Posted on

Contoh Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Indonesia

Contoh Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia

Ada lagu yang mengatakan bahwa Indonesia adalah tanah surga. Tentunya Anda tahu kan kenapa ungkapan tersebut ada? Ini dikarenakan kekayaan alam Indonesia yang amat berlimpah. Bahkan ada banyak sekali contoh potensi sumber daya alam dan persebarannya di Indonesia yang bisa disebutkan dengan mudah.

Sumber daya alam itu juga bukan hanya satu macam, tetapi bermacam-macam dan ini sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat yang ada. Penasaran apa saja contoh potensi sumber daya alam itu dan daerah persebarannya? Simak informasinya berikut ini.

Ragam Contoh Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Indonesia

Hasil Tambang

Pertambangan adalah salah satu potensi sumber daya alam yang sering dicari karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Beruntung Indonesia termasuk negara yang kaya akan barang tambang karena dilalui 2 rangkaian cincin api dunia.

Hasil tambangnya juga beragam. Namun ada diantaranya yang begitu populer yakni minyak bumi, batu bara serta gas alam dengan daerah persebarannya sebagai berikut:

  1. Minyak bumi adalah salah satu sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui dan daerah persebarannya di Indonesia meliputi Delta Mahakam di Kalimantan Timur, Sorong, Maluku, Balikpapan, Majalengka, Cilacap, Cepu, Sumatera Selatan, Riau dan Aceh.
  2. Batu bara merupakan bahan bakar fosil yang juga tergolong dalam sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Daerah penghasil batu bara di Indonesia diantaranya ialah Papua, Makasar, Pulau Sebuku di Kalimantan Selatan, Samarinda di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Tanjung Enim di Kalimantan Selatan dan Sawahlunto di Sumatera Barat
  3. Gas alam merupakan sumber daya alam yang sebenarnya juga bisa diubah bentuknya menjadi cair. Bentuk inilah yang kemudian disebut dengan LNG atau Liquified Natural Gas. Daerah yang terkenal sebagai penghasil gas alam ialah Pulau Natuna, Tangguh di Papua, Bontang di Kalimantan Timur dan Arun di Aceh

Tentunya masih banyak hasil tambang lain yang bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia. Diantaranya ialah timah, baja, besi, pasir, aluminium, tembaga, nikel, intan, mangan, mika, emas, perak dan sebagainya.

Baca juga: Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Hutan

Potensi sumber daya alam Indonesia yang berupa hutan sebenarnya sangat besar. Luasnya mencapai 99 juta hektar yang tersebar di berbagai wilayah. Karena luasnya itu pula, hutan Indonesia bahkan didapuk sebagai yang terbesar nomor 3 di dunia.

Hutan sendiri merupakan ekosistem daratan yang menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis flora serta fauna. Selain itu, hutan juga menjadi penyedia oksigen dan kayu, berfungsi sebagai pengendali banjir, pengendali erosi bahkan menjadi penghasil buah-buahan serta sebagai paru-paru dunia.

Jenis hutan itu sendiri cukup beragam, namun di Indonesia ada yang disebut dengan hutan lindung, hutan produksi dan hutan konsvasi. Penjelasan singkatnya sebagai berikut.

Hutan lindung

Hutan lindung adalah hutan yang menjadi pelindung dan penyangga kehidupan. Contoh hutan lindung ialah

  • Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan
  • Hutan Lindung Wehea yang lokasinya ada di Kalimantan Timur atau tepatnya di Kabupaten Kutai Timur
  • Hutan Alas Kethu di Kabupaten Wonogiri
  • Hutan Taman Raya Bung Hatta yang berlokasi di Padang
  • Hutan Lindung Baning di Kota Sintang – Kalimantan Barat
  • Hutan Betung Kerihun di Kalimantan Barat
  • Hutan Lindung Sesaot di Lombok

Hutan produksi ialah hutan yang mempunyai fungsi produksi dan di Indonesia sendiri sebagian besarnya berupa hutan rimba atau hutam alam yang kemudian dieksploitasi dalam rangka HPH atau Hak Pengusahaan Hutan. Tetapi hutan produksi juga bisa saja berupa hutan buatan. Contoh hutan produksi berikut dengan tanaman dan daerah persebarannya ialah sebagai berikut:

  • Hutan mahoni serta hutan jati di Pulau Jawa, Bali, Madura, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan
  • Hutan pinus di Sumatera Utara yang tersebar di Tapanuli, Kerinci dan Aceh
  • Hutan jabon di Maluku, Sulawesi dan Papua

Baca juga: 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Hutan konservasi menjadi tempat untuk melestarikan aneka ragam flora, fauna dan juga ekosistemnya. Hutan ini sering ada dengan nama cagar alam, taman nasional dan suaka margasatwa. Beberapa contohnya sekaligus daerah persebarannya ialah sebagai berikut:

  • Cagar Alam Hutan Kepulauan Karimata yang ada di sebelah barat Pulau Kalimantan
  • Taman Nasional Gunung Leuser yang berlokasi di Aceh serta Sumatera Utara
  • Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang berada di tiga wilayah sekaligus yaitu Lampung, Sumatera Selatan dan juga Bengkulu
  • Cagar Alam Batang Gadis yang lokasinya juga di Sumatera Utara
  • Cagar Alam Kerinci Sebrat di Jambi
  • Cagar Alam Siberut di Sumatera Barat
  • Cagar Alam Bukit Dua Belas yang juga ada di Jambi
  • Cagar Alam Bukit Tiga Puluh yang berlokasi di Riau
  • Cagar Alam Way Kambas di Lampung
  • Taman Nasional Tanjung Puting yang posisinya berada di Kalimantan Tengah
  • Taman Nasional Wasur di Papua
  • Taman Nasional Ujung Kulon di Banten

Tanah

Tanah adalah pondasi bagi seluruh kehidupan yang ada di daratan. Indonesia sendiri juga mempunyai beberapa jenis tanah yang diantaranya sebagai berikut:

  1. Tanah vulkanik dengan daerah persebarannya di sekitar lereng gunung di Sulawesi, Bali, Sumatera, Nusa Tenggara, Minahasa dan Jawa
  2. Tanah aluvial yang banyak tersebar di Sumatera, Papua, Jawa, Sulawesi, Kalimantan
  3. Tanah humus banyak ditemukan di Papua, Kalimantan, Jawa Barat, Sumatera dan Sulawesi
  4. Tanah organosol yang banyak terdapat di daerah pasang surut misalnya pantai Kalimantan Timur, pantai barat Sumatera, Sumatera bagian timur, Pulau Jawa, Kalimantan Barat dan Papua bagian barat
  5. Tanah inseptisol yang tersebar di Papua, Kalimantan dan Sumatera
  6. Tanah pasir ada di Pantai Parangkusumo
  7. Tanah laterit atau tanah merah di Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat

Tentunya pemanfaatan tanah tersebut berbeda-beda. Misalnya, tanah vulkanik yang subur biasa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, tanah humus biasa dipakai untuk menanam kelapa, nanas dan padi, tanah inseptisol untuk perkebunan dan lain sebagainya.

Baca juga: Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Hutan Mangrove

Hutan mangrove atau hutan bakau saat ini banyak yang menjadi eksis karena sangat bagus dijadikan latar belakang foto. Oleh sebab itu, tidak heran bila kemudian banyak hutan mangrove di tanah air yang fungsinya bertambah menjadi tempat pariwisata. Lebih dari itu, hutan mangrove sendiri mempunyai sejumlah manfaat diantaranya ialah untuk mencegah abrasi dan intrusi air laut.

Diantara daerah yang menjadi persebaran bagi hutan mangrove ini sebagai berikut: bagian barat dan timur Pulau Sumatera, Pulau Jawa, sepanjang pesisir di Pulau Kalimantan, sepanjang pesisir di Pulau Sulawesi, bagian barat Pulau Papua, Bali serta Nusa Tenggara.

Terumbu Karang

Menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia, terumbu karang merupakan kumpulan dari karang yang sekaligus menjadi tempat hidup bagi sejumlah hewan laut berukuran kecil. Selain menjadi tempat hidup hewan, terumbu karang juga sekaligus menjadi tempat wisata serta tempat penelitian.

Terumbu karang ini jika di Indonesia banyak tersebar di pantai barat Sumatera, pantai di Pulau Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Sulawesi.

Berbicara tentang contoh potensi sumber daya alam dan persebarannya di Indonesia sungguh menakjubkan bukan? Selain bisa memanfaatkan, ini sekaligus menjadi PR bagi setiap masyarakat Indonesia untuk menjaga dan melestarikan kekayaan negara ini supaya generasi yang akan datang juga bisa menikmatinya. Anda setuju?

Posted on

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Anda tentu sudah pernah mendengar kata sumber daya alam bukan? Secara singkat, sumber daya alam ini bisa dianggap sebagai berbagai hal yang bisa ditemukan di alam sekaligus bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk menunjang hidupnya.

Jenis-jenis sumber daya alam ini bermacam-macam, namun pada dasarnya berupa benda hidup atau hayati dan benda mati atau non-hayati.

Lebih lanjut lagi, macam-macam sumber daya alam dapat digolongkan berdasarkan kategori tertentu. Masing-masing jenis tersebut juga mempunyai contoh tersendiri yang bisa Anda ketahui lebih lanjut di bawah ini.

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam dan Contohnya

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Sifatnya

Jika melihat sumber daya alam berdasarkan sifatnya, lebih tepatnya sifat kelestariannya, maka sumber daya alam itu bisa dikelompokkan dalam 3 jenis yakni renewable resources, unrenewable resources dan continuous atau flow resources. Penjelasannya kurang lebih sebagai berikut.

Renewable resources

Renewable resources sejatinya merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Dengan kata lain, jenis sumber daya alam satu ini tidak akan habis walaupun dipakai terus menerus karena masih bisa diproduksi kembali. Akan tetapi, jumlah serta kualitasnya akan tergantung kepada pengelolanya.

Oleh sebab itu, persediaan sumber daya alam satu ini ada tiga kemungkinan yaitu menurun, lestari atau justru meningkat. Contoh dalam hal ini ialah hewan, tanah, tumbuhan, air, panas bumi dan masih banyak lagi.

Baca juga: Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Unrenewable resources

Kebalikan dari renewable resources, unrenewable resources merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui. Sumber daya alam ini tidak bisa diperbarui karena tidak bisa diproduksi ulang sehingga ada kemungkinan akan habis suatu saat nanti. Contoh dalam hal ini gas alam, batu bara, minyak bumi, logam mulia serta bahan mineral.

Continuous atau flow resources

Sementara untuk continuous atau flow resources merupakan sumber daya alam yang tidak akan habis. Artinya, sumber daya alam satu ini akan selalu tersedia secara berkelanjutan dan jumlahnya tidak terbatas. Contoh yang paling mudah adalah energi matahari, energi pasang surut dan lain sebagainya.

Baca juga 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Jenisnya

Kalau berdasarkan jenisnya, ini sudah seperti yang disebutkan sebelumnya yaitu sumber daya alam hayati atau biotik atau yang biasa disebut juga dengan sumber daya alam organik dan sumber daya alam non hayati atau abiotik atau yang biasa disebut juga dengan sumber daya alam anorganik.

  1. Sumber daya alam hayati atau biotik ialah sumber daya alam yang hidup, artinya berasal dari makhluk hidup dan dalam hal ini terdiri atas hewan serta tumbuhan. Nantinya, sumber daya alam hayati ini bisa dibagi menjadi 2 yaitu sumber daya yang asalnya dari binatang atau hewan seperti daging, ikan dan telur serta sumber daya yang asalnya dari tumbuhan
  2. Sumber daya alam non hayati atau abiotik ialah sumber daya alam yang tidak hidup, artinya berasal dari benda-benda mati. Contohnya dalam hal ini adalah air, tanah, udara, hasil tambang, sinar matahari dan lain sebagainya.

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Pembentukannya

Jenis-jenis sumber daya alam jika dilihat dari pembentukannya, ada empat jenis. Keempatnya tersebut ialah sumber daya alam materi, energi, ruang dan waktu. Penjelasannya sebagai berikut:

  1. Sumber daya alam materi merupakan sebutan untuk sumber daya alam yang terdiri atas benda mati. Sumber daya alam ini bisa diperoleh dari alam secara langsung. Umumnya prosesnya melalui penambangan serta pengolahan sehingga nanti bisa digunakan untuk menunjang kehidupan manusia.
  2. Sumber daya alam energi merupakan sumber daya alam yang mampu menghasilkan energi. Energi ini nantinya juga bisa digunakan untuk menunjang kehidupan. Contohnya sinar matahari, udara, air, gas bumi, batu bara dan minyak bumi
  3. Sumber daya ruang ialah sumber daya alam yang wujudnya berupa tempat, ruang atau wilayah yang dapat digunakan untuk menunjang hidup manusia. Namun, sumber daya alam satu ini akan dipengaruhi oleh sejumlah hal seperti topografi, letak astronomis serta relief. Contohnya gunung dan lembah.
  4. Sumber daya waktu merupakan sumber daya yang keberadaannya akan dipengaruhi dan tergantung oleh musim atau waktu. Contoh yang paling mudah adalah musim penghujan dan musim kemarau. Ketika musim penghujan, air akan tersedia sangat banyak bahkan di beberapa daerah sampai berlebihan. Tetapi di musim kemarau, air menjadi cukup sulit ditemukan.

Baca juga: Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Daya Pakai Serta Nilai Ekonomisnya

Jika didasarkan pada daya pakai dan juga nilai ekonomisnya, maka sumber daya alam hanya ada dua, yakni sumber daya alam yang ekonomis dan sumber daya alam yang non ekonomis. Ekonomis di sini artinya mempunyai nilai jual ya. Penjelasannya sebagai berikut.

  1. Sumber daya alam ekonomis yaitu sumber daya alam yang mempunyai nilai ekonomi, atau dengan kata lain mempunyai nilai jual. Contohnya ialah batu bara, minyak bumi, logam mulia seperti emas dan perak dan lain sebagainya.
  2. Sumber daya alam non ekonomis ialah sumber daya alam yang tidak mempunyai nilai ekonomi, atau dengan kata lain tidak mempunyai nilai jual. Biasanya, penyebab sumber daya alam tidak memiliki nilai ekonomis tersebut karena cara memperolehnya yang cenderung mudah, bahkan bisa didapatkan langsung dari alam tanpa harus melakukan proses apapun. Misalnya udara.

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Lokasinya

Sumber daya alam juga bisa dibedakan dengan berdasarkan lokasinya. Dalam hal ini akan ada dua jenis, yakni sumber daya alam akuatik dan sumber daya alam terestrial.

  1. Sumber daya alam akuatik adalah SDA yang hanya dapat Anda jumpai di daerah perairan. Contoh mudahnya udang, terumbu karang, rumput laut, ikan dan lain sebagainya
  2. Sumber daya alam terestrial adalah SDA yang hanya dapat Anda jumpai di daratan. Contohnya seperti bahan tambang, hasil hutan, hewan-hewan yang hanya bisa hidup di darat dan lain sebagainya

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Kegunaannya

Sementara jika dilihat dari kegunaannya, sumber daya alam juga ada dua kelompok yakni yang menghasilkan energi dan yang menghasilkan bahan baku. Contohnya juga banyak tersedia di alam dan beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Sumber daya alam penghasil energi ini adalah sumber daya alam yang mampu menciptakan energi yang bermanfaat untuk hidup manusia, misalnya untuk menggerakkan kendaraan, menggerakkan mesin industri, memasak dan sejumlah aktifitas lainnya. Contoh dalam hal ini adalah ombak atau gelombang laut, gas bumi, angin atau udara, sinar matahari dan air
  2. Sumber daya alam penghasil bahan baku ialah sumber daya alam yang akan menghasilkan barang atau produk bernilai jual atau mempunyai nilai guna. Dengan kata lain, ini adalah sumber daya alam yang akan menghasilkan bahan baku guna menciptakan produk lain yang manfaatnya lebih tinggi. Contohnya hasil hutan, hasil perkebunan dan hasil pertanian

Ada cukup banyak jenis-jenis sumber daya alam bukan? Agar lebih mudah mengingatnya, Anda dapat mencatat penjelasan tersebut dalam bentuk bagan. Kemudian terkait dengan pemanfaatan sumber daya alam, jangan dilakukan secara maksimal.

Cukup ambil sesuai kebutuhan dan jangan lupa terapkan pula prinsip pemanfaatan sumber daya alam yang terdiri atas selektif, pelestarian, penghematan dan memperbaharui.

Posted on

8 Manfaat Sumber Daya Alam

manfaat-sumber-daya-alam

Salah satu hal yang membuat manusia bisa bertahan hidup ialah keberadaan sumber daya alam. Sesuai dengan pengertiannya, sumber daya alam ini merupakan berbagai hal yang ada di atau bersumber dari alam serta bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia. Dengan demikian, sangat jelas bahwa manfaat sumber daya alam ini sangat besar.

Biasanya, manusia menggunakan sumber daya alam tersebut untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu, tidak heran bila dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak manusia yang melakukan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkannya.

Sebagai Cadangan Devisa Bagi Negara yang Memilikinya

Devisa merupakan berbagai barang yang bisa dimanfaatkan sebagai alat pembayaran internasional. Devisa juga bisa dianggap sebagai kekayaan yang bentuknya berupa mata uang asing yang dimiliki oleh negara. Pastinya, mata uang asing tersebut adalah mata uang yang diakui oleh berbagai negara di dunia.

Kemudian jika menyinggung soal cadangan devisa, ini merupakan salah satu indikator yang akan menunjukkan lemah kuatnya perekonomian suatu negara. Sementara sumber daya alam itu kan adalah potensi penting yang dimiliki oleh suatu negara dan salah satunya untuk menciptakan devisa tersebut.

Tanpa adanya sumber daya alam ini, jelas suatu negara tidak akan mampu mencukupi kebutuhan warganya. Akibat dari adanya kebutuhan ini pula nanti akan muncul yang namanya kegiatan ekspor dan impor. Transaksi ekspor dan impor yang dilakukan secara besar-besaran ini juga yang nantinya akan menghasilkan devisa.

Biasanya, sumber daya alam yang diandalkan untuk devisa ini ialah yang paling banyak didapat, nilai jualnya tinggi, dibutuhkan oleh orang lain dan bisa diandalkan dari masa ke masa. Dengan kata lain, devisa bisa saja tidak diperoleh apabila suatu negara tidak mempunyai sumber daya alam yang tidak dapat diandalkan untuk itu.

Demikian pula apabila suatu negara yang mempunyai sumber daya alam memerlukan dana, sumber daya alam tersebut bisa dikomersilkan sehingga memperoleh keuntungan.

Baca juga: Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Sebagai Sumber Mata Pencaharian

Mata pencaharian merupakan pekerjaan utama yang dilakukan demi mendapatkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari. Mata pencaharian bisa dikatakan juga sebagai pekerjaan yang menjadi pokok penghidupan atau berbagai aktifitas manusia dalam menggunakan dan memberdayakan potensi sumber daya alam.

Mata pencaharian manusia yang terkait dengan sumber daya alam ini banyak macamnya. Mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, pertambangan dan lain sebagainya.

Dari apa yang dilakukannya inilah (menanam tanaman, memelihara hewan ternak dan menambang bahan tambang) manusia bisa memperoleh biaya atau barang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk Menjaga Keseimbangan Alam

Manfaat sumber daya alam yang lainnya ialah untuk menjaga keseimbangan alam. Manfaat ini menjadi lebih besar lagi karena jika keseimbangan alam terjaga, maka kehidupan manusia tidak terancam. Oleh sebab itu tidak heran jika di sekolah dasar bahkan sudah diajarkan untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan, apalagi jika tidak diikuti dengan tindakan pelestariannya.

Apabila manusia tidak mengindahkan hal tersebut, tentu wajar jika kemudian sumber daya alam menjadi rusak bahkan habis. Wajar juga jika kemudian terjadi bencana alam yang bisa dimulai dari berubahnya iklim dengan cepat.

Sebagai Penyuplai Oksigen

Bukan hanya alam yang seimbang yang dibutuhkan oleh manusia, tetapi oksigen juga. Bisa dikatakan bahwa oksigen ini adalah unsur yang begitu penting bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di muka bumi. Untuk manusia sendiri, oksigen ini sangat diperlukan agar bisa bernafas dan hidup.

Artinya, jika kemudian oksigen ini menghilang maka manusia dan makhluk hidup lainnya tidak akan bisa bertahan sehingga kemungkinan besar akan terjadi kepunahan. Oksigen ini sendiri salah satunya dihasilkan oleh sumber daya alam khususnya tumbuh-tumbuhan.

Tumbuh-tumbuhan ini juga sebenarnya termasuk dalam jenis sumber daya alam yang bisa diperbaharui. Oleh sebab itu, manusia harus mengupayakan kelestariannya supaya penyuplai utama oksigen di bumi ini tetap ada dan setiap makhluk hidup juga bisa mempertahankan hidupnya.

Baca juga: Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

Sebagai Sarana Untuk Membantu Pengembangan Teknologi

Teknologi adalah hal yang akan terus berkembang tanpa henti. Teknologi ini telah memberikan banyak keuntungan pada manusia termasuk dalam hal membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Pastinya, teknologi ini masih diupayakan untuk menjadi lebih canggih dan dalam upaya tersebut, tentu diperlukan sumber daya alam.

Bisa dikatakan dalam pengembangan teknologi, sumber daya alam merupakan unsur yang amat penting. Pasalnya, dalam proses penelitian ataupun proses produksi suatu teknologi, sumber daya alam diperlukan untuk menyelesaikannya sehingga kemudian teknologi tersebut bisa dipastikan akan memberikan manfaat bagi manusia.

Sebagai Sumber Energi Pembangkit Listrik

Manfaat sumber daya alam lainnya yang juga tidak kalah penting ialah sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik. Anda tentu sudah tahu bahwa listrik di masa sekarang juga termasuk hal yang dibutuhkan oleh manusia untuk melakukan banyak pekerjaan. Bahkan pekerjaan rumah tangga juga ada yang memerlukan listrik seperti mencuci dan memasak.

Ada beberapa sumber daya alam yang bisa dijadikan sumber energi pembangkit listrik, diantaranya ialah air. Anda sudah pernah dengan soal PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air bukan? Sesuai dengan namanya itu, pembangkit listrik satu ini memanfaatkan arus air dalam mendorong dan menggerakkan turbin.

Oleh sebab itu, pembangkit listrik tenaga air umumnya dipasang di dekat sumber air yang cukup deras misalnya sungai yang alirannya deras, waduk atau bendungan. Selain PLTA, ada juga PLTD atau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Pembangkit listrik satu ini memanfaatkan minyak sebagai bahan bakarnya.

Sayangnya, PLTD lebih tidak ramah bagi lingkungan apalagi jika mengingat minyak yang termasuk dalam kategori sumber energi yang tidak bisa diperbaharui. Tentunya masih ada jenis sumber daya alam lain yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.

Sebagai Sumber Bahan Bakar Serta Energi

Masih berhubungan dengan manfaat sumber daya alam yang sebelumnya, kali ini sumber daya alam bisa dijadikan sebagai bahan bakar sekaligus sumber energi untuk menunjang kebutuhan industri maupun kebutuhan sehari-hari. Ada cukup banyak sumber daya alam yang bisa digunakan untuk ini.

Misalnya saja bahan bakar fosil yang terdiri atas batu bara, minyak bumi serta gas alam. Bahan bakar fosil tersebut bisa dijadikan sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik. Bisa juga digunakan untuk menghidupkan kendaraan bermotor, kompor dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu saja, energi matahari bahkan angin sekarang juga sudah mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi. Keduanya dimanfaatkan sebagai pengganti minyak bumi dan juga gas.

Sebagai Sarana Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Bagi Manusia

Salah satu manfaat dari sumber daya alam yang paling utama ialah sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pangan. Sumber daya alam yang dimaksudkan di sini ialah tumbuh-tumbuhan dan juga hewan. Kebanyakan tumbuhan dan hewan tersebut diolah dengan cara tertentu terlebih dahulu sehingga tidak berbahaya saat dikonsumsi.

Mengingat begitu besarnya manfaat dari sumber daya alam untuk kehidupan, sudah sewajarnya setiap manusia memikirkan kelestariannya. Dengan begini, manusia tidak akan lagi mengeksplor sumber daya alam habis-habisan sehingga kehidupannya dan kehidupan generasi yang akan datang lebih terjamin. Semoga bermanfaat.

Posted on

Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

cara-mengatasi-kelangkaan-sumber-daya

Kelangkaan mengacu pada sumber daya yang berkurang dan terbatas. Kelangkaan menunjukkan bahwa manusia harus memutuskan bagaimana dan apa yang akan diproduksi.

Kelangkaan sumber daya merupakan salah satu masalah fundamental dalam sektor ekonomi. Harus ada cara untuk mengatasi kelangkaan sumber daya.

Jika kelangkaan ini tidak ditangani secara tepat, maka akan ada banyak permasalahan lainnya yang lebih fatal pada keberlangsungan hidup masyarakat. Kelangkaan secara langsung mengacu pada masalah ekonomi di mana kebutuhan manusia yang tinggi terbentur dengan kelangkaan sumber daya yang ada.

Pengertian Kelangkaan Sumber Daya

Kelangkaan adalah ketika sarana untuk memenuhi tujuan terbatas dan mahal. Kelangkaan adalah dasar dari masalah utama ekonomi. Kelangkaan menyebabkan alokasi sarana yang terbatas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan manusia yang selalu meningkat.

Bahkan sumber daya alam yang bisa didapatkan secara gratis dapat menjadi langka jika muncul biaya untuk memperoleh atau mengkonsumsinya.

Bisa juga sumber daya alam yang gratis menjadi langka jika ada preferensi yang berubah atau khasiat dari penggunaan sumber daya tersebut baru ditemukan sehingga menimbulkan permintaan yang tinggi.

Situasi ini menuntut orang untuk membuat keputusan tentang bagaimana mengalokasikan sumber daya secara efisien agar bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Kelangkaan juga bisa disebut sebagai “kekurangan”.

Contoh Kelangkaan Sumber Daya

Untuk lebih memahami tentang kelangkaan sumber daya, berikut adalah beberapa contohnya:

Kelangkaan Tanah

Kekurangan lahan subur bagi populasi di suatu daerah untuk menanam tanaman juga merupakan salah satu contoh kelangkaan sumber daya. Misalnya, daerah Jeneponto yang berada di Sulawesi Selatan, daerah tersebut terkenal dengan daerah yang tandus. Kelangkaan tanah yang subur akhirnya menyebabkan penurunan lahan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk area pertanian.

Kelangkaan Air

Pemanasan global dan perubahan cuaca, telah menyebabkan beberapa bagian dunia menjadi lebih kering dan sungai mengering. Hal ini menyebabkan kekurangan air minum, baik untuk manusia maupun hewan. Musim kemarau di Indonesia yang berlangsung lama juga bisa menyebabkan kelangkaan air di beberapa daerah yang kering.

Kekurangan Tenaga Kerja

Mungkin di Indonesia kekurangan tenaga kerja hanya terjadi di beberapa sektor saja karena faktanya Indonesia lebih kekurangan lapangan kerja daripada tenaga kerjanya. Namun kekurangan tenaga kerja juga merupakan sebuah contoh kelangkaan sumber daya.

Penduduk yang mungkin kurang berpendidikan di negara yang membutuhkan pekerja dengan keterampilan tinggi dapat mengakibatkan kelangkaan tenaga kerja.

Kelangkaan Pangan

Banjir dahsyat yang menyerang daerah Masamba, Luwu Utara menyapu lahan pertanian dan menciptakan kelangkaan pangan bagi penduduk di daerah tersebut. Kasus kelangkaan pangan ini akan sering terjadi pada daerah-daerah yang terkena musibah dahsyat yang meluluhlantakkan perekonomian masyarakat.

Kelangkaan Fosfor

Fosfor untuk pertanian sama pentingnya dengan air. Tetapi kurangnya ketersediaan fosfor adalah masalah yang bisa mengancam kebutuhan makan untuk masyarakat.

Seperti nitrogen dan kalium, fosfor adalah nutrisi yang diambil tanaman dari tanah dan sangat penting untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Ada beberapa daerah yang mengalami kelangkaan fosfor di Indonesia yang mungkin bisa mengancam kebutuhan pangan manusia di daerah tersebut.

Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

Lalu apa sih yang idealnya dilakukan manusia untuk mengatasi atau mencegah kelangkaan sumber daya? Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencoba mengatasi kelangkaan sumber daya, di antaranya adalah:

Tidak Berlebihan dalam Menggunakan Sumber Daya

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar. Sumber daya yang ada di sekitar mempunyai jumlah yang terbatas sehingga ada baiknya jika Anda menggunakannya dengan bijaksana.

Maksud dari bijaksana adalah tidak boros atau berlebihan dalam menggunakan sumber daya yang ada. Berlakulah hemat dan efisien agar sumber daya tetap terjaga keberadaannya hingga ke masa-masa yang akan datang.

Anda juga harus tepat dalam memanfaatkan atau mengelola sumber daya agar bisa menghasilkan produk yang mungkin mencukupi kebutuhan masyarakat.

Buat Skala Prioritas

Dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, Anda mungkin perlu membuat skala prioritas. Anda bisa membuat skala prioritas dengan 2 kategorisasi seperti:

  • Berdasarkan Kebutuhan

Skala prioritas yang pertama adalah manfaatkan sumber daya yang memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda. Penuhi apa yang dirasa sangat penting dan mendesak. Jika dirasa Anda tidak membutuhkan sumber daya yang Anda maksud, maka Anda bisa menunda untuk menggunakannya sampai Anda merasa benar-benar perlu dan butuh.

  • Berdasarkan Finansial

Apapun yang Anda butuhkan, tidak akan bisa direalisasikan tanpa finansial yang memadai. Apalagi jika Anda mempunyai pendapatan minimal dan sulit untuk mencukupi semua kebutuhan Anda sekaligus. Agar Anda tidak kekurangan sumber daya, maka Anda bisa menyesuaikan apa yang menjadi kebutuhan Anda sesuai dengan finansial yang Anda miliki.

Daur Ulang

Tahukah Anda bahwa ada beberapa perusahaan yang mencoba membuat produk baru yang membutuhkan penggunaan sumber daya alam kayu terbarukan, bahan bakar fosil atau biji logam yang tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam dunia terbatas dan tidak dapat diperbarui sehingga jika digunakan terus menerus akan berdampak pada kelangkaan.

Nah, cara mengatasi kelangkaan sumber daya yang bisa dilakukan selanjutnya adalah mencoba daur sumber daya apapun. Bisa berupa kertas, kayu, plastik, kaca dan sebagainya. Daur ulang kayu dan kertas menyelamatkan pohon dan hutan karena Anda tidak dapat mengganti hutan begitu hilang.

Daur ulang plastik sama halnya Anda mencegah penggunaan plastik baru karena biasanya produksi barang ini terbuat dari bahan bakar fosil hidrokarbon. Satu ton plastik daur ulang bahkan bisa menghemat 16,3 barel minyak.

Sementara daur ulang kaca mengurangi kebutuhan untuk menggunakan sumber daya bahan mentah baru seperti pasir. Pembuatan kaca dari bahan daur ulang mampu mengkonsumsi energi 10-15% lebih sedikit dibandingkan dengan produksi dari awal, karena ketika memproduksi kaca setidaknya perusahaan membutuhkan banyak panas dan energi.

Memanfaatkan Kecanggihan Teknologi

Perubahan teknologi memungkinkan perusahaan untuk melakukan peningkatan produksi dengan penggunaan sumber daya yang lebih sedikit. Dengan cara ini kemajuan teknologi memainkan peran penting dalam mengurangi kelangkaan sumber daya. Peningkatan teknologi bisa meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya ini.

Manusia harus memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada untuk menekan jumlah sumber daya yang ada agar tidak langka. Harus ada solusi berbasis inovasi teknologi yang melahirkan tindakan kompetitif mengatasi kelangkaan sumber daya.

Melakukan Riset Mengenai Adanya Sumber Daya Alam Baru

Terakhir, Anda bisa melakukan riset atau eksplorasi untuk menemukan sumber daya alam baru yang mungkin bisa untuk dimanfaatkan. Proses riset mengenai sumber daya alam baru bisa menambah pasokan sumber daya yang ada di bumi yang mungkin mulai berkurang.

Alternatif terakhir ini sangat cocok digunakan untuk menggantikan sumber daya yang tidak bisa diperbaharui seperti gas alam, helium, batu bara, logam mulia, dan masih banyak lagi.

Mungkin tidak semua cara di atas bisa Anda lakukan. Namun Anda bisa memulainya dari hal yang terkecil seperti tidak boros dalam menggunakan sumber daya, sering melakukan daur ulang dan tentukan skala prioritas.