Posted on

Uang Kartal: Pengertian, Jenis dan Perhitungan Peredarannya

Di zaman modern ini, metode pembayaran non tunai sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini memiliki keuntungan sendiri, dianggap lebih efisien dan aman. Namun keberadaan uang kartal (uang kertas dan logam) masih sangat dibutuhkan dan tetap eksis untuk pembayaran dalam jumlah kecil.

Simak penjelasan tentang uang kartal berikut ini.

Pengertian Uang Kartal

Uang kartal adalah alat pembayaran yang sah untuk melakukan transaksi jual beli karena sudah diatur oleh pemerintah dan diterima oleh semua kalangan masyarakat.

Uang kartal di Indonesia kita kenal dengan sebutan Rupiah. Uang kartal yang beredar di Indonesia diatur dan dipantau oleh Bank Sentral yaitu Bank Indonesia.

Bank Indonesia bertugas menghitung jumlah uang rupiah yang beredar di masyarakat dan yang beredar di lembaga-lembaga perbankan di Indonesia.

Kegiatan ini dikenal dengan nama atau istilah uang kartal yang diedarkan.

Tujuan Bank Indonesia melakukan pengawasan dan pengaturan uang kartal ada 2 yaitu, tujuan moneter, dan tujuan secara fisik.

Tujuan dari sisi moneter. adalah untuk menjaga kestablian dan kecukupan likuiditas perekonomian.

Dari sisi tujuan fisik, pengawasan ini dilakukan supaya uang yang dicetak dan diedarkan ke masyarakat serta lembaga perbankan bisa mencukupi sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Jenis-Jenis uang kartal

Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam.

Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11 tahun 1953, uang kartal terdiri dari 2 jenis yaitu uang negara dan uang bank. Namun setelah terbit Undang-undang No. 13/1968 uang negara telah diberhentikan dan diganti dengan uang Bank.

Apa itu uang negara?

Uang Negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah yang bahan pembuatannya dari kertas.

Ciri-ciri uang negara adalah:

  1. Dijamin oleh Undang-Undang
  2. Dikeluarkan oleh pemerintah
  3. Ditandatangani menteri keuangan
  4. Terdapat nama negara yang mengeluarkannya

Apa itu uang bank?

Uang Bank adalah uang yang berupa uang logam dan kertas. Uang Bank dikeluarkan oleh Bank Sentral.

  1. Dikeluarkan oleh Bank Sentral
  2. Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di Bank Sentral
  3. Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia: Bank Indonesia)
  4. Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.

Uang logam

Uang logam atau dalam Bahasa Inggrisnya coin, adalah uang yang umumnya berbahan emas dan perak digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dalam transaksi ekonomi.

“Uang logam saat ini tidak lagi dinilai dari berat bahan emasnya, melainkan dari nilai nominal yang tercatat di sisi uang logam tersebut. Nilai nominal ini menyatakan bahwa ada sejumlah emas dengan berat tertentu yang terkandung didalamnya.”

Uang logam ini umumnya berbentuk bulat, namun ada juga bentuk lain sepeti persegi. Uang logam biasanya memiliki 2 sisi, ada sisi yang menampilkan nilai koin tersebut, dan sisi lainnya berbentuk gambar.

Emas dan perak merupakan bahan yang dinilai sangat baik karena tidak mudah rusak dan cukup efisien.

Emas dan perak dipilih karena nilainya termasuk stabil.

Nilai-nilai uang logam

Ada nilai-nilai yang terkandung dalam uang logam yaitu, nilai intrinsik dan nilai tukar.

  1. Nilai intrinsik adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang logam. Contohnya, uang logam yang terbuat dari emas dihitung berapa nilainya untuk digunakan sebagai mata uang.
  2. Nilai tukar adalah kemampuan uang untuk menukar barang atau daya beli uang. Contohnya, uang Rp 200 bisa ditukarkan dengan 1 buah permen, sedangkan Rp 1.000 bisa ditukarkan dengan 1 buah gorengan tempe.

Uang Kertas

Uang kertas merupakan alat pembayaran yang sah, berbahan dasar kertas dan berbentuk lembaran. Uang kertas biasanya memiliki ciri-ciri khusus, seperti ada gambar dan cap tertentu yang terkait dengan suatu negara seperti,

  1. gambar pahlawan,
  2. gambar gedung bersejarah,
  3. gambar hewan,
  4. gambar tempat terkenal,
  5. gambar kebudayaan,
  6. gambar gedung parlemen dan lainnya.

Nilai uang kertas dilihat dari nilai nominal yang tercantum dalam lembaran uang kertas.

Keuntungan menggunakan uang kertas

  1. Uang kertas lebih mudah dibawa, meskipun dalam jumlah banyak. Berbeda dengan uang logam yang memiliki bobot lebih berat, sehingga susah jika harus dibawa dalam jumlah yang besar.
  2. Produksi uang kertas lebih murah
  3. Menghemat penggunaan logam mulia seperti emas dan perak
  4. Peredaran uang kertas sangat mudah dan elastis menyesuaikan kebutuhan di masyarakat.
  5. Uang kertas lebih mudah dicetak dan disebarluaskan.

Perhitungan Uang Kartal

Mungkin banyak orang penasaran, kenapa uang tidak dicetak sebanyak mungkin, sehinga orang-orang bisa dengan mudah mendapatkan uang?

Patut dicatat, ada rumus yang harus diperhitungkan dalam mencetak uang.

Jumlah uang kartal (uang kertas dan logam) yang beredar dihitung dari:

Uang kartal yang dicetak – (jumlah uang yang berada di Bank Indonesia + uang yang ditarik dari peredaran + uang yang digunakan untuk penelitian Bank Indonesia

Rumus pencetakan uang

  1. Uang Yang Dicetak Bank Indonesia

Pengertian uang yang dicetak Bank Indonesia adalah uang yang telah dicetak baik yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah maupun uang yang telah dicabut dari peredaran, dan dicatat di sisi pasiva yang merupakan kewajiban moneter BI.

Jumlah uang kartal yang dicetak, akan dicatat sebagai faktor penambah rekening pembuatan uang. Sedangkan pemusnahan uang kartal (kertas dan logam) akan mengurangi rekening pembuatan uang tersebut.

  1. Persediaan Uang di Bank Indonesia

Pengertian Persediaan Uang di Bank Indonesia adalah uang kertas dan uanglogam yang dicatat pada aktiva Bank Indonesia.

Ada beberapa rekening dalam Bank Indonesia diantaranya:

  1. Rekening Kas Besar, adalah uang kertas dan uang logam yang disimpan dalam Khazanah Kas Besar BI. Fungsinya adalah sebagai cadangan atau buffer stock.
  2. Rekening Kas Harian, adalah uang kertas dan uang logam yang disimpan dalam khazanah harian. Fungsinua adalah untuk modal kerja pembayaran kepada bank dan non bank.
  3. Rekening setoran bank yang belum dihitung, adalah uang kertas dan uang logam hasil setoran bank yang belum dihitung pada hari yang sama.
  4. Rekening uang untuk pelayanan kas di luar kantor, adalah uang kas dan uang logam yang digunakan untuk modal kerja kas untuk kegiatan kas keliling dan kas titipan.
  1. Uang yang ditarik dari peredaran

Pengertian uang yang ditarik dari peredaran adalah uang yang sudah tidak bisa lagi digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Jika teman-teman masih ada uang lama yang sudah ditarik dari peredaran, uang ini masih bisa ditukarkan ke Bank Indonesia, sesuai dengan nominal yang tertera.

  1. Uang Rupiah dalam penelitian

Adalah uang yang digunakan untuk proses penelitian seperti untuk uji coba mesin. Uang sendiri terus mengalami perbaikan dan pergantian, sehinnga ada uang yang diciptakan untuk uji laboraturium dan kegiatan penelitian lainnya, supaya bisa mendapatkan kualitas uang yang terbaik.

Posted on Leave a comment

Barter: Pengertian, Contoh, Kelemahan, Syarat, Sejarah

Masih berlakukah barter pada zaman modern ini? simak ulasan berikut.

Pengertian barter

Barter adalah kegiatan tukar menukar barang tanpa menggunakan uang kertas, logam, maupun digital. Barter dilakukan dengan cara menukar barang yang kita miliki, dengan barang milik orang lain yang kita butuhkan.

Sejarah Barter

Barter diciptakan hampir sama dengan uang, yaitu utuk memfasilitasi pertukaran dengan barang dan jasa.

Barter pada awal mulanya dikenalkan oleh suku Mesopotamia sekitar tahun 600 SM. Kemudian diadopsi oleh orang Fenisia yang menukarkan barang-barang nya kepada orang lain di daerah-daerah perkotaan.

Dalam sejarahnya, sistem barter pernah menggunakan berbagai barang-barang yang lazim seperti makanan pokok, garam, buah-buahan atau yang tak lazim seperti tengkorak manusia.

Sistem Barter diketahui mengalami perbaikan di zaman Babilonia.

Kesulitan dalam Barter

Kesulitan yang dialami oleh sistem barter adalah sulitnya menemukan orang yang sama-sama membutuhkan barang yang akan ditukarkan.

Pemilik toko roti A membutuhkan cokelat manis untuk membuat rotinya. Lalu pemilik toko tersebut pergi ke tempat penjual untuk membeli cokelat.

Pemilik toko roti A tersebut membawa buah-buahan untuk ditukarkan dengan cokelat manis, namun tak disangka penjual cokelat sudah mempunyai sendiri buah-buahan yang disimpannya dalam gudang. Yang ia butuhkan saat ini adalah beras dan jagung.

Akhirnya, pemilik toko roti tersebut tidak bisa menukar buah-buahan yang ia bawa dengan sekantong cokelat manis.

Kelemahan dalam Barter

Sebelumnya sudah kita ketahui kesulitan-kesulitan dalam melakukan sistem barter.

Jadi kesulitan tersebut bisa kita kelompokkan dalam kelemahan barter berikut ini;

  1. Kuran efisien. Pemilik toko roti A harus membawa-bawa buah-buahan ke tempat penjual cokelat untuk transaksi pembelian.
  2. Sulit menentukan nilai dari suatu barang. Contohnya, berapa banyak cokelat yang bisa didapatkan dengan menukar 2 kg buah pisang?
  3. Ketersediaan barang tidak selalu ada. Dalam hal ini penjual cokelat ternyata sedang membutuhkan beras atau bahan makanan pokok, dan belum membutuhkan buah-buahan.
  4. Sistem barter hanya cocok dilakukan dalam sekala kecil atau tradisional. Tidak bisa dilakukan untuk nilai yang besar.
  5. Tidak tercapai kepuasan maksimum. Terkadang setelah melakukan barter, ada rasa yang kurang pas, karena tidak bisa ditentukan nilai barang yang seimbang antara kedua belah pihak yang terlibat.

Contoh Barter

Meskipun saat ini alat pembayaran sudah umumnya memakai uang, namun seringkali kita masih bisa menemukan sistem barter di sekeliling kita.

Berikut contoh-contoh barter yang bisa kita temui dalam kegiatan di lingkungan sehari-hari.

Di desa-desa, masih banyak orang yang memelihara ayam kampung. Disamping itu, areal sawah juga lokasinya berada di desa atau kampung.

Seringkali, petani yang memiliki beras menukar berasnya dengan ayam milik tetangganya. Barter dalam hal ini saling menguntungkan, karena petani bisa makan ayam kampung untuk dijadikan lauk makan pelengkap, dan pemilik ayam juga pasti membutuhkan beras untuk makanan pokok sehari-hari.

Contoh barter lain,

Kebun pisang milik Pak Somad sedang panen banyak. Sebagian sudah dijual ke pasar, namun karena masih ada sisa, Pak Tejo sebagai petani yang masih juga punya stok beras, berniat membarter beras dengan buah pisang untuk konsumsi buah sehari-hari.

Di desa, masih banyak perilaku barter yang bisa kita temukan.

Tanya Jawab Seputar Barter

Apakah barter saat masih eksis?

Sistem barter adalah metode tukar menukar barang pada zaman dahulu, sebelum adanya media pembayaran seperti uang.

Kabar baiknya, barter saat ini tetap masih eksis namun telah mengalami perubahan. Barter pada zaman ini terjadi dalam lingkup global. Contohnya, orang-orang di dunia menggunakan internet untuk melakukan barter, biasanya mereka menukarkan sebuah layanan dengan barang sebagai imbalannya.

Tidak ada sistem baku yang mengatur nominal barter. Pihak yang terlibat biasanya melakukan negosiasi untuk mendapatkan nilai yang pas, antara layanan dan barang yang ditukar.

Sebutkan contoh-contoh barter!

Contoh barter adalah transaksi yang tidak melibatkan uang. Misalnya, si A memiliki roti yang ingin ditukarkan dengan selai si B. Keduanya saling membutuhkan.

Kenapa barter dianggap tidak praktis?

Bayangkan ada jutaan transaksi setiap hari, di seluruh dunia, dengan nominal yang luar biasa besar. Transaksi di era modern in bahkan bisa dilakukan tanpa tatap muka, yaitu dengan sistem digital.

Barter tidak akan bisa mewakili itu semua, saat ini uang bisa digunakan untuk menukar barang, jasa dan apapun lainnya.

Dimana anda bisa menemukan barter online?

Silahkan anda pergi ke situs berikut untuk melakukan barter, diantaranya; BabysitterExchange, BizXchange, Craigslist, Freecycle, Game Trading Zone, Goozex, PaperBackSwap dan SwapACD.

Apa kelebihan dari barter?

Meskipun ekonomi sudah berkembang pesat, tidak salah jika anda ingin melakukan alternatif barter. Barter juga memiliki kelebihan, contohnya jika anda memiliki kelebihan bahan makanan, dan anda khawatir akan busuk, maka bisa saja ditukar dengan barang lain milik tetangga atau teman anda.

Posted on Leave a comment

Uang: Pengertian, Sejarah, Fungsi dan Karakteristik

Uang adalah instrumen ekonomi yang digunakan sebagai alat tukar menukar barang yang diakui oleh pemerintah atau negara, dan dunia internasional.

Setiap hari kita memegang uang, sudah tahukah apa itu uang? bagaimana sejarah dan fungsinya? Berikut yang bisa kami rangkum.

Pengertian Uang

Uang adalah instrumen ekonomi yang digunakan sebagai alat tukar menukar barang yang diakui oleh pemerintah atau negara, dan dunia internasional.

Uang merupakan alat pertukaran yang diakui secara umum dan digunakan untuk memfasilitasi perdagangan barang atau jasa.

Uang pada saat ini memiliki bentuk fisik berupa lembaran kertas dan logam, namun tahukah kamu jika uang digital sebagai alat pembayaran baru sedang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dan pertukaran barang dunia Internasional, yaitu cryptocurency.

Sistem pertukaran barang pada transaksi jual beli sebelum adanya uang dinamakan barter (sistem pembelian, dengan tukar menukar barang).

Sejarah Uang

Dalam sejarahnya, uang diciptakan untuk menggantikan barter, karena orang-orang merasa tidak puas karena tidak selalu barang yang ditukar nilainya sama, atau bahkan barang yang ditukarkan sebenarnya tidak terlalu diinginkan.

Misalnya,

Si A ingin memiliki beberapa Ayam.

Si B menginginkan barang si A.

Namun si B hanya bisa menukarkan Ayam si A dengan beberapa buah-buahan.

Pada kenyataannya si A tidak terlalu membutuhkan buah-buahan.

Yang sedang A butuhkan adalah gandum atau jagung.

Uang dapat digunakan untuk membeli barang dengan syarat, kedua belah pihak bersedia mata uang yang akan digunakan.

Karakteristik Uang

Artinya, syarat agar uang bisa diterima sebagai alat penukar yang sah dalam transaksi jual beli adalah:

  1. Nilainya sepadan
  2. Mudah untuk dibawa-bawa
  3. Dikenal
  4. Nilainya stabil.

1. Sepadan

Uang harus memiliki kualitas yang sesuai dengan barang yang dipertukarkan. Karena jika nilai uang tidak sebanding, maka salah satu pihak akan mengalami kerugian. Sebabnya, uang tersebut akan sulit digunakan dikemudian hari.

2. Tahan lama

Karakteristik uang berikutnya adalah tahan lama. Uang harus dibuat dengan bahan yang bisa bertahan lama, karena uang akan digunakan terus berulangkali untuk pembayaran, oleh orang-orang dan sering berpindah-pindah tangan.

Jika uang mudah rusak, maka uang akan sulit digunakan di masa-masa yang akan datang.

3. Fleksibel

Fisik uang baiknya berukuran kecil, fleksibel dan mudah dilipat. Ukurannya paling tidak segenggaman tangan. Uang yang terlalu besar akan sulit dibawa dan tidak efisien.

Jika uang tidak praktis, ini akan bermasalah pada saat melakukan penyimpanan atau pembayaran.

4. Asli dan Diakui

Uang baiknya dibuat dengan sangat mudah untuk dikenali, supaya setiap orang bisa dengan mudah menyetujui uang sebagai alat tukar yang sah.

Orang juga akan mudah untuk mengetahui mana uang asli atau palsu.

5. Stabil

Nilai pada sebuah uang haruslah stabil dan diharapkan meingkat seiring waktu.

Berbeda dengan nilai pada barang, semakin lama barang dipakai maka nilainya akan semakin menurun.

Nilai uang yang tidak stabil akan beresiko saat digunakan berturut-turut karena lama-lama uang akan tidak bernilai dan berguna sama sekali.

Fungsi Uang

Fungsi uang sebelumnya sudah disinggung sebagai alat tukar menukar barang yang sah. Namun ada beberapa fungsi lain diantarnya:

Fungsi Asli Uang

Fungsi asli uang adalah sebagai alat tukar menukar, satuan hitung, dan alat penyimpanan nilai.

1. Media Tukar Menukar Barang (Medium of Exchange)

Uang adalah alat paling efektif seabagai alat tukar menukar barang. Uang dapat menyelsaikan masalah pembayaran dengan mudah.

Berbeda dengan barter yang sering menimbulkan masalah baru, contohnya:

Seorang tukang kue menjual kue brownis coklat yang manis dan enak, harus mendapatkan cokelat ke pengolah coklat, dengan menukar sejumlah buah anggur dan melon, sangat merepotkan jika hal ini terjadi setiap minggu, bahkan setiap hari.

Jadi pembayaran menggunakan uang bisa memuaskan keinginan dari pihak-pihak yang terlibat.

2. Satuan Hitung (Unit of Account)

Fungsi uang berikutnya adalah sebagai satuan hitung. Dikatakan demikian, karena uang bisa menetapkan harga untuk semua jenis nilai barang dan nilai jasa (pelayanan jasa).

Kelebihan uang sebagai satuan hitung,

  1. Uang bisa digunakan juga untuk menghitung berapa nilai pengeluaran seseorang misalnya untuk membeli bahan makanan pokok,
  2. Atau untuk sebuah bisnis, berapa jumlah nilai yang telah dikeluarkan atau sebuah mesin produksi.

Hal inilah yang mendasari ilmu akuntansi, perhitungan laba dan rugi bisnis, menilai sebuah asset perusahaan, dan masih banyak hal lain yang bisa diperhitungkan.

3. Menyimpan Nilai

Uang dapat menyimpan nilai ini artinya, uang bisa digunakan untuk pengalihan daya beli dari masa sekarang ke masa depan.

Contohnya, uang yang didapat saat ini oleh penjual roti disimpan dan ditabung, kemudian dimasa depan tetap bisa digunakan, misalnya untuk menyewa sebuah toko baru di kota.

Fungsi Turunan Uang

Dibawah ini adalah contoh-contoh fungsi turunan uang.

1. Standar pembayaran ditangguhkan (Standard of Postponed Payment)

Uang berfungsi sebagai alat penyimpanan nilai. Uang juga dapat digunakan untuk memindahkan nilai ke sejumlah orang atau badan, melalui utang atau kredit.

Jadi ketika ada pembelian barang, seseorang hanya membayarkan uang muka (setoran awal) dan sisanya akan dibayarkan kemudian, dengan jangka waktu tertentu.

Dari sisi penjual barang, mereka mendapatkan uang dari barang yang mereka berikan ke pembeli atau peminjam daripada hanya meminjamkan barangnya saja dan khawatir tidak dikembalikan dikemudian hari.

2. Uang sebagai alat yang memfasilitasi utang (Money Facilitates Loans)

Uang dapat memfasilitasi pinjaman. Seseorang yang sangat membutuhkan barang atau jasa bisa meminjam sejumlah uang kepada pihak lain, untuk membeli barang yang dibutuhkan.

Misalnya, pasangan yang baru saja pindah rumah, membutuhkan banyak uang untuk membeli perlatan dapur, televisi, Kasur dan sofa tamu.

Jadi mereka bisa mendapatkan barang-barang penting tersebut, tanpa menunggu sampai bertahun-tahun dari menabung.

3. Uang sebagai alat pemindah kekayaan

Uang yang kita miliki dapat memindahkan harta kita lain yang berwujud rumah, kendaraan, tanah dan bangunan lain.

Caranya, harta tersebut kita jual dan hasil dari penjualannya berupa uang bisa kita simpan dan kita belikan harta sejenis di daerah lain.

4. Uang mendorong kegiatan ekonomi

Dengan adanya uang, orang-orang dapat melakukan kegiatan bisnis dan jual beli sehingga akan mendorong ekonomi di pihak-pihak yang terlibat secara langsung maupun yang tidak langsung.

Dalam jumlah yang besar, pengaruh dari nilai uang yang stabil, orang yang memiliki uang akan bersemangat untuk melakukan investasi.