Posted on

15 Contoh Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Contoh Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Sejatinya, kehidupan yang dijalani oleh setiap manusia tidak terlepas dari sumber daya alam. Oleh sebab itu, tidak heran jika kemudian ada banyak sekali contoh pemanfaatan sumber daya alam. Jika melihat pengertiannya memang sumber daya alam itu adalah semua atau berbagai hal yang bisa dijumpai atau ditemukan di alam dan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Sumber daya alam ini sangat beragam dan dapat diklasifikasikan sesuai dengan kategori tertentu. Namun jika berbicara soal pemanfaatannya, contohnya kurang lebih sebagai berikut.

Contoh Pemanfaatan Sumber Daya Alam oleh Manusia

Tumbuhan

Khusus di wilayah Indonesia sendiri, tumbuhan termasuk sumber daya alam yang jumlahnya sangat melimpah. Tidak hanya melimpah, tumbuhan ini juga sangat beragam. Tumbuhan ini bahkan mampu menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis.

Dengan berbagai alasan tersebut, sudah jelas bahwa keberadaan tumbuhan sangatlah penting. Sementara pemanfaatannya biasanya sebagai bahan makanan, bahan bangunan, bahan bakar yang dalam hal ini adalah kelapa sawit, bahan untuk obat, sarana untuk mempercantik tampilan rumah, membuat perabotan rumah tangga dan lain sebagainya.

Baca juga: Contoh Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Indonesia

Hewan

Sama seperti tumbuhan, jenis hewan juga sangat beragam. Sedangkan untuk pemanfaatannya biasanya digunakan untuk membantu pekerjaan manusia. Hewan yang digunakan dalam hal ini adalah hewan besar seperti kerbau untuk membajak sawah. Kemudian kuda sebagai sarana transportasi.

Selanjutnya ada juga beberapa jenis hewan yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan seperti ikan, kambing, ayam, sapi, cumi-cumi, gurita dan lain sebagainya. Beberapa pihak bahkan ada yang memanfaatkan hewan, khususnya lumba-lumba untuk kepentingan mendeteksi ranjau di bawah air.

Sebagian jenis hewan juga ada yang sengaja dipelihara sebagai teman di rumah, misalnya anjing, kucing dan burung. Bahkan ada juga manusia yang memanfaatkan hewan sebagai sarana untuk mendapatkan penghasilan.

Batu Bara

Batu bara adalah bagian dari sumber daya alam. Sayangnya, batu bara ini masuk dalam jajaran sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Batu bara sendiri adalah batuan sedimen yang terbentuk dari endapan organik. Adapun pemanfaatan batu bara oleh manusia di antaranya adalah sebagai bahan bakar pendukung untuk industri aluminium.

Selain itu, batu bara juga dimanfaatkan untuk menghasilkan gas, sumber tenaga pembangkit listrik, bahan bakar untuk mengolah bahan baku pembuatan semen, bahan bakar untuk industri baja, bahan bakar untuk industri kertas, sumber energi untuk membuat bahan kimia seperti benzena dan cairan fenol bahkan industri pupuk pertanian.

Gas Alam

Gas alam merupakan sebutan untuk gas yang dikeluarkan langsung oleh bumi. Umumnya, gas alam ini adanya bersamaan dengan minyak bumi. Jadi, bisa dikatakan bahwa gas alam juga termasuk sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui.

Adapun pemanfaatan gas alam oleh manusia di antaranya adalah sebagai pembangkit listrik, bahan bakar kendaraan, bahan baku industri pabrik, untuk memasak dalam bentuk LPG, sebagai energi alternatif, bahan baku dalam industri pupuk, rekayasa hujan, bahan baku untuk minuman bahkan bahan penelitian.

Baca juga: Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Emas

Emas termasuk salah satu benda berharga dan biasa disebut dengan logam mulia. Emas mempunyai karakter unik di antaranya adalah mempunyai kilau alami, mampu menghantarkan listrik, mudah dibentuk, lunak serta mudah dicampur dengan logam lain.

Untuk pemanfaatan emas oleh manusia adalah sebagai perhiasan, sebagai alat investasi, sebagai bahan untuk menambal gigi dan pembuatan mahkota gigi, bahan untuk membuat alat elektronik, lapisan bagian dalam kendaraan ruang angkasa bahkan sebagai medali untuk penghargaan dan juga obat, kosmetik, makanan serta minuman.

Hutan

Hutan termasuk dalam jajaran sumber daya alam yang keberadaannya begitu penting. Pastinya, manusia juga bisa memanfaatkan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Wujud pemanfaatan hutan yang dilakukan oleh manusia beragam. Di antaranya adalah sebagai kawasan lindung.

Seperti namanya, hutan ini berperan sebagai pelindung dan penjaga kondisi alam di bumi. Pemanfaatan lainnya adalah sebagai kawasan suaka alam untuk melindungi binatang maupun tumbuhan yang dilindungi. Hutan juga banyak dimanfaatkan sebagai kawasan produksi yang biasa digunakan untuk tujuan komersial, sebagai kawasan wisata dan sebagai kawasan edukasi.

Laut

Laut sejatinya merupakan kumpulan dari air asin yang ada di cekungan yang sangat besar. Pemanfaatan laut oleh manusia di antaranya adalah sebagai sarana hiburan dan tempat rekreasi, sebagai pembangkit listrik, menjadi tempat hidup aneka macam hewan dan tumbuhan air.

Selain itu, sebagian laut juga dimanfaatkan sebagai lokasi untuk menambang, sebagai jalur untuk transportasi air sekaligus sebagai objek penelitian.

Kopi

Kopi produk dari Indonesia bahkan sangat terkenal di negara lain. Secara umum, pemanfaatan kopi yang dilakukan oleh manusia adalah sebagai bahan baku minuman, khususnya minuman penghilang kantuk. Pasalnya, kopi ini mempunyai kemampuan untuk menjaga kesadaran. Namun kopi juga banyak dimanfaatkan di dunia kecantikan, salah satunya sebagai masker.

Baca juga: 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Tembakau

Pasangannya kopi biasanya adalah rokok. Sementara rokok dibuat dari tembakau. Tembakau ternyata tidak hanya bisa dijadikan rokok karena sebenarnya tanaman satu ini juga menyimpan manfaat yang lain. Pemanfaatan tembakau oleh manusia di antaranya untuk obat.

Tembakau diketahui bisa mengatasi ruam kulit, rematik serta eksim. Pemanfaatan yang lainnya adalah obat untuk sakit gigi, sarana untuk mengeluarkan racun ular berbisa, obat untuk penyakit mental seperti skizofrenia dan ADHD/ADD. Tembakau bahkan bisa dijadikan bahan bakar ramah lingkungan sekaligus bahan untuk membersihkan polusi dari senyawa peledak.

Terumbu Karang

Di antara pemanfaatan terumbu karang oleh manusia adalah sebagai sumber keanekaragaman hayati yang tinggi, pelindung pesisir dan pantai, sumber bahan baku untuk obat dan kosmetik, sumber makanan, sumber bibit budidaya sekaligus objek wisata. Bahkan ada juga manusia yang memanfaatkan terumbu karang untuk membuat perhiasan.

Karet

Karet adalah tanaman yang diambil getahnya. Getah inilah yang nantinya akan diolah menjadi berbagai macam produk. Lebih spesifik lagi, pemanfaatan karet oleh manusia di antaranya adalah untuk bahan obat-obatan (dalam hal ini adalah biji karet).

Pemanfaatan karet yang lainnya adalah untuk membuat ban karet, bantalan karet, bahan baku untuk industri sintetis yang menghasilkan perkakas, alat kesehatan, alat-alat kendaraan dan lain sebagainya serta membuat tikar lantai. Kayunya juga sekaligus menjadi bahan baku untuk industri furnitur dan mebel.

Hutan Mangrove

Hutan mangrove adalah hutan yang berada di dekat laut. Pemanfaatan hutan mangrove oleh manusia salah satunya adalah sebagai tempat rekreasi. Selain itu, hutan mangrove juga biasa diandalkan untuk melindungi dari bencana alam terutama abrasi sekaligus dijadikan sarana pendidikan dan tempat penelitian.

Tanah

Dalam kehidupan sehari-hari manusia akan beraktifitas dengan berpijak di atas tanah. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa pemanfaatan tanah ini di antaranya adalah sebagai tempat untuk manusia dan makhluk hidup lainnya melakukan aktifitas.

Sedangkan pemanfaatan tanah yang lainnya adalah sebagai bahan baku untuk pembuatan gerabah, batu bata dan genteng, pembuatan material bangunan serta sumber pendapatan. Karena ada kan orang yang menghasilkan uang dari kegiatan jual beli tanah.

Flora dan Fauna yang Langka

Flora dan fauna yang langka akan dilindungi. Bahkan sudah tersedia tempat khusus untuk itu. Biasanya, pemanfaatan flora dan fauna yang langka ini adalah untuk wisata serta sarana edukasi.

Rotan

Rotan banyak terdapat di Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Pemanfaatan rotan cukup beragam di antaranya adalah untuk bahan baku mebel, bahan pembuatan senjata, pengganti sayuran, bumbu masakan, pelapis kayu agar tampak mengkilap, pembuatan sepak takraw dan lain sebagainya.

Contoh pemanfaatan sumber daya alam di atas hanya sebagian kecil saja. Tetapi pada intinya, sumber daya alam adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan. Oleh sebab itu, sumber daya alam ini harus senantiasa dijaga. Pemanfaatannya juga sebaiknya tidak dilakukan secara maksimal agar tidak lekas habis sekalipun itu adalah sumber daya yang sebenarnya bisa diperbaharui.

Posted on

Contoh Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Indonesia

Contoh Potensi Sumber Daya Alam di Indonesia

Ada lagu yang mengatakan bahwa Indonesia adalah tanah surga. Tentunya Anda tahu kan kenapa ungkapan tersebut ada? Ini dikarenakan kekayaan alam Indonesia yang amat berlimpah. Bahkan ada banyak sekali contoh potensi sumber daya alam dan persebarannya di Indonesia yang bisa disebutkan dengan mudah.

Sumber daya alam itu juga bukan hanya satu macam, tetapi bermacam-macam dan ini sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat yang ada. Penasaran apa saja contoh potensi sumber daya alam itu dan daerah persebarannya? Simak informasinya berikut ini.

Ragam Contoh Potensi Sumber Daya Alam dan Persebarannya di Indonesia

Hasil Tambang

Pertambangan adalah salah satu potensi sumber daya alam yang sering dicari karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Beruntung Indonesia termasuk negara yang kaya akan barang tambang karena dilalui 2 rangkaian cincin api dunia.

Hasil tambangnya juga beragam. Namun ada diantaranya yang begitu populer yakni minyak bumi, batu bara serta gas alam dengan daerah persebarannya sebagai berikut:

  1. Minyak bumi adalah salah satu sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui dan daerah persebarannya di Indonesia meliputi Delta Mahakam di Kalimantan Timur, Sorong, Maluku, Balikpapan, Majalengka, Cilacap, Cepu, Sumatera Selatan, Riau dan Aceh.
  2. Batu bara merupakan bahan bakar fosil yang juga tergolong dalam sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Daerah penghasil batu bara di Indonesia diantaranya ialah Papua, Makasar, Pulau Sebuku di Kalimantan Selatan, Samarinda di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Tanjung Enim di Kalimantan Selatan dan Sawahlunto di Sumatera Barat
  3. Gas alam merupakan sumber daya alam yang sebenarnya juga bisa diubah bentuknya menjadi cair. Bentuk inilah yang kemudian disebut dengan LNG atau Liquified Natural Gas. Daerah yang terkenal sebagai penghasil gas alam ialah Pulau Natuna, Tangguh di Papua, Bontang di Kalimantan Timur dan Arun di Aceh

Tentunya masih banyak hasil tambang lain yang bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia. Diantaranya ialah timah, baja, besi, pasir, aluminium, tembaga, nikel, intan, mangan, mika, emas, perak dan sebagainya.

Baca juga: Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Hutan

Potensi sumber daya alam Indonesia yang berupa hutan sebenarnya sangat besar. Luasnya mencapai 99 juta hektar yang tersebar di berbagai wilayah. Karena luasnya itu pula, hutan Indonesia bahkan didapuk sebagai yang terbesar nomor 3 di dunia.

Hutan sendiri merupakan ekosistem daratan yang menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis flora serta fauna. Selain itu, hutan juga menjadi penyedia oksigen dan kayu, berfungsi sebagai pengendali banjir, pengendali erosi bahkan menjadi penghasil buah-buahan serta sebagai paru-paru dunia.

Jenis hutan itu sendiri cukup beragam, namun di Indonesia ada yang disebut dengan hutan lindung, hutan produksi dan hutan konsvasi. Penjelasan singkatnya sebagai berikut.

Hutan lindung

Hutan lindung adalah hutan yang menjadi pelindung dan penyangga kehidupan. Contoh hutan lindung ialah

  • Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan
  • Hutan Lindung Wehea yang lokasinya ada di Kalimantan Timur atau tepatnya di Kabupaten Kutai Timur
  • Hutan Alas Kethu di Kabupaten Wonogiri
  • Hutan Taman Raya Bung Hatta yang berlokasi di Padang
  • Hutan Lindung Baning di Kota Sintang – Kalimantan Barat
  • Hutan Betung Kerihun di Kalimantan Barat
  • Hutan Lindung Sesaot di Lombok

Hutan produksi ialah hutan yang mempunyai fungsi produksi dan di Indonesia sendiri sebagian besarnya berupa hutan rimba atau hutam alam yang kemudian dieksploitasi dalam rangka HPH atau Hak Pengusahaan Hutan. Tetapi hutan produksi juga bisa saja berupa hutan buatan. Contoh hutan produksi berikut dengan tanaman dan daerah persebarannya ialah sebagai berikut:

  • Hutan mahoni serta hutan jati di Pulau Jawa, Bali, Madura, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan
  • Hutan pinus di Sumatera Utara yang tersebar di Tapanuli, Kerinci dan Aceh
  • Hutan jabon di Maluku, Sulawesi dan Papua

Baca juga: 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Hutan konservasi menjadi tempat untuk melestarikan aneka ragam flora, fauna dan juga ekosistemnya. Hutan ini sering ada dengan nama cagar alam, taman nasional dan suaka margasatwa. Beberapa contohnya sekaligus daerah persebarannya ialah sebagai berikut:

  • Cagar Alam Hutan Kepulauan Karimata yang ada di sebelah barat Pulau Kalimantan
  • Taman Nasional Gunung Leuser yang berlokasi di Aceh serta Sumatera Utara
  • Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang berada di tiga wilayah sekaligus yaitu Lampung, Sumatera Selatan dan juga Bengkulu
  • Cagar Alam Batang Gadis yang lokasinya juga di Sumatera Utara
  • Cagar Alam Kerinci Sebrat di Jambi
  • Cagar Alam Siberut di Sumatera Barat
  • Cagar Alam Bukit Dua Belas yang juga ada di Jambi
  • Cagar Alam Bukit Tiga Puluh yang berlokasi di Riau
  • Cagar Alam Way Kambas di Lampung
  • Taman Nasional Tanjung Puting yang posisinya berada di Kalimantan Tengah
  • Taman Nasional Wasur di Papua
  • Taman Nasional Ujung Kulon di Banten

Tanah

Tanah adalah pondasi bagi seluruh kehidupan yang ada di daratan. Indonesia sendiri juga mempunyai beberapa jenis tanah yang diantaranya sebagai berikut:

  1. Tanah vulkanik dengan daerah persebarannya di sekitar lereng gunung di Sulawesi, Bali, Sumatera, Nusa Tenggara, Minahasa dan Jawa
  2. Tanah aluvial yang banyak tersebar di Sumatera, Papua, Jawa, Sulawesi, Kalimantan
  3. Tanah humus banyak ditemukan di Papua, Kalimantan, Jawa Barat, Sumatera dan Sulawesi
  4. Tanah organosol yang banyak terdapat di daerah pasang surut misalnya pantai Kalimantan Timur, pantai barat Sumatera, Sumatera bagian timur, Pulau Jawa, Kalimantan Barat dan Papua bagian barat
  5. Tanah inseptisol yang tersebar di Papua, Kalimantan dan Sumatera
  6. Tanah pasir ada di Pantai Parangkusumo
  7. Tanah laterit atau tanah merah di Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat

Tentunya pemanfaatan tanah tersebut berbeda-beda. Misalnya, tanah vulkanik yang subur biasa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, tanah humus biasa dipakai untuk menanam kelapa, nanas dan padi, tanah inseptisol untuk perkebunan dan lain sebagainya.

Baca juga: Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Hutan Mangrove

Hutan mangrove atau hutan bakau saat ini banyak yang menjadi eksis karena sangat bagus dijadikan latar belakang foto. Oleh sebab itu, tidak heran bila kemudian banyak hutan mangrove di tanah air yang fungsinya bertambah menjadi tempat pariwisata. Lebih dari itu, hutan mangrove sendiri mempunyai sejumlah manfaat diantaranya ialah untuk mencegah abrasi dan intrusi air laut.

Diantara daerah yang menjadi persebaran bagi hutan mangrove ini sebagai berikut: bagian barat dan timur Pulau Sumatera, Pulau Jawa, sepanjang pesisir di Pulau Kalimantan, sepanjang pesisir di Pulau Sulawesi, bagian barat Pulau Papua, Bali serta Nusa Tenggara.

Terumbu Karang

Menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia, terumbu karang merupakan kumpulan dari karang yang sekaligus menjadi tempat hidup bagi sejumlah hewan laut berukuran kecil. Selain menjadi tempat hidup hewan, terumbu karang juga sekaligus menjadi tempat wisata serta tempat penelitian.

Terumbu karang ini jika di Indonesia banyak tersebar di pantai barat Sumatera, pantai di Pulau Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Sulawesi.

Berbicara tentang contoh potensi sumber daya alam dan persebarannya di Indonesia sungguh menakjubkan bukan? Selain bisa memanfaatkan, ini sekaligus menjadi PR bagi setiap masyarakat Indonesia untuk menjaga dan melestarikan kekayaan negara ini supaya generasi yang akan datang juga bisa menikmatinya. Anda setuju?

Posted on

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam

Anda tentu sudah pernah mendengar kata sumber daya alam bukan? Secara singkat, sumber daya alam ini bisa dianggap sebagai berbagai hal yang bisa ditemukan di alam sekaligus bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk menunjang hidupnya.

Jenis-jenis sumber daya alam ini bermacam-macam, namun pada dasarnya berupa benda hidup atau hayati dan benda mati atau non-hayati.

Lebih lanjut lagi, macam-macam sumber daya alam dapat digolongkan berdasarkan kategori tertentu. Masing-masing jenis tersebut juga mempunyai contoh tersendiri yang bisa Anda ketahui lebih lanjut di bawah ini.

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam dan Contohnya

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Sifatnya

Jika melihat sumber daya alam berdasarkan sifatnya, lebih tepatnya sifat kelestariannya, maka sumber daya alam itu bisa dikelompokkan dalam 3 jenis yakni renewable resources, unrenewable resources dan continuous atau flow resources. Penjelasannya kurang lebih sebagai berikut.

Renewable resources

Renewable resources sejatinya merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Dengan kata lain, jenis sumber daya alam satu ini tidak akan habis walaupun dipakai terus menerus karena masih bisa diproduksi kembali. Akan tetapi, jumlah serta kualitasnya akan tergantung kepada pengelolanya.

Oleh sebab itu, persediaan sumber daya alam satu ini ada tiga kemungkinan yaitu menurun, lestari atau justru meningkat. Contoh dalam hal ini ialah hewan, tanah, tumbuhan, air, panas bumi dan masih banyak lagi.

Baca juga: Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Unrenewable resources

Kebalikan dari renewable resources, unrenewable resources merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui. Sumber daya alam ini tidak bisa diperbarui karena tidak bisa diproduksi ulang sehingga ada kemungkinan akan habis suatu saat nanti. Contoh dalam hal ini gas alam, batu bara, minyak bumi, logam mulia serta bahan mineral.

Continuous atau flow resources

Sementara untuk continuous atau flow resources merupakan sumber daya alam yang tidak akan habis. Artinya, sumber daya alam satu ini akan selalu tersedia secara berkelanjutan dan jumlahnya tidak terbatas. Contoh yang paling mudah adalah energi matahari, energi pasang surut dan lain sebagainya.

Baca juga 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Jenisnya

Kalau berdasarkan jenisnya, ini sudah seperti yang disebutkan sebelumnya yaitu sumber daya alam hayati atau biotik atau yang biasa disebut juga dengan sumber daya alam organik dan sumber daya alam non hayati atau abiotik atau yang biasa disebut juga dengan sumber daya alam anorganik.

  1. Sumber daya alam hayati atau biotik ialah sumber daya alam yang hidup, artinya berasal dari makhluk hidup dan dalam hal ini terdiri atas hewan serta tumbuhan. Nantinya, sumber daya alam hayati ini bisa dibagi menjadi 2 yaitu sumber daya yang asalnya dari binatang atau hewan seperti daging, ikan dan telur serta sumber daya yang asalnya dari tumbuhan
  2. Sumber daya alam non hayati atau abiotik ialah sumber daya alam yang tidak hidup, artinya berasal dari benda-benda mati. Contohnya dalam hal ini adalah air, tanah, udara, hasil tambang, sinar matahari dan lain sebagainya.

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Pembentukannya

Jenis-jenis sumber daya alam jika dilihat dari pembentukannya, ada empat jenis. Keempatnya tersebut ialah sumber daya alam materi, energi, ruang dan waktu. Penjelasannya sebagai berikut:

  1. Sumber daya alam materi merupakan sebutan untuk sumber daya alam yang terdiri atas benda mati. Sumber daya alam ini bisa diperoleh dari alam secara langsung. Umumnya prosesnya melalui penambangan serta pengolahan sehingga nanti bisa digunakan untuk menunjang kehidupan manusia.
  2. Sumber daya alam energi merupakan sumber daya alam yang mampu menghasilkan energi. Energi ini nantinya juga bisa digunakan untuk menunjang kehidupan. Contohnya sinar matahari, udara, air, gas bumi, batu bara dan minyak bumi
  3. Sumber daya ruang ialah sumber daya alam yang wujudnya berupa tempat, ruang atau wilayah yang dapat digunakan untuk menunjang hidup manusia. Namun, sumber daya alam satu ini akan dipengaruhi oleh sejumlah hal seperti topografi, letak astronomis serta relief. Contohnya gunung dan lembah.
  4. Sumber daya waktu merupakan sumber daya yang keberadaannya akan dipengaruhi dan tergantung oleh musim atau waktu. Contoh yang paling mudah adalah musim penghujan dan musim kemarau. Ketika musim penghujan, air akan tersedia sangat banyak bahkan di beberapa daerah sampai berlebihan. Tetapi di musim kemarau, air menjadi cukup sulit ditemukan.

Baca juga: Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Daya Pakai Serta Nilai Ekonomisnya

Jika didasarkan pada daya pakai dan juga nilai ekonomisnya, maka sumber daya alam hanya ada dua, yakni sumber daya alam yang ekonomis dan sumber daya alam yang non ekonomis. Ekonomis di sini artinya mempunyai nilai jual ya. Penjelasannya sebagai berikut.

  1. Sumber daya alam ekonomis yaitu sumber daya alam yang mempunyai nilai ekonomi, atau dengan kata lain mempunyai nilai jual. Contohnya ialah batu bara, minyak bumi, logam mulia seperti emas dan perak dan lain sebagainya.
  2. Sumber daya alam non ekonomis ialah sumber daya alam yang tidak mempunyai nilai ekonomi, atau dengan kata lain tidak mempunyai nilai jual. Biasanya, penyebab sumber daya alam tidak memiliki nilai ekonomis tersebut karena cara memperolehnya yang cenderung mudah, bahkan bisa didapatkan langsung dari alam tanpa harus melakukan proses apapun. Misalnya udara.

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Lokasinya

Sumber daya alam juga bisa dibedakan dengan berdasarkan lokasinya. Dalam hal ini akan ada dua jenis, yakni sumber daya alam akuatik dan sumber daya alam terestrial.

  1. Sumber daya alam akuatik adalah SDA yang hanya dapat Anda jumpai di daerah perairan. Contoh mudahnya udang, terumbu karang, rumput laut, ikan dan lain sebagainya
  2. Sumber daya alam terestrial adalah SDA yang hanya dapat Anda jumpai di daratan. Contohnya seperti bahan tambang, hasil hutan, hewan-hewan yang hanya bisa hidup di darat dan lain sebagainya

Jenis Sumber Daya Alam Dengan Melihat Kegunaannya

Sementara jika dilihat dari kegunaannya, sumber daya alam juga ada dua kelompok yakni yang menghasilkan energi dan yang menghasilkan bahan baku. Contohnya juga banyak tersedia di alam dan beberapa diantaranya sebagai berikut:

  1. Sumber daya alam penghasil energi ini adalah sumber daya alam yang mampu menciptakan energi yang bermanfaat untuk hidup manusia, misalnya untuk menggerakkan kendaraan, menggerakkan mesin industri, memasak dan sejumlah aktifitas lainnya. Contoh dalam hal ini adalah ombak atau gelombang laut, gas bumi, angin atau udara, sinar matahari dan air
  2. Sumber daya alam penghasil bahan baku ialah sumber daya alam yang akan menghasilkan barang atau produk bernilai jual atau mempunyai nilai guna. Dengan kata lain, ini adalah sumber daya alam yang akan menghasilkan bahan baku guna menciptakan produk lain yang manfaatnya lebih tinggi. Contohnya hasil hutan, hasil perkebunan dan hasil pertanian

Ada cukup banyak jenis-jenis sumber daya alam bukan? Agar lebih mudah mengingatnya, Anda dapat mencatat penjelasan tersebut dalam bentuk bagan. Kemudian terkait dengan pemanfaatan sumber daya alam, jangan dilakukan secara maksimal.

Cukup ambil sesuai kebutuhan dan jangan lupa terapkan pula prinsip pemanfaatan sumber daya alam yang terdiri atas selektif, pelestarian, penghematan dan memperbaharui.

Posted on

Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Dalam upaya mempertahankan hidupnya, manusia akan mengolah sumber daya alam. Kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya ini biasa disebut dengan kegiatan ekonomi yang sebagian diantaranya memang berkaitan dengan alam. Pastinya, ada banyak sekali contoh kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam.

Sebagian dari sumber daya alam tersebut ada yang bisa langsung dimanfaatkan dan ada pula yang harus diolah terlebih dahulu. Berikut ini contohnya. Yuk disimak.

Daftar Contoh Kegiatan Ekonomi dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Sebelumnya, Anda sudah tahu bukan bahwa sumber daya alam itu ada yang bisa langsung dimanfaatkan atau dikonsumsi dan ada juga yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi? Nah, contoh-contoh berikut ini mencakup kedua hal tersebut.

Kerajinan

Memproduksi kerajinan termasuk dalam kegiatan ekonomi yang juga memanfaatkan sumber daya alam. Seseorang yang membuat kerajinan ini biasa disebut sebagai pengrajin. Secara umum, ada banyak sekali bahan baku kerajinan yang berasal dari alam misalnya, daun pandan, bambu, batu, tanah liat, biji-bijian hasil pertanian dan masih banyak lagi.

Bahan baku kerajinan tersebut pada awalnya cenderung tidak berguna dan tidak menilai ekonomi. Tetapi ada juga bahan baku yang sebenarnya sudah mempunyai nilai ekonomis namun kecil.

Di tangan pengrajin, bahan baku tersebut akan diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Misalnya saja gerabah. Gerabah itu dibuat dari tanah liat bukan? Saat masih berbentuk tanah liat, kan cenderung tidak mempunyai nilai ekonomi. Tetapi setelah diubah bentuknya menjadi gerabah, nilai ekonominya lebih tinggi dan sekaligus oleh manusia bisa dimanfaatkan.

Contoh lainnya, tikar yang dibuat dari daun pandan, souvenir yang dibuat dari bambu dan masih banyak lagi diantaranya sebagai berikut:

  1. Keramik, genteng, poci atau teko dan batu bata yang juga dibuat dari tanah liat
  2. Topi, tempat pensil, lukisan, tempat tisu, sandal, hiasan rumah seperti bunga, kursi, meja, sapu, keset dan lain sebagainya yang dibuat dari serat alam seperti daun pandan, pelepah pisang, eceng gondok dan sabut kelapa
  3. Hiasan dinding, miniatur serta peralatan rumah tangga yang dibuat dari kayu
  4. Tudung saji, lukisan bambu dan lampion yang dibuat dari bambu

Baca juga: Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

Peternakan

Peternakan adalah contoh kegiatan ekonomi lain yang menggunakan sumber daya alam. Sesuai dengan namanya, peternakan ini merupakan usaha memelihara hewan ternak agar bisa dijual atau dikonsumsi. Dengan kata lain, peternakan merupakan kegiatan memelihara atau mengembangbiakkan sejumlah jenis hewan ternak guna diambil manfaatnya.

Usaha jenis ini di Indonesia umumnya masih menggunakan cara tradisional. Usaha peternakan juga biasanya dibedakan menjadi 3 sesuai dengan jenis hewan yang diternakkan sebagai berikut.

  • Ternak hewan unggas yang meliputi angsa, bebek, itik, ayam dan hewan unggas lainnya
  • Ternak hewan kecil seperti kambing dan kelinci
  • Ternak hewan besar seperti sapi dan kuda

Perikanan

Usaha perikanan sendiri dapat dibagi menjadi dua macam yakni perikanan air laut dan perikanan air tawar. Untuk perikanan air laut, ini adalah usaha menangkap ikan di laut termasuk juga udang dan cumi-cumi. Indonesia yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan tentu tidak mengherankan jika kaya akan ikan.

Bahkan banyak juga nelayan ilegal yang berasal dari luar negeri yang ditangkap karena kedapatan menangkap ikan di area yang masih menjadi bagian dari Indonesia. Hal ini bisa saja terjadi akibat dari kurangnya sistem pengamanan serta kesulitan dalam menangani wilayah Indonesia yang tidak sempit.

Adapun perikanan air tawar, ini merupakan usaha perikanan dengan cara memelihara atau menangkap ikan selain yang ada di laut, bisa di akuarium, sungai, empang maupun kolam. Selain untuk dimakan, hasil dari perikanan darat juga ada yang digunakan sebagai hiasan seperti ikan arwana, ikan koi dan ikan louhan.

Baca juga: 8 Manfaat Sumber Daya Alam

Perkebunan

Contoh kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang lainnya ialah perkebunan. Perkebunan ini sendiri jika hendak diartikan merupakan kegiatan membudidayakan berbagai jenis tanaman atau kegiatan penanaman lahan. Kegiatan ekonomi satu ini juga bisa dibagi menjadi dua macam, yakni perkebunan di dataran rendah serta perkebunan di dataran tinggi.

Selain itu, perkebunan juga bisa dibagi menjadi perkebunan rakyat serta perkebunan besar. Maksud dari perkebunan rakyat ialah perkebunan yang secara langsung dikelola oleh rakyat. Sementara perkebunan besar ialah perkebunan yang dikelola oleh perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.

Sementara jika dilihat dari jenis tanamannya, perkebunan juga terdiri atas 2 macam yakni perkebunan musiman serta perkebunan tahunan. Sesuai dengan namanya, perkebunan musiman adalah perkebunan yang diisi dengan tanaman semusim dan perkebunan tahunan adalah perkebunan yang diisi dengan tanaman tahunan.

Tanaman semusim ialah jenis tanaman yang hanya dipanen satu kali dan umumnya siklus hidupnya adalah setahun sekali. Biasanya contoh untuk tanaman jenis ini ialah tembakau dan tebu. Sementara tanaman tahunan ialah tanaman yang umumnya memerlukan waktu lebih banyak untuk menghasilkan produk tetapi dapat dipanen lebih dari satu kali.

Misalnya kopi, lada, cengkeh, karet, kakao dan kelapa sawit. Jadi untuk tanaman tahunan ini umumnya juga merujuk pada tanaman yang berkayu keras. Setelah dipanen beberapa kali, tanaman tahunan akan menunjukkan defisit hasil untuk selanjutnya tidak dapat memberikan hasil lagi. Jika sudah demikian, tanaman tersebut harus dipangkas lalu diganti dengan tanaman yang baru.

Pertanian

Pertanian merupakan usaha untuk memanfaatkan sumber daya alam dengan cara mengolah tanah serta menanaminya dengan berbagai jenis tanaman. Untuk pertanian ini sendiri bisa dibagi menjadi 3 macam yakni ladang, tegal dan sawah.

Ladang merupakan jenis pertanian yang awalnya dilakukan dengan membuka hutan. Biasanya hutan ini akan dibakar serta ditebang kemudian tanahnya ditanami kembali. Umumnya ladang bisa dibuat berpindah-pindah. Akan tetapi dampaknya tentu tidak baik karena bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada hutan.

Contoh dari hasil ladang ini berupa sayuran, singkong dan gandum. Adapun untuk tegal, ini merupakan bentuk pertanian yang biasanya dilakukan di atas lahan yang kering sehingga tidak memerlukan banyak air. Biasanya pula bentuk pertanian satu ini mengandalkan air hujan. Sementara hasil yang diperoleh bisa berupa jagung, ubi, singkong, nanas dan masih banyak lagi.

Adapun sawah ialah kebalikan dari tegal, yaitu bentuk pertanian yang dilakukan di atas lahan basah. Umumnya hasil utama dari sawah ini adalah padi. Indonesia sendiri juga dikenal sebagai negara agraris dengan lahan pertanian yang amat luas.

Baca juga: Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Pertambangan

Sudah sering disebutkan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Oleh sebab itu tidak heran jika di Indonesia ada banyak kegiatan pertambangan yang menghasilkan batu bara, migas, emas dan lain-lain. Kegiatan pertambangan ini sendiri lebih banyak ditemukan di Sawah Lunto dan Bukit Asam di Sumatera, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan dan Kalimantan.

Pertambangan itu sendiri bisa dianggap sebagai kegiatan mengambil kekayaan bumi yang mempunyai nilai guna tinggi. Pastinya, hasil pertambangan ini nanti dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Ada banyak contoh kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam bukan? Sementara jika tentang kegiatan ekonomi itu sendiri bisa dibagi menjadi 3 yakni produksi, distribusi dan konsumsi. Jangan lupa untuk pelajari ketiga macam kegiatan ekonomi tersebut untuk menambah pengetahuan ya. Semoga bermanfaat.

Posted on

8 Manfaat Sumber Daya Alam

manfaat-sumber-daya-alam

Salah satu hal yang membuat manusia bisa bertahan hidup ialah keberadaan sumber daya alam. Sesuai dengan pengertiannya, sumber daya alam ini merupakan berbagai hal yang ada di atau bersumber dari alam serta bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia. Dengan demikian, sangat jelas bahwa manfaat sumber daya alam ini sangat besar.

Biasanya, manusia menggunakan sumber daya alam tersebut untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu, tidak heran bila dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak manusia yang melakukan kegiatan ekonomi dengan memanfaatkannya.

Sebagai Cadangan Devisa Bagi Negara yang Memilikinya

Devisa merupakan berbagai barang yang bisa dimanfaatkan sebagai alat pembayaran internasional. Devisa juga bisa dianggap sebagai kekayaan yang bentuknya berupa mata uang asing yang dimiliki oleh negara. Pastinya, mata uang asing tersebut adalah mata uang yang diakui oleh berbagai negara di dunia.

Kemudian jika menyinggung soal cadangan devisa, ini merupakan salah satu indikator yang akan menunjukkan lemah kuatnya perekonomian suatu negara. Sementara sumber daya alam itu kan adalah potensi penting yang dimiliki oleh suatu negara dan salah satunya untuk menciptakan devisa tersebut.

Tanpa adanya sumber daya alam ini, jelas suatu negara tidak akan mampu mencukupi kebutuhan warganya. Akibat dari adanya kebutuhan ini pula nanti akan muncul yang namanya kegiatan ekspor dan impor. Transaksi ekspor dan impor yang dilakukan secara besar-besaran ini juga yang nantinya akan menghasilkan devisa.

Biasanya, sumber daya alam yang diandalkan untuk devisa ini ialah yang paling banyak didapat, nilai jualnya tinggi, dibutuhkan oleh orang lain dan bisa diandalkan dari masa ke masa. Dengan kata lain, devisa bisa saja tidak diperoleh apabila suatu negara tidak mempunyai sumber daya alam yang tidak dapat diandalkan untuk itu.

Demikian pula apabila suatu negara yang mempunyai sumber daya alam memerlukan dana, sumber daya alam tersebut bisa dikomersilkan sehingga memperoleh keuntungan.

Baca juga: Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Sebagai Sumber Mata Pencaharian

Mata pencaharian merupakan pekerjaan utama yang dilakukan demi mendapatkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari. Mata pencaharian bisa dikatakan juga sebagai pekerjaan yang menjadi pokok penghidupan atau berbagai aktifitas manusia dalam menggunakan dan memberdayakan potensi sumber daya alam.

Mata pencaharian manusia yang terkait dengan sumber daya alam ini banyak macamnya. Mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, pertambangan dan lain sebagainya.

Dari apa yang dilakukannya inilah (menanam tanaman, memelihara hewan ternak dan menambang bahan tambang) manusia bisa memperoleh biaya atau barang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk Menjaga Keseimbangan Alam

Manfaat sumber daya alam yang lainnya ialah untuk menjaga keseimbangan alam. Manfaat ini menjadi lebih besar lagi karena jika keseimbangan alam terjaga, maka kehidupan manusia tidak terancam. Oleh sebab itu tidak heran jika di sekolah dasar bahkan sudah diajarkan untuk tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan, apalagi jika tidak diikuti dengan tindakan pelestariannya.

Apabila manusia tidak mengindahkan hal tersebut, tentu wajar jika kemudian sumber daya alam menjadi rusak bahkan habis. Wajar juga jika kemudian terjadi bencana alam yang bisa dimulai dari berubahnya iklim dengan cepat.

Sebagai Penyuplai Oksigen

Bukan hanya alam yang seimbang yang dibutuhkan oleh manusia, tetapi oksigen juga. Bisa dikatakan bahwa oksigen ini adalah unsur yang begitu penting bagi kehidupan makhluk hidup yang ada di muka bumi. Untuk manusia sendiri, oksigen ini sangat diperlukan agar bisa bernafas dan hidup.

Artinya, jika kemudian oksigen ini menghilang maka manusia dan makhluk hidup lainnya tidak akan bisa bertahan sehingga kemungkinan besar akan terjadi kepunahan. Oksigen ini sendiri salah satunya dihasilkan oleh sumber daya alam khususnya tumbuh-tumbuhan.

Tumbuh-tumbuhan ini juga sebenarnya termasuk dalam jenis sumber daya alam yang bisa diperbaharui. Oleh sebab itu, manusia harus mengupayakan kelestariannya supaya penyuplai utama oksigen di bumi ini tetap ada dan setiap makhluk hidup juga bisa mempertahankan hidupnya.

Baca juga: Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

Sebagai Sarana Untuk Membantu Pengembangan Teknologi

Teknologi adalah hal yang akan terus berkembang tanpa henti. Teknologi ini telah memberikan banyak keuntungan pada manusia termasuk dalam hal membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Pastinya, teknologi ini masih diupayakan untuk menjadi lebih canggih dan dalam upaya tersebut, tentu diperlukan sumber daya alam.

Bisa dikatakan dalam pengembangan teknologi, sumber daya alam merupakan unsur yang amat penting. Pasalnya, dalam proses penelitian ataupun proses produksi suatu teknologi, sumber daya alam diperlukan untuk menyelesaikannya sehingga kemudian teknologi tersebut bisa dipastikan akan memberikan manfaat bagi manusia.

Sebagai Sumber Energi Pembangkit Listrik

Manfaat sumber daya alam lainnya yang juga tidak kalah penting ialah sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik. Anda tentu sudah tahu bahwa listrik di masa sekarang juga termasuk hal yang dibutuhkan oleh manusia untuk melakukan banyak pekerjaan. Bahkan pekerjaan rumah tangga juga ada yang memerlukan listrik seperti mencuci dan memasak.

Ada beberapa sumber daya alam yang bisa dijadikan sumber energi pembangkit listrik, diantaranya ialah air. Anda sudah pernah dengan soal PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air bukan? Sesuai dengan namanya itu, pembangkit listrik satu ini memanfaatkan arus air dalam mendorong dan menggerakkan turbin.

Oleh sebab itu, pembangkit listrik tenaga air umumnya dipasang di dekat sumber air yang cukup deras misalnya sungai yang alirannya deras, waduk atau bendungan. Selain PLTA, ada juga PLTD atau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Pembangkit listrik satu ini memanfaatkan minyak sebagai bahan bakarnya.

Sayangnya, PLTD lebih tidak ramah bagi lingkungan apalagi jika mengingat minyak yang termasuk dalam kategori sumber energi yang tidak bisa diperbaharui. Tentunya masih ada jenis sumber daya alam lain yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.

Sebagai Sumber Bahan Bakar Serta Energi

Masih berhubungan dengan manfaat sumber daya alam yang sebelumnya, kali ini sumber daya alam bisa dijadikan sebagai bahan bakar sekaligus sumber energi untuk menunjang kebutuhan industri maupun kebutuhan sehari-hari. Ada cukup banyak sumber daya alam yang bisa digunakan untuk ini.

Misalnya saja bahan bakar fosil yang terdiri atas batu bara, minyak bumi serta gas alam. Bahan bakar fosil tersebut bisa dijadikan sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik. Bisa juga digunakan untuk menghidupkan kendaraan bermotor, kompor dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu saja, energi matahari bahkan angin sekarang juga sudah mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi. Keduanya dimanfaatkan sebagai pengganti minyak bumi dan juga gas.

Sebagai Sarana Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Bagi Manusia

Salah satu manfaat dari sumber daya alam yang paling utama ialah sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pangan. Sumber daya alam yang dimaksudkan di sini ialah tumbuh-tumbuhan dan juga hewan. Kebanyakan tumbuhan dan hewan tersebut diolah dengan cara tertentu terlebih dahulu sehingga tidak berbahaya saat dikonsumsi.

Mengingat begitu besarnya manfaat dari sumber daya alam untuk kehidupan, sudah sewajarnya setiap manusia memikirkan kelestariannya. Dengan begini, manusia tidak akan lagi mengeksplor sumber daya alam habis-habisan sehingga kehidupannya dan kehidupan generasi yang akan datang lebih terjamin. Semoga bermanfaat.

Posted on

Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Faktor-Penyebab-Kelangkaan-Sumber-Daya-Alam

Kelangkaan sumber daya alam didefinisikan sebagai situasi di mana permintaan akan sumber daya alam (SDA) besar sementara kapasitasnya sedikit.

Ketidakseimangan ini menyebabkan penurunan sumber daya yang tersedia dan bisa menjadi penyebab kelangkaan sumber daya alam dan harus segera dicari solusi untuk mengatasi kelangkaan sumber daya.

Kelangkaan SDA ini bisa bermacam-macam bentuknya, namun semua terkait dengan alam seperti kelangkaan sumber daya biotik maupun abiotik.

Berikut adalah pengertian mengenai kelangkaan SDA dan beberapa faktor yang menyebabkan adanya kelangkaan SDA beserta dampaknya pada ekonomi.

Pengertian Kelangkaan Sumber Daya Alam

Kelangkaan, juga dikenal sebagai kekurangan, adalah istilah ekonomi yang digunakan untuk merujuk pada kesenjangan antara sumber daya yang tidak mencukupi manusia. Banyak kebutuhan yang diharapkan manusia dapat dipenuhi oleh sumber daya tersebut namun terjadi kekurangan.

Akibatnya, orang terpaksa memutuskan cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya yang langka dengan cara yang efisien sehingga sebagian besar kebutuhan dan keinginan tambahan dapat dipenuhi. Setiap sumber daya di bumi sendiri kian tahun sebenarnya menunjukkan tingkat kelangkaan.

Beberapa contoh kelangkaan SDA itu sendiri adalah tanah, air, hewan dan tanaman. Namun umumnya kelangkaan lebih sering melibatkan sumber daya yang tidak dapat diperbarui, seperti minyak, logam mulia, dan helium.

Kelangkaan juga dapat melibatkan sumber daya yang berpotensi terbarukan. Sumber daya yang dikonsumsi lebih cepat daripada kemampuannya untuk mengisi kembali.

Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Daya Alam

Lalu apa sih sebenarnya yang menyebabkan sumber daya alam semakin langka keberadaannya? Ada beberapa pemicu yang menyebabkan SDA semakin langka ditemukan, di antaranya adalah:

1.     Jumlah Penduduk yang Kian Bertambah

Faktor pertama yang membuat SDA di bumi ini kian langka adalah jumlah penduduk di bumi ini yang semakin hari semakin bertambah. Jika pertumbuhan penduduk di bumi ini semakin bertambah, maka itu juga bisa meningkatkan jumlah kebutuhan penduduk.

Meningkatnya kebutuhan untuk hidup tidak sepadan dengan jumlah SDA yang ada, sehingga makin lama SDA di bumi ini akan terbatas. Pertumbuhan populas memungkinkan orang mengonsumsi lebih banyak sumber daya daripada sebelumnya.

2.     Bencana Alam

Terjadinya bencana alam seperti banjir, tsunami, badai, puting beliung, longsor, erosi dan berbagai macam musibah lainnya juga turut berpengaruh pada kelangkaan sumber daya alam. Hewan, tumbuhan, tanah dan SDA lainnya bisa rusak akibat dari bencana alam.

3.     Kerusakan Sumber Daya yang Tidak Dapat Diperbaiki

Penyebab kelangkaan SDA juga bisa diakibatkan dari rusaknya sumber daya tersebut. Misal, udara bersih. Ketika udara bersih tercemar melalui radiasi dan polusi, maka tidaklah mudah untuk mengembalikan udara bersih yang sudah tercemar dan menjadi langka.

Udara bergantung pada faktor global dan bahkan jika polusi dihentikan, beberapa polutan dan radiasi akan bertahan lama. Setelah beberapa polutan dilepaskan, udara yang tercemar tetap saja akan bertahan untuk waktu yang cukup lama. Selain udara, adapula jenis makanan bernama kaviar, yang hampir rusak dan langka.

4.     Letak Geografis yang Berbeda Satu Sama Lain

Sumber daya alam antara satu negara dengan negara lain bisa berbeda-beda. Mungkin Indonesia kaya akan SDA karena dianugerahi dengan tanah yang subur, sumber daya tambang yang banyak, stok air yang   melimpah dan sebagainya.

Namun bisa jadi ada negara yang tidak seberuntung Indonesia yang dilengkapi dengan SDA melimpah. Ada negara yang mungkin kekurangan tanah subur atau air. Bentuk SDA antara satu negara dengan negara yang lain berbeda. Letak geografis inilah yang bisa menjadi pemicu mengapa ada kelangkaan sumber daya alam.

Misal, Anda mencari sumber daya tambang berupa coltan atau kobalt di negara ini, maka Anda akan kesulitan mencarinya, atau bahkan tidak bisa ditemukan, karena memang dua SDA tersebut bukan berasal dari Indonesia secara geografis.

5.     Keserakahan Manusia

Manusia yang memiliki sifat serakah dan tidak selalu merasa cukup atas apa yang dimilikinya bisa menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan sumber daya alam. Penebangan hutan secara sembarangan, membakar hutan, membuang sampah tidak pada tempatnya adalah beberapa contoh dari bentuk eksploitasi alam yang mencerminkan sifat serakah pada manusia.

6.     Kemampuan Produksi yang Terbatas

Ada beberapa sumber daya alam yang bisa diperbaharui dan ada yang tidak. Misal, hewan dan tanaman, keduanya adalah contoh sumber daya alam yang memang bisa diperbaharui karena melakukan perkembang biakkkan.

Namun adapula SDA yang tidak bisa untuk diperbaharui seperti logam, emas, batu bara, minyak bumi dan sebagainya. Apabila ada beberapa SDA yang kemudian mengalami kelangkaan, maka itu dikarenakan kemampuan untuk memproduksi SDA ini sudah terbatas.

Bisa jadi keterbatasan produksi ini disebabkan oleh teknologi yang kurang canggih, karyawan yang belum berkompeten dan sebagainya.

Dampak Kelangkaan Sumber Daya Alam pada Sektor Ekonomi

Kelangkaan SDA ini ternyata bisa memberikan dampak yang cukup signifikan pada sektor ekonomi suatu negara. Berikut adalah beberapa dampak yang dihasilkan oleh kelangkaan SDA:

1.     Jumlah Produksi yang Semakin Menurun

Dalam menghasilkan berbagai kebutuhan manusia, suatu sistem produksi tidak bisa terlepas dari dukungan SDA. Semakin besar SDA yang digunakan, maka semakin itu akan mempengaruhi bahan mentah sehingga produksi akan kian meningkat.

Namun apabila SDA yang tersedia semakin langka, maka tidak akan ada cadangan atau bahan mentah yang digunakan untuk produksi barang. Sehingga tidak heran jika jumlah produksi kebutuhan manusia juga akan semakin berkurang.

2.     Pendapatan Masyarakat akan Semakin Turun

Turunnya jumlah produksi mau tidak mau akan berimbas pada pendapatan suatu perusahaan. Jika tingkat produksi barang pada perusahaan tersebut mengalami penurunan, maka itu akan berpengaruh pada tenaga kerja.

Suatu perusahaan pastinya akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih sedikit untuk mengimbangi jumlah produksi yang ada. Pengurangan tenaga kerja pastinya akan terjadi dalam perusahaan tersebut sehingga angka pendapatan masyarakat akan menurun.

Tidak hanya itu, jumlah pengangguran juga akan semakin bertambah seiring perusahaan memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

3.      Harga-Harga Barang Semakin Mahal

Apabila SDA yang tersedia semakin berkurang dan langka, maka jumlah barang yang akan diproduksi juga akan semakin berkurang. Banyak sekali SDA yang menjadi bahan utama dalam memproduksi barang-barang yang dibutuhkan manusia, seperti emas, kayu, minyak bumi dan sebagainya.

Nah, jika SDA tersebut semakin langka ditemukan, maka semakin produksi barang akan menurun jumlahnya dan itu akan berimbas pada kenaikan harga barang yang semakin mahal. Ya, kenaikan harga yang semakin tinggi tidak lain disebabkan karena cadangan SDA yang semakin langka.

Apapun yang sifatnya langka dan sedikit untuk diproduksi, maka nilai jualnya akan semakin tinggi karena tidak sesuai dengan permintaan pasar yang besar.

Tentu Anda pernah mengingat kasus harga masker medis di awal Covid-19 masuk di Indonesia yang mana harganya melambung tinggi bukan? Hal itu disebabkan karena kelangkaan barang ini. Semakin langka barang, namun permintaan justru tinggi, maka akan semakin mahal pula harga yang ditetapkan.

Apabila Anda ingin sekali menjaga sumber daya alam di sekitar agar tidak langka, maka jangan pernah melakukan eksploitasi alam. Ingat, salah satu penyebab kelangkaan sumber daya alam adalah ulah manusia yang serakah. Selalu jaga perilaku di mana saja demi menjaga kelestarian alam.

Posted on

Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

cara-mengatasi-kelangkaan-sumber-daya

Kelangkaan mengacu pada sumber daya yang berkurang dan terbatas. Kelangkaan menunjukkan bahwa manusia harus memutuskan bagaimana dan apa yang akan diproduksi.

Kelangkaan sumber daya merupakan salah satu masalah fundamental dalam sektor ekonomi. Harus ada cara untuk mengatasi kelangkaan sumber daya.

Jika kelangkaan ini tidak ditangani secara tepat, maka akan ada banyak permasalahan lainnya yang lebih fatal pada keberlangsungan hidup masyarakat. Kelangkaan secara langsung mengacu pada masalah ekonomi di mana kebutuhan manusia yang tinggi terbentur dengan kelangkaan sumber daya yang ada.

Pengertian Kelangkaan Sumber Daya

Kelangkaan adalah ketika sarana untuk memenuhi tujuan terbatas dan mahal. Kelangkaan adalah dasar dari masalah utama ekonomi. Kelangkaan menyebabkan alokasi sarana yang terbatas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan manusia yang selalu meningkat.

Bahkan sumber daya alam yang bisa didapatkan secara gratis dapat menjadi langka jika muncul biaya untuk memperoleh atau mengkonsumsinya.

Bisa juga sumber daya alam yang gratis menjadi langka jika ada preferensi yang berubah atau khasiat dari penggunaan sumber daya tersebut baru ditemukan sehingga menimbulkan permintaan yang tinggi.

Situasi ini menuntut orang untuk membuat keputusan tentang bagaimana mengalokasikan sumber daya secara efisien agar bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Kelangkaan juga bisa disebut sebagai “kekurangan”.

Contoh Kelangkaan Sumber Daya

Untuk lebih memahami tentang kelangkaan sumber daya, berikut adalah beberapa contohnya:

Kelangkaan Tanah

Kekurangan lahan subur bagi populasi di suatu daerah untuk menanam tanaman juga merupakan salah satu contoh kelangkaan sumber daya. Misalnya, daerah Jeneponto yang berada di Sulawesi Selatan, daerah tersebut terkenal dengan daerah yang tandus. Kelangkaan tanah yang subur akhirnya menyebabkan penurunan lahan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk area pertanian.

Kelangkaan Air

Pemanasan global dan perubahan cuaca, telah menyebabkan beberapa bagian dunia menjadi lebih kering dan sungai mengering. Hal ini menyebabkan kekurangan air minum, baik untuk manusia maupun hewan. Musim kemarau di Indonesia yang berlangsung lama juga bisa menyebabkan kelangkaan air di beberapa daerah yang kering.

Kekurangan Tenaga Kerja

Mungkin di Indonesia kekurangan tenaga kerja hanya terjadi di beberapa sektor saja karena faktanya Indonesia lebih kekurangan lapangan kerja daripada tenaga kerjanya. Namun kekurangan tenaga kerja juga merupakan sebuah contoh kelangkaan sumber daya.

Penduduk yang mungkin kurang berpendidikan di negara yang membutuhkan pekerja dengan keterampilan tinggi dapat mengakibatkan kelangkaan tenaga kerja.

Kelangkaan Pangan

Banjir dahsyat yang menyerang daerah Masamba, Luwu Utara menyapu lahan pertanian dan menciptakan kelangkaan pangan bagi penduduk di daerah tersebut. Kasus kelangkaan pangan ini akan sering terjadi pada daerah-daerah yang terkena musibah dahsyat yang meluluhlantakkan perekonomian masyarakat.

Kelangkaan Fosfor

Fosfor untuk pertanian sama pentingnya dengan air. Tetapi kurangnya ketersediaan fosfor adalah masalah yang bisa mengancam kebutuhan makan untuk masyarakat.

Seperti nitrogen dan kalium, fosfor adalah nutrisi yang diambil tanaman dari tanah dan sangat penting untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Ada beberapa daerah yang mengalami kelangkaan fosfor di Indonesia yang mungkin bisa mengancam kebutuhan pangan manusia di daerah tersebut.

Cara Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya

Lalu apa sih yang idealnya dilakukan manusia untuk mengatasi atau mencegah kelangkaan sumber daya? Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencoba mengatasi kelangkaan sumber daya, di antaranya adalah:

Tidak Berlebihan dalam Menggunakan Sumber Daya

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar. Sumber daya yang ada di sekitar mempunyai jumlah yang terbatas sehingga ada baiknya jika Anda menggunakannya dengan bijaksana.

Maksud dari bijaksana adalah tidak boros atau berlebihan dalam menggunakan sumber daya yang ada. Berlakulah hemat dan efisien agar sumber daya tetap terjaga keberadaannya hingga ke masa-masa yang akan datang.

Anda juga harus tepat dalam memanfaatkan atau mengelola sumber daya agar bisa menghasilkan produk yang mungkin mencukupi kebutuhan masyarakat.

Buat Skala Prioritas

Dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, Anda mungkin perlu membuat skala prioritas. Anda bisa membuat skala prioritas dengan 2 kategorisasi seperti:

  • Berdasarkan Kebutuhan

Skala prioritas yang pertama adalah manfaatkan sumber daya yang memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda. Penuhi apa yang dirasa sangat penting dan mendesak. Jika dirasa Anda tidak membutuhkan sumber daya yang Anda maksud, maka Anda bisa menunda untuk menggunakannya sampai Anda merasa benar-benar perlu dan butuh.

  • Berdasarkan Finansial

Apapun yang Anda butuhkan, tidak akan bisa direalisasikan tanpa finansial yang memadai. Apalagi jika Anda mempunyai pendapatan minimal dan sulit untuk mencukupi semua kebutuhan Anda sekaligus. Agar Anda tidak kekurangan sumber daya, maka Anda bisa menyesuaikan apa yang menjadi kebutuhan Anda sesuai dengan finansial yang Anda miliki.

Daur Ulang

Tahukah Anda bahwa ada beberapa perusahaan yang mencoba membuat produk baru yang membutuhkan penggunaan sumber daya alam kayu terbarukan, bahan bakar fosil atau biji logam yang tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam dunia terbatas dan tidak dapat diperbarui sehingga jika digunakan terus menerus akan berdampak pada kelangkaan.

Nah, cara mengatasi kelangkaan sumber daya yang bisa dilakukan selanjutnya adalah mencoba daur sumber daya apapun. Bisa berupa kertas, kayu, plastik, kaca dan sebagainya. Daur ulang kayu dan kertas menyelamatkan pohon dan hutan karena Anda tidak dapat mengganti hutan begitu hilang.

Daur ulang plastik sama halnya Anda mencegah penggunaan plastik baru karena biasanya produksi barang ini terbuat dari bahan bakar fosil hidrokarbon. Satu ton plastik daur ulang bahkan bisa menghemat 16,3 barel minyak.

Sementara daur ulang kaca mengurangi kebutuhan untuk menggunakan sumber daya bahan mentah baru seperti pasir. Pembuatan kaca dari bahan daur ulang mampu mengkonsumsi energi 10-15% lebih sedikit dibandingkan dengan produksi dari awal, karena ketika memproduksi kaca setidaknya perusahaan membutuhkan banyak panas dan energi.

Memanfaatkan Kecanggihan Teknologi

Perubahan teknologi memungkinkan perusahaan untuk melakukan peningkatan produksi dengan penggunaan sumber daya yang lebih sedikit. Dengan cara ini kemajuan teknologi memainkan peran penting dalam mengurangi kelangkaan sumber daya. Peningkatan teknologi bisa meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya ini.

Manusia harus memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada untuk menekan jumlah sumber daya yang ada agar tidak langka. Harus ada solusi berbasis inovasi teknologi yang melahirkan tindakan kompetitif mengatasi kelangkaan sumber daya.

Melakukan Riset Mengenai Adanya Sumber Daya Alam Baru

Terakhir, Anda bisa melakukan riset atau eksplorasi untuk menemukan sumber daya alam baru yang mungkin bisa untuk dimanfaatkan. Proses riset mengenai sumber daya alam baru bisa menambah pasokan sumber daya yang ada di bumi yang mungkin mulai berkurang.

Alternatif terakhir ini sangat cocok digunakan untuk menggantikan sumber daya yang tidak bisa diperbaharui seperti gas alam, helium, batu bara, logam mulia, dan masih banyak lagi.

Mungkin tidak semua cara di atas bisa Anda lakukan. Namun Anda bisa memulainya dari hal yang terkecil seperti tidak boros dalam menggunakan sumber daya, sering melakukan daur ulang dan tentukan skala prioritas.

Posted on

Perubahan Sosial: Pengertian, Contoh, Faktor, Dampak

pengertian dan dampak perubahan sosial

Perubahan adalah fenomena yang selalu ada karena memang itu adalah hukum alam. Seseorang mungkin selalu berjuang untuk menemukan stabilitas, namun faktanya masyarakat di sekitarnya akan selalu berubah. Perubahan sosial adalah fenomena yang selalu terjadi secara dinamis dalam masyarakat.

Masyarakat akan selalu tumbuh dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang juga ikut berubah. Mau tahu lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan perubahan sosial dan seperti apa contoh, faktor dan dampak yang mempengaruhi perubahan sosial?

Pengertian Perubahan Sosial

Perubahan sosial adalah wujud perubahan yang signifikan dari struktur sosial dan pola budaya sepanjang waktu. Struktur sosial masyarakat mengacu pada jaringan hubungan sosial yang didasarkan atas interaksi antara orang atau kelompok sehingga menimbulkan sebuah perubahan.

Perubahan sosial adalah adanya setiap perubahan dalam karakteristik budaya, struktural, populasi, atau ekologi dari suatu sistem sosial. Dalam arti tertentu, perhatian terhadap perubahan sosial melekat dalam semua lingkup sosiologis karena sistem sosial selalu dalam proses perubahan.

Untuk memahami bagaimana sistem sosial bekerja atau bertahan dalam sebuah masyarakat, maka Anda bisa melihat dengan secara cermat sistem itu, apakah berubah, stagnan atau hancur. Perubahan sosial selalu mengacu pada transformasi budaya, perilaku, institusi sosial, modernisasi dan struktur sosial dari waktu ke waktu.

Charles Darwin, seorang ilmuwan asal Inggris mengatakan bahwa masyarakat berevolusi seperti halnya organisme, dari bentuk kecil dan sederhana menjadi struktur yang jauh lebih besar dan lebih kompleks. Ketika masyarakat kecil dan sederhana, hanya ada sedikit peran yang harus dilakukan, dan hampir semua orang dapat melakukan semua peran ini.

Saat masyarakat tumbuh dan berkembang, banyak peran baru berkembang, dan tidak semua orang memiliki waktu atau keterampilan untuk melakukan setiap peran. Dengan demikian, orang-orang mulai mengkhususkan peran mereka dan pembagian kerja dimulai. Oleh sebab itulah, perubahan sosial mulai muncul karena peran-peran tersebut.

Baca juga: Lembaga Sosial

Contoh Perubahan Sosial

Untuk lebih memahami tentang definisi perubahan sosial, di bawah ini adalah beberapa contoh sederhana yang bisa membantu Anda memahaminya, apa sajakah itu?

1.     Cara Berpakaian Manusia

Jika Anda melihat beberapa potret sejarah masa lalu, manusia awalnya menggunakan pakaian yang masih berbau dengan adat dan tradisi yang dijunjungnya. Masyarakat Jawa misalnya, para wanita zaman dahulu masih mengenakan jarik, kemben dan kebaya untuk pakaian sehari-harinya.

Namun akibat adanya modernisasi, wanita-wanita Jawa saat ini sudah jarang atau bahkan tidak ada lagi yang masih mengenakan jarik, kebaya atau kemben sebagai pakaiannya sehari-hari. Modernisasi turut memberikan perubahan sosial dalam hal pakaian.

2.     Cara Hidup

Tidak bisa dipungkiri bahwasannya perubahan sosial juga berdampak langsung pada cara hidup manusia. Contohnya adalah zaman dahulu nenek moyang berbelanja dengan cara barter, tidak ada mata uang yang digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Hingga kemudian, perubahan sosial muncul dan cara hidup manusia sudah tidak lagi berdasarkan barter, namun dengan menggunakan mata uang. Uang adalah hal yang kemudian merubah cara dan gaya hidup manusia di generasi berikutnya.

3.     Kepercayaan

Masyarakat dahulu masih percaya dengan adanya animisme dan dinamisme. Mereka masih percaya dengan adanya mitos dan sering mengadakan ritual-ritual sebagai sesuatu yang mereka yakini. Namun kemudian perubahan sosial mengubah cara pandang masyarakat zaman dahulu.

Kepercayaan pada hal-hal mistis banyak dibantah dengan logika dan bukti yang lebih konkrit sehingga pemujaan kepada roh-roh halus dan ritual aneh lainnya perlahan mulai memudar.

4.     Cara Komunikasi

Komunikasi adalah sebuah proses transfer informasi antara satu orang ke orang lain. Cara orang berkomunikasi juga mengalami perubahan seiring dengan transformasi budaya dan modernisasi yang terjadi.

Surat menyurat pada zaman dahulu adalah komunikasi yang sering digunakan dan sangat diandalkan pada masanya. Namun di era yang semua serba digital, cara komunikasi sudah berubah total. Manusia saat ini lebih memanfaatkan smartphone sebagai pola komunikasi yang baru.

5.     Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan juga mengalami banyak perubahan yang sangat signifikan. Contoh paling faktual tentang adanya perubahan sosial dari sistem pendidikan adalah murid-murid yang saat ini terpaksa harus belajar secara daring dengan memanfaatkan berbagai macam teknologi akibat adanya pandemi Covid-19.

Jika sebelum adanya pandemi sistem pendidikan di Indonesia masih mengandalkan pertemuan tatap muka antara murid dan guru di sekolah, maka selama Covid-19, pembelajaran lebih mengandalkan belajar secara online.

Baca juga: Diferensiasi Sosial

Faktor Perubahan Sosial

Dari contoh-contoh sederhana yang ada di atas, sudahkah Anda memahami makna sebenarnya dari perubahan sosial? Lalu sebenarnya apa sih faktor yang mempengaruhi adanya perubahan sosial itu sendiri?

1.     Faktor Internal

Faktor internal merupakan acuan yang mendasari terjadinya suatu perubahan karena keinginan dari masyarakat itu sendiri. Contoh dari faktor internal adalah bertambahnya penduduk. Jika penduduk semakin bertambah, maka kebutuhan untuk bertahan hidup akan semakin meningkat.

2.     Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang menyebabkan adanya perubahan sosial adalah ketika lingkungan di sekitar masyarakat mengalami beberapa bencana atau musibah seperti banjir, badai, tanah longsor atau pertikaian antar kelompok dan etnis dan perang.

Adanya penyebab-penyebab di atas seperti bencana alam dan perang, membuat masyarakat melakukan adaptasi lagi untuk bertahan hidup dengan keadaan baru.

3.     Faktor Pendorong

Faktor pendorong adalah sesuatu yang memotivasi untuk melakukan perubahan yang dirasa bagus untuk diadaptasi. Faktor pendorong umumnya dipengaruhi oleh kebudayaan lain. Pemerintah yang merasa tidak puas dengan teknologi yang ada di negeri ini mencoba mengadaptasi teknologi dan penemuan-penemuan baru dari negara lain untuk diterapkan di Indonesia.

4.     Faktor Penghambat

Selain beberapa faktor yang mempengaruhi adanya perubahan sosial, ternyata ada juga faktor yang bisa menghambat terjadinya perubahan sosial. Beberapa faktor ini bisa disebabkan karena masyarakat yang dirasa masih konservatif, tidak percaya dengan hal-hal yang merubah tradisi nenek moyang dan sebagainya.

Dampak Perubahan Sosial

Lalu apa saja sih dampak dari adanya perubahan sosial yang dirasakan oleh masyarakat itu sendiri?

1.     Kesenjangan Budaya

Kesenjangan budaya atau bisa juga disebut dengan cultural lag adalah lambatnya laju perubahan suatu budaya yang mengakibatkan ketidaksesuaian dalam masyarakat.

Contoh, ketika adanya perubahan teknologi dalam sektor pertanian seperti alat-alat bercocok tanam yang berkembang lebih cepat daripada yang bisa diproses oleh masyarakat, namun masyarakat masih tidak bisa paham cara untuk menggunakannya.

2.     Konflik Sosial

Salah satu resiko yang hampir terjadi dalam sebuah daerah yang mengalami perubahan sosial adanya konflik sosial. Perubahan sosial mungkin bisa memuaskan satu kelompok dalam masyarakat namun tidak dengan kelompok masyarakat yang lain. Perubahan yang tidak menyebar secara merata ini bisa menimbulkan konflik sosial.

3.     Anomie

Anomie adalah konsep yang diciptakan oleh Durkheim dan kemudian dikembangkan oleh Merton. Menurut Durkheim, anomie adalah keadaan tanpa norma, kurangnya kohesi sosial dan solidaritas yang sering kali menyertai perubahan sosial yang cepat.

Anomie adalah salah satu penyebab penyimpangan yang membuat masyarakat berubah sedemikian rupa sehingga tidak jelas apa norma dan nilai yang dipercaya.

Ternyata perubahan sosial tidak sepenuhnya positif, ada beberapa dampak buruk yang mengiringinya. Oleh sebab itu, ada baiknya jika perubahan sosial yang ada benar-benar dimanfaatkan dengan sebijak mungkin.

Posted on

10 Contoh Interaksi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

contoh interaksi sosial di masyarakat

Interaksi sosial adalah dasar dari seluruh tatanan sosial. Kelompok sosial sendiri merupakan hasil dari adanya sebuah interaksi sosial. Interaksi adalah fondasi nyata dari semua proses, struktur, kelompok sosial, dan fungsi sosial.

Dalam sosiologi, interaksi adalah pintu gerbang pengetahuannya. Banyak sekali contoh interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat yang hadir namun tidak disadari.

Interaksi sosial sendiri adalah ciri mendasar dari kehidupan sosial. Namun sebelum berbicara mengenai contoh interaksi sosial, berikut adalah penjelasan detail mengenai pengertian dari interaksi sosial berdasarkan ilmu sosiologi

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah cara orang bertindak dengan orang lain dan bereaksi terhadap cara orang lain bertindak. Interaksi sosial adalah pertukaran pendapat, sikap dan apapun antara dua atau lebih orang yang menimbulkan hubungan harmonis.

Bertemu dengan orang lain hampir setiap hari bisa menimbulkan yang namanya interaksi sosial. Sebuah tatanan sosial dalam masyarakat tidak akan terwujud tanpa adanya interaksi sosial yang efektif dari masyarakatnya.

Dengan berinteraksi satu sama lain, orang bisa merancang aturan, norma, dan sistem pada wilayahnya untuk bertahan hidup.  Dalam sosiologi, interaksi adalah pintu gerbang pengetahuannya. Ciri mendasar dari kehidupan sosial adalah adanya interaksi antara masyarakat atau cara orang menjalin hubungan dengan orang lain.

Sepanjang hidup manusia, Anda pastinya memiliki banyak kesempatan untuk membangun dan memelihara interaksi dengan orang lain. Beberapa dari interaksi dengan orang lain ini kemudian berjalan harmonis dan membentuk sebuah hubungan.

Sayangnya, masih banyak orang merasa sulit untuk membuka hati dan berbagi perasaan dan masalah mereka. Padahal interaksi sosial memungkinkan manusia untuk bisa mengungkapkan perasaannya dan berbagi masalahnya dengan orang lain.

Interaksi sosial adalah sebuah hubungan yang menimbulkan feedback, aksi dan reaksi. Oleh sebab itu, interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah perlu untuk dilakukan.

Baca juga: 7 Bentuk Interaksi Sosial

Faktor Terjadinya Interaksi Sosial dan Contohnya

Disadari atau tidak, ternyata membangun interaksi sosial adalah salah satu faktor terpenting dalam menjaga kesehatan fisik dan kebahagiaan setiap orang, mulai dari masa kanak-kanak hingga orang dewasa.

Meskipun interaksi sosial itu kompleks, namun ternyata berperan sangat penting untuk kesehatan manusia, baik secara mental maupun fisik.

Interaksi sosial tidak terjadi begitu saja, ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya sebuah interaksi sosial antara satu orang ke orang lain. Apa sajakah faktor-faktor tersebut?

1.     Imitasi

Imitasi adalah istilah yang digunakan oleh para ahli sosiologi untuk menggambarkan cara seseorang meniru perilaku orang lain. Kemampuan meniru membuat seseorang mengenali tindakan orang lain yang berkaitan dengan bagian fisik dan gerakannya.

Beberapa orang berpendapat bahwa kemampuan melakukan imitasi ini bersifat naluriah, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk ‘belajar’. Contoh dari tindakan imitasi adalah wanita bernama Nadya menyukai budaya Korea dan suka meniru fashion ala-ala Korea.

Dari perilaku Nadya ini, timbullah interaksi dari orang lain yang juga menyukai budaya Korea sebagaimana yang Nadya lakukan, dan keduanya mungkin saling berkomunikasi membicarakan hobi mereka yang ternyata sama.

2.     Identifikasi

Identifikasi dalam sosiologi hampir sama dengan imitasi yang berusaha mengubah sikap seidentik mungkin dengan orang lain. Identifikasi adalah usaha untuk merubah kepribadian yang mengaca pada orang yang diidolakan.

Contoh sederhana dari identifikasi dalam interaksi sosial adalah anak yang sangat mengidolakan ayahnya sehingga meniru apa yang sering ayahnya lakukan seperti sholat, membaca koran atau naik motor.

3.     Sugesti

Sugesti adalah proses di mana keadaan fisik atau mental dipengaruhi oleh suatu pemikiran atau gagasan. Sugesti merupakan proses mempengaruhi pemikiran seseorang ke pemikiran orang lain dengan mengungkapkan berbagai ide.

Contoh interaksi sosial dari sugesti adalah ketika ada pemilihan umum presiden yang mana para calon biasanya mensugesti rakyat untuk memilihnya. Sugesti adalah bentuk dari aksi dan memilih salah satu dari para calon presiden ini merupakan bentuk dari reaksi.

4.     Motivasi

Motivasi berasal dari kata “motif”. Arti asli dari kata motif berkaitan dengan gerakan. Motivasi adalah tentang keinginan internal seseorang untuk mencapai sesuatu yang penting bagi dirinya. Motivasi adalah keinginan untuk bertindak demi suatu tujuan. Motivasi atau keinginan ini membuat seseorang kemudian mengambil tindakan.

Contoh motivasi dalam interaksi sosial adalah ketika kinerja Anda di kantor mendapatkan pujian dari atasan. Pujian itu kemudian akan menimbulkan motivasi dalam diri Anda untuk bekerja lebih giat lagi. Motivasi itu merupakan reaksi dari aksi pujian yang diberikan oleh atasan Anda.

5.     Simpati

Simpati didefinisikan sebagai perasaan sedih untuk orang lain atau tindakan mengungkapkan perasaan sedih kepada orang lain yang mungkin sedang berduka. Simpati terkait erat dengan empati dan kasih sayang.

Contoh dari simpati adalah menghadiri pemakaman ayah teman Anda yang meninggal dunia dengan menyampaikan ucapan atau berupa pelukan hangat.

6. Empati

Faktor terakhir dari interaksi sosial adalah empati. Empati sebenarnya hampir sama pengertiannya dengan simpati namun lebih mempengaruhi emosional. Empati adalah kemampuan untuk membagikan perasaan dan emosi orang lain seolah-olah itu adalah milik Anda.

Contoh empati dalam interaksi sosial adalah Anda merasakan kegembiraan yang sama seperti apa yang disampaikan oleh teman Anda yang memberi tahu bahwa ia akan menikah.

Baca juga: Integrasi Sosial

Contoh Interaksi Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat

Berikut adalah contoh lainnya dari interaksi sosial yang kerap terjadi dalam kehidupan masyarakat:

  1. Bergotong royong atau kerja bakti bersama warga sekitar membersihkan lingkungan di sekitar rumah dan membuat lingkungan menjadi asri dengan kerja sama yang solid antar satu warga dengan warga lainnya.
  2. Membeli kebutuhan rumah tangga ke toko tetangga yang menjual sembako agar hubungan semakin harmonis dan berupaya untuk membantu perekonomian tetangga.
  3. Selalu mengikuti rapat rutinan mingguan atau bulanan yang diadakan oleh ketua RT.
  4. Mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) atau kegiatan lainnya seperti arisan, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan masih banyak lagi.
  5. Mengikuti lomba peringatan kemerdekaan Indonesia setiap tanggal 17 Agustus dan turut memeriahkan dan membantu pelaksanaan berbagai lomba agar berjalan lancar.
  6. Membantu melayani hajat tetangga sekitar yang sedang menggelar acara besar seperti resepsi pernikahan, pengajian, akikah atau sunatan. Untuk ibu-ibu bisa membantu perihal urusan masak memasak dan bapak-bapak ataupun remaja bisa membantu mengatur acara atau menyambut tamu undangan.
  7. Menghadiri pemakaman tetangga yang meninggal dan membantu terselenggaranya pengajian  3 hari sampai 7 harian yang biasanya dilakukan secara tradisional.
  8. Ketika melewati kampung yang ramai oleh warga, turut menyapa atau membungkukkan badan sebagai tanda menghormati.
  9. Saling berjabat tangan dan bersalam-salaman ketika sedang melakukan halal bi halal Hari Raya Idul Fitri.
  10. Mengikuti pemilihan umum  kepala desa setempat dan turut memberikan suara sebagai hak pilih.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat tanpa disadari. Selama Anda melakukan komunikasi atau menjalin hubungan dengan orang lain dan timbul aksi dan reaksi, maka selama itulah Anda turut membangun sebuah interaksi sosial.

Posted on

Integrasi Sosial: Pengertian, Proses, Contoh, Faktor Penghambat

pengertian integrasi sosial

Integrasi sosial adalah sebuah proses untuk menyesuaikan nilai-nilai, pandangan dan keyakinan yang memungkinkan semua orang untuk berbaur dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik atas dasar persamaan hak dan kewajiban. Adanya integrasi sosial dalam kehidupan masyarakat menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri.

Istilah integrasi sosial pertama kali diciptakan oleh sosiolog dari Inggris bernama David Lockwood. Integrasi sosial mengacu pada prinsip-prinsip yang menghubungkan satu individu ke dalam masyarakat. Lalu bagaimana proses dan contoh dari integrasi sosial?

Pengertian Integrasi Sosial

Integrasi sosial adalah pengakuan terhadap berbagai kelompok sosial dan budaya dalam masyarakat untuk menjunjung rasa hormat dan saling menghargai. Integrasi sosial mengacu pada hubungan antara bagian-bagian masyarakat atau sistem sosial. Integrasi sosial berlaku dalam suatu kelompok jika ikatan ketertarikan mempersatukan anggotanya.

Faktor utama integrasi sosial menurut Max Weber dalam masyarakat kapitalis maju adalah adanya sistem kelas. Dalam masyarakat feodal, sistem perkebunan memainkan peran yang setara, seperti halnya kasta dalam masyarakat.

Secara umum, menurut pendapat Max Weber tentang stratifikasi sosial, masyarakat yang berbasis status cenderung mengarah pada bentuk-bentuk integrasi sosial yang harmonis, dan masyarakat yang memiliki kelas mempunyai integrasi sosial yang penuh konflik.

Nah, dari uraian di atas, secara sederhananya, integrasi sosial adalah sesuatu yang menyatukan berbagai kelompok atau etnis dalam masyarakat tanpa memandang bahasa, kasta, keyakinan, dan sebagainya tanpa harus kehilangan identitas.

Integrasi sosial memberi akses ke semua sektor kehidupan masyarakat dan menghilangkan diskriminasi pada suatu kelompok atau etnis. Dalam pandangan yang lebih luas, integrasi sosial adalah proses yang dinamis dan terstruktur untuk saling menghargai perbedaan yang ada.

Semua lapisan masyarakat bisa ikut berpartisipasi dan berbaur  untuk memelihara hubungan sosial yang harmonis. Integrasi sosial fokus untuk memperkuat hubungan sosial antar masyarakat agar bisa hidup damai dan bisa berdampingan meski memiliki perbedaan.

Baca juga: Pengendalian Sosial

Proses Integrasi Sosial

Integrasi sosial dalam masyarakat tentunya tidak terjadi dengan sendirinya. Ada beberapa proses yang mempengaruhi terjadinya sebuah integrasi sosial, di antaranya adalah:

1.      Interaksi

Proses yang pertama adalah interaksi. Interaksi sendiri merupakan sebuah upaya untuk menciptakan sebuah kerja sama antar kelompok masyarakat. Munculnya interaksi adalah apabila niat positif untuk membangun hubungan ini bisa menghasilkan sebuah kegiatan bersama-sama yang dilakukan secara sadar tanpa adanya paksaan.

2.      Identifikasi

Setelah interaksi ini berjalan dengan baik, maka muncullah proses identifikasi sebagai tahap integrasi sosial selanjutnya. Identifikasi merupakan proses ketika masing-masing kelompok masyarakat bisa menerima secara terbuka atas kehadiran kelompok masyarakat lainnya.

Identifikasi adalah proses untuk lebih memahami bagaimana latar belakang, karakteristik dan juga kepentingan dari kelompok masyarakat lain.

3.     Kerja Sama

Sebuah kerja sama bisa terjadi ketika masing-masing individu dalam masyarakat menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan dan tujuan yang sama. Sebagai usaha mencapai kepentingan dan tujuan yang sama, masyarakat butuh yang namanya pengetahuan dan pengendalian diri yang cukup agar bisa mencapai kepentingan itu dengan kerja sama.

Ketika kerja sama akhirnya terjalin oleh berbagai golongan di masyarakat, maka integrasi sosial kemungkinan bisa berjalan dengan lebih mudah.

4.      Akomodasi

Akomodasi merupakan proses lanjutan dari kerja sama. Akomodasi adalah proses untuk menyatukan masing-masing pendapat dalam golongan masyarakat agar tidak ada perselisihan yang bisa memecah hubungan yang telah terjalin dari proses-proses sebelumnya.

Akomodasi adalah tahapan yang benar-benar dimaksimalkan karena tanpa adanya proses ini, maka masyarakat akan kesulitan dalam mencapai tujuan yang sama hanya karena tidak bisa menerima pendapat yang berbeda.

5.     Asimilasi

Asimilasi menggambarkan proses integrasi sosial, budaya, dan politik dari minoritas ke dalam budaya dan masyarakat yang dominan. Asimilasi mengacu pada bagian dari proses adaptasi. Asimilasi memainkan peran penting dalam cara kelompok masyarakat memahami pandangan yang berbeda di sekitarnya.

6.     Integrasi

Terakhir, adalah proses integrasi yang menyesuaikan berbagai unsur berbeda dalam masyarakat yang majemuk sehingga muncullah kehidupan sosial yang lebih harmonis.

Baca juga: Stratifikasi Sosial

Contoh Integrasi Sosial

Untuk lebih memahami apa itu integrasi sosial, berikut adalah contohnya yang diklasifikasikan ke dalam beberapa sektor kehidupan manusia:

1.     Keluarga

Keluarga adalah lingkup pertama bagi anak untuk memahami integrasi sosial. Contoh dari integrasi sosial dalam sebuah keluarga adalah usaha orangtua yang tidak membeda-bedakan anaknya. Orangtua berupaya untuk tetap adil dan berlaku sama kepada semua anaknya tanpa menspesialkan anak pertama, bungsu atau yang lain agar tercipta sebuah keluarga yang harmonis.

2.     Kebudayaan

Dalam lingkup kebudayaan, banyak sekali contoh-contoh dari integrasi sosial seperti masyarakat Jawa yang terkena program transmigrasi dari pemerintah pada tahun 1956.

Adanya transmigrasi ini membuat masyarakat Jawa yang tinggal di daerah Sumatera mulai melakukan adaptasi dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan masyarakat di sekitarnya. Adaptasi yang dilakukan masyarakat Jawa ini merupakan upaya untuk menjaga harmonisasi antara kedua golongan etnis yang berbeda.

3.     Pendidikan

Integrasi sosial juga selalu hadir dalam sektor pendidikan. Contoh nyata dari integrasi sosial di lingkup pendidikan adalah guru yang mengajar di sebuah sekolah harus berlaku adil kepada murid-muridnya.

Guru harus menyampaikan pelajaran, menilai dan melakukan evaluasi kepada siswanya tanpa harus membeda-bedakan latar belakang, etnis, kekayaan dan kecerdasan siswanya sehingga menciptakan sebuah hubungan sosial yang harmonis.

Penerapan seragam sekolah, sepatu yang sama dan beberapa tata tertib lainnya di sekolah juga merupakan bentuk dari integrasi sosial agar tidak ada perbedaan dalam siswanya.

4.     Masyarakat

Masyarakat adalah tempat yang selalu menciptakan proses sosial integrasi. Contohnya adalah adanya program ronda malam. Siapapun warganya, wajib mengikuti ronda malam sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Tidak boleh ada satupun warga yang tidak mendapatkan jadwal hanya karena memiliki status sosial yang tinggi sebab semua warga mempunyai status yang sama.

5.     Olahraga

Apakah Anda pernah melihat pertandingan tim nasional sepakbola Indonesia? Para pemain yang sedang bermain di atas lapangan adalah contoh nyata dari sebuah integrasi sosial. Semua pemain berasal dari daerah dan latar belakang yang berbeda, namun mereka tetap menyatu dalam satu komando yang sama, yakni memberikan kemenangan untuk Indonesia.

Baca juga: Diferensiasi Sosial

Faktor Penghambat Integrasi Sosial

Sayangnya, tidak semua masyarakat bisa melakukan integrasi sosial. Ada beberapa faktor penghambat yang mengganggu proses integrasi ini, di antaranya adalah:

  1. Tidak adanya rasa kesadaran pada masing-masing individu untuk menjaga sebuah kesatuan dalam masyarakat. Banyaknya orang-orang yang individualis menghambat proses dari integrasi.
  2. Tidak memiliki rasa saling menghargai juga merupakan penghambat utama seseorang untuk melakukan integrasi kepada masyarakat di sekitarnya.
  3. Kurangnya rasa toleransi pada perbedaan yang dimiliki oleh orang-orang di sekitar merupakan faktor penghambat proses integrasi sosial. Masyarakat yang minim toleransi bahkan bisa menyebabkan sebuah konflik sosial berkepanjangan.

Apabila Anda ingin sekali menjaga persatuan di negara Indonesia ini, maka pastikan Anda memiliki rasa toleransi, saling menghargai dan memiliki kesadaran yang tinggi. Agar tidak menghambat proses integrasi sosial.