dari peredaran, uang ini masih bisa ditukarkan ke Bank Indonesia, sesuai dengan nominal yang tertera.

  1. Uang Rupiah dalam penelitian

Adalah uang yang digunakan untuk proses penelitian seperti untuk uji coba mesin. Uang sendiri terus mengalami perbaikan dan pergantian, sehinnga ada uang yang diciptakan untuk uji laboraturium dan kegiatan penelitian lainnya, supaya bisa mendapatkan kualitas uang yang terbaik.