Posted on

Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Faktor-Penyebab-Kelangkaan-Sumber-Daya-Alam

Kelangkaan sumber daya alam didefinisikan sebagai situasi di mana permintaan akan sumber daya alam (SDA) besar sementara kapasitasnya sedikit.

Ketidakseimangan ini menyebabkan penurunan sumber daya yang tersedia dan bisa menjadi penyebab kelangkaan sumber daya alam dan harus segera dicari solusi untuk mengatasi kelangkaan sumber daya.

Kelangkaan SDA ini bisa bermacam-macam bentuknya, namun semua terkait dengan alam seperti kelangkaan sumber daya biotik maupun abiotik.

Berikut adalah pengertian mengenai kelangkaan SDA dan beberapa faktor yang menyebabkan adanya kelangkaan SDA beserta dampaknya pada ekonomi.

Pengertian Kelangkaan Sumber Daya Alam

Kelangkaan, juga dikenal sebagai kekurangan, adalah istilah ekonomi yang digunakan untuk merujuk pada kesenjangan antara sumber daya yang tidak mencukupi manusia. Banyak kebutuhan yang diharapkan manusia dapat dipenuhi oleh sumber daya tersebut namun terjadi kekurangan.

Akibatnya, orang terpaksa memutuskan cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka dengan cara yang efisien sehingga sebagian besar kebutuhan dan keinginan tambahan dapat dipenuhi. Setiap sumber daya di bumi sendiri kian tahun sebenarnya menunjukkan tingkat kelangkaan.

Beberapa contoh kelangkaan SDA itu sendiri adalah tanah, air, hewan dan tanaman. Namun umumnya kelangkaan lebih sering melibatkan sumber daya yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak, logam mulia, dan helium.

Kelangkaan juga dapat melibatkan sumber daya yang berpotensi terbarukan. Sumber daya yang dikonsumsi lebih cepat daripada kemampuannya untuk mengisi kembali.

Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Lalu apa sih sebenarnya yang menyebabkan sumber daya alam semakin langka keberadaannya? Ada beberapa pemicu yang menyebabkan SDA semakin langka ditemukan, di antaranya adalah:

1.     Jumlah Penduduk yang Kian Bertambah

Faktor pertama yang membuat SDA di bumi ini kian langka adalah jumlah penduduk di bumi ini yang semakin hari semakin bertambah. Jika pertumbuhan penduduk di bumi ini semakin bertambah, maka itu juga bisa meningkatkan jumlah kebutuhan penduduk.

Meningkatnya kebutuhan untuk hidup tidak sepadan dengan jumlah SDA yang ada, sehingga makin lama SDA di bumi ini akan terbatas. Pertumbuhan populas memungkinkan orang mengonsumsi lebih banyak sumber daya daripada sebelumnya.

2.     Bencana Alam

Terjadinya bencana alam seperti banjir, tsunami, badai, puting beliung, longsor, erosi dan berbagai macam musibah lainnya juga turut berpengaruh pada kelangkaan sumber daya alam. Hewan, tumbuhan, tanah dan SDA lainnya bisa rusak akibat dari bencana alam.

3.     Kerusakan Sumber Daya yang Tidak Dapat Diperbaiki

Penyebab kelangkaan SDA juga bisa diakibatkan dari rusaknya sumber daya tersebut. Misal, udara bersih. Ketika udara bersih tercemar melalui radiasi dan polusi, maka tidaklah mudah untuk mengembalikan udara bersih yang sudah tercemar dan menjadi langka.

Udara bergantung pada faktor global dan bahkan jika polusi dihentikan, beberapa polutan dan radiasi akan bertahan lama. Setelah beberapa polutan dilepaskan, udara yang tercemar tetap saja akan bertahan untuk waktu yang cukup lama. Selain udara, adapula jenis makanan bernama kaviar, yang hampir rusak dan langka.

4.     Letak Geografis yang Berbeda Satu Sama Lain

Sumber daya alam antara satu negara dengan negara lain bisa berbeda-beda. Mungkin Indonesia kaya akan SDA karena dianugerahi dengan tanah yang subur, sumber daya tambang yang banyak, stok air yang   melimpah dan sebagainya.

Namun bisa jadi ada negara yang tidak seberuntung Indonesia yang dilengkapi dengan SDA melimpah. Ada negara yang mungkin kekurangan tanah subur atau air. Bentuk SDA antara satu negara dengan negara yang lain berbeda. Letak geografis inilah yang bisa menjadi pemicu mengapa ada kelangkaan sumber daya alam.

Misal, Anda mencari sumber daya tambang berupa coltan atau kobalt di negara ini, maka Anda akan kesulitan mencarinya, atau bahkan tidak bisa ditemukan, karena memang dua SDA tersebut bukan berasal dari Indonesia secara geografis.

5.     Keserakahan Manusia

Manusia yang memiliki sifat serakah dan tidak selalu merasa cukup atas apa yang dimilikinya bisa menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan sumber daya alam. Penebangan hutan secara sembarangan, membakar hutan, membuang sampah tidak pada tempatnya adalah beberapa contoh dari bentuk eksploitasi alam yang mencerminkan sifat serakah pada manusia.

6.     Kemampuan Produksi yang Terbatas

Ada beberapa sumber daya alam yang bisa diperbaharui dan ada yang tidak. Misal, hewan dan tanaman, keduanya adalah contoh sumber daya alam yang memang bisa diperbaharui karena melakukan perkembang biakkkan.

Namun adapula SDA yang tidak bisa untuk diperbaharui seperti logam, emas, batu bara, minyak bumi dan sebagainya. Apabila ada beberapa SDA yang kemudian mengalami kelangkaan, maka itu dikarenakan kemampuan untuk memproduksi SDA ini sudah terbatas.

Bisa jadi keterbatasan produksi ini disebabkan oleh teknologi yang kurang canggih, karyawan yang belum berkompeten dan sebagainya.

Dampak Kelangkaan Sumber Daya Alam pada Sektor Ekonomi

Kelangkaan SDA ini ternyata bisa memberikan dampak yang cukup signifikan pada sektor ekonomi suatu negara. Berikut adalah beberapa dampak yang dihasilkan oleh kelangkaan SDA:

1.     Jumlah Produksi yang Semakin Menurun

Dalam menghasilkan berbagai kebutuhan manusia, suatu sistem produksi tidak bisa terlepas dari dukungan SDA. Semakin besar SDA yang digunakan, maka semakin itu akan mempengaruhi bahan mentah sehingga produksi akan kian meningkat.

Namun apabila SDA yang tersedia semakin langka, maka tidak akan ada cadangan atau bahan mentah yang digunakan untuk produksi barang. Sehingga tidak heran jika jumlah produksi kebutuhan manusia juga akan semakin berkurang.

2.     Pendapatan Masyarakat akan Semakin Turun

Turunnya jumlah produksi mau tidak mau akan berimbas pada pendapatan suatu perusahaan. Jika tingkat produksi barang pada perusahaan tersebut mengalami penurunan, maka itu akan berpengaruh pada tenaga kerja.

Suatu perusahaan pastinya akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih sedikit untuk mengimbangi jumlah produksi yang ada. Pengurangan tenaga kerja pastinya akan terjadi dalam perusahaan tersebut sehingga angka pendapatan masyarakat akan menurun.

Tidak hanya itu, jumlah pengangguran juga akan semakin bertambah seiring perusahaan memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

3.      Harga-Harga Barang Semakin Mahal

Apabila SDA yang tersedia semakin berkurang dan langka, maka jumlah barang yang akan diproduksi juga akan semakin berkurang. Banyak sekali SDA yang menjadi bahan utama dalam memproduksi barang-barang yang dibutuhkan manusia, seperti emas, kayu, minyak bumi dan sebagainya.

Nah, jika SDA tersebut semakin langka ditemukan, maka semakin produksi barang akan menurun jumlahnya dan itu akan berimbas pada kenaikan harga barang yang semakin mahal. Ya, kenaikan harga yang semakin tinggi tidak lain disebabkan karena cadangan SDA yang semakin langka.

Apapun yang sifatnya langka dan sedikit untuk diproduksi, maka nilai jualnya akan semakin tinggi karena tidak sesuai dengan permintaan pasar yang besar.

Tentu Anda pernah mengingat kasus harga masker medis di awal Covid-19 masuk di Indonesia yang mana harganya melambung tinggi bukan? Hal itu disebabkan karena kelangkaan barang ini. Semakin langka barang, namun permintaan justru tinggi, maka akan semakin mahal pula harga yang ditetapkan.

Apabila Anda ingin sekali menjaga sumber daya alam di sekitar agar tidak langka, maka jangan pernah melakukan eksploitasi alam. Ingat, salah satu penyebab kelangkaan sumber daya alam adalah ulah manusia yang serakah. Selalu jaga perilaku di mana saja demi menjaga kelestarian alam.