Posted on

5 Jenis Lembaga Sosial

jenis lembaga sosial

Manusia merupakan makhluk hidup sosial yang membutuhkan manusia lainnya untuk hidup. Oleh karena itu, keberadaan lembaga sosial masyarakat memiliki peran yang sangat penting untuk manusia. Tanpa disadari bahwa sejak lahir semua orang sudah masuk ke dalam suatu lembaga sosial yaitu keluarga.

Untuk menjadi bagian dari lembaga sosial setiap orang tidak perlu mendaftarkan diri secara resmi. Anggota resmi dari lembaga merupakan seseorang yang memiliki peranan langsung dalam melakukan kerja lembaga sosial. Salah satu contoh yang paling mudah adalah keluarga dan sekolah.

5 Jenis Lembaga Sosial Masyarakat

Di Indonesia terdapat beberapa jenis lembaga sosial yang memiliki peran masing-masing. Setiap lembaga sosial memiliki tugas dan aturan yang berbeda. Berikut merupakan 5 jenis lembaga sosial masyarakat, yaitu:

1. Lembaga Keluarga

Lembaga keluarga adalah lembaga paling dasar yang terdiri dari anggota inti keluarga yaitu ayah, ibu, dan anak-anak. Ayah memiliki peran sebagai kepala rumah tangga dari lembaga keluarga tersebut. Sementara itu, ibu memiliki tugas sebagai wakil kepala, sekretaris, dan bendahara. Anak-anak merupakan anggota dari lembaga keluarga.

Keluarga merupakan lembaga sosial pertama yang dimasuki setiap orang. Suksesnya seseorang juga bisa dilihat dari lembaga keluarganya. Keluarga dikatakan sebagai sebuah lembaga, karena di dalam keluarga terdapat aturan yang perlu dipatuhi oleh setiap anggota. Contohnya, aturan pulang malam untuk anak-anak atau aturan lainnya.

Lembaga keluarga memiliki fungsi yang cukup banyak dalam kehidupan. Berikut merupakan beberapa fungsi dari lembaga keluarga, yaitu:

Fungsi Reproduksi

Pembentukan keluarga didasari dengan keinginan untuk memperoleh keturunan yang bisa menjadi penerus keluarga. Di dalam lembaga keluarga, individu memiliki sebuah ikatan yang ada pada sebuah himpunan yang diakui oleh sosial dan menjadikan individu tersebut menjadi karakter dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada pelaksanaannya, bukan kebutuhan seksual yang mendasari pembentukan lembaga keluarga. Namun, suatu hubungan timbal balik yang menguntungkan individu tersebut, secara sosial maupun psikologis.

Baca juga: Nilai Sosial

Fungsi Ekonomi

Berada dalam keluarga akan memberikan jaminan mengenai aspek ekonomi. Seseorang bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga. Adanya anggota keluarga yang lain akan memunculkan motivasi untuk bekerja membuat keluarga menjadi bahagia.

Fungsi Proteksi

Lembaga keluarga memiliki peran untuk menyediakan perlindungan untuk setiap anggota keluarga yang ada di dalamnya. Individu yang bersangkutan juga memiliki hak serta keleluasaan. Oleh karena itu, individu lainnya tidak bisa mengatur kehidupan anggota keluarga dengan seenaknya, kecuali terjalin sebuah komunikasi dan kompromi yang disepakati.

Fungsi Sosialisasi

Manusia mulai belajar untuk melakukan sosialisasi dalam lingkungan keluarga, sehingga manusia dapat tumbuh dan melakukan sosialisasi di lingkungan yang lebih luas.

Fungsi Afeksi

Sebuah kehangatan diharapkan dapat tercipta di dalam keluarga. Perasaan nyaman yang diperoleh dalam keluarga akan memberikan hal yang positif untuk setiap anggota.

Baca juga: Pengendalian Sosial

Fungsi Pengawasan Sosial

Lembaga sosial keluarga memiliki kontribusi dalam mengawasi setiap anggota keluarga.

Fungsi Aktualisasi Diri

Salah satu peran penting keluarga adalah mendukung perkembangan anggota agar terbentuk sebuah jati diri yang baik dalam individu.

2. Lembaga Ekonomi

Lembaga ekonomi merupakan sebuah lembaga yang terdapat dalam kehidupan masyarakat yang memiliki kaitan dengan ekonomi. Tujuan dari adanya lembaga ekonomi adalah agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan ekonomi dengan baik. Lembaga ekonomi hadir sebagai pedoman dan jawaban agar kehidupan perekonomian masyarakat bisa berlangsung secara stabil.

Kegiatan ekonomi yang terjadi di dalam lembaga ekonomi, seperti kegiatan transaksi jual beli, perdagangan, dan ketenagakerjaan. Contoh lembaga ekonomi yang ada di Indonesia yaitu bank, perusahaan, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Swasta, dan lembaga lainnya.

Lembaga ekonomi memiliki peran dalam mengatur hubungan masyarakat dengan bisnis. Prinsip yang dijalankan yaitu cara pengoptimalan hasil dengan modal yang tersedia, bukan memperoleh laba dengan modal yang kecil. Karena, pada dasarnya keuntungan yang besar bisa diperoleh dengan modal yang besar juga.

Beberapa fungsi lembaga ekonomi, yaitu:

  • Lembaga ekonomi memberikan pedoman mengenai ketenagakerjaan.
  • Lembaga ekonomi memberikan pedoman mengenai cara memperoleh bahan baku atau barang.
  • Lembaga ekonomi memberikan pedoman mengenai harga jual di pasar.
  • Lembaga ekonomi memberikan pedoman mengenai pertukaran barang.

3. Lembaga Agama

Lembaga agama merupakan sebuah lembaga yang berhubungan dengan sebuah agama tertentu dan setiap anggota percaya dengan agama yang sama. Anggota yang tergabung dalam lembaga agama bisa melakukan banyak kegiatan bermanfaat atas nama agama. Tujuan dari keberadaan lembaga agama yaitu untuk mempererat hubungan dan persatuan umat beragama.

Lembaga agama adalah sistem keyakinan serta praktik keagamaan yang berada dalam kehidupan bermasyarakat. Agama diartikan sebagai suatu sistem atau ajaran yang mengatur mengenai keimanan serta ibadah kepada Tuhan dan hubungan dengan manusia.

Keberadaan lembaga agama memiliki berbagai fungsi. Berikut merupakan fungsi dari lembaga agama, yaitu:

  1. Memberikan identitas kepada masyarakat sebagai bagian dari suatu agama. Misalnya, umat Islam, Hindu, Kristen, Buddha, dan Khong Hu Chu.
  2. Pedoman hidup yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok.
  3. Pedoman perasaan keyakinan. Siapa saja yang berbuat baik maka akan memperoleh pahala dari Tuhan.
  4. Tuntunan sebuah prinsip benar atau salah untuk menjauhi berbagai perilaku buruk, seperti mencuri atau membunuh.
  5. Pedoman keberadaan yaitu keberadaan alam semesta beserta segala isinya merupakan hal yang harus diterima dengan baik dan penuh syukur.
  6. Pengungkapan keindahan yang dapat diwujudkan dengan pembuatan rumah ibadah yang indah dan megah.

Baca juga: Interaksi Sosial

4. Lembaga Politik

Lembaga politik merupakan lembaga sosial yang keberadaannya berhubungan dengan penanganan masalah mengenai aturan, tata tertib, atau administrasi. Lembaga politik membantu masyarakat dalam berbagai aspek serta menjadi wadah untuk berkumpul individu-individu yang memiliki tujuan serupa dalam hal politik.

Contoh lembaga politik di Indonesia misalnya DPR yang memiliki peran sebagai wakil rakyat yang berada di pemerintahan pusat. Fungsi dari keberadaan lembaga politik, yaitu:

  1. Sebagai pengontrol jika ada konflik yang terjadi.
  2. Menyelenggarakan sebuah pelayanan untuk masyarakat.
  3. Mengatur berbagai norma mengenai kekuasaan menggunakan undang-undang.

Pada dasarnya politik merupakan sebuah cara dan tempat untuk orang yang berhubungan dengan kekuasaan.

5. Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan merupakan sebuah lembaga yang memiliki fokus terhadap pendidikan. Lembaga ini menjadi sarana dan tempat belajar mengajar yang anggotanya dididik untuk menjadi seorang individu yang lebih baik. Interaksi antar anggota yang terjadi dalam lembaga pendidikan membuat lembaga tersebut berperan secara baik.

Hadirnya lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk bisa bertanggung jawab mengenai terselenggaranya suatu pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap anggota perlu memelihara lembaga pendidikan dengan baik, karena fungsinya yang penting untuk kemajuan masyarakat. Beberapa fungsi lembaga pendidikan, yaitu:

  1. Mengembangkan potensi yang ada pada anggota agar bisa tumbuh menjadi seseorang yang lebih baik.
  2. Memberikan pendidikan berupa ilmu pengetahuan serta keterampilan.
  3. Sebagai sarana untuk melestarikan budaya yang dimiliki dengan cara mengajarkan kebudayaan tersebut kepada anggota.
  4. Menumbuhkan cara berpikir yang rasional.

Kehadiran lembaga sosial masyarakat dalam kehidupan memiliki tujuan untuk membentuk manusia sebagai suatu individu atau bagian dari kelompok yang utuh. Setiap anggota lembaga sosial perlu melakukan tugas dengan baik agar peran lembaga sosial bisa berlangsung secara baik untuk setiap masyarakat.