Posted on

12 Jenis Alat Pembayaran Internasional Paling Populer

alat pembayaran internasional

Suatu saat anda mungkin diharuskan mengirimkan sejumlah pembayaran ke luar negeri. Pertanyaannya, bisakah kita mengirim uang menggunakan mesin ATM biasa?

Jawabannya tidak,

Anda membutuhkan alat pembayaran internasional lain untuk mengirimkan sejumlah pembayaran,

Berikut contoh alat pembayaran internasional yang bisa anda pakai.

1. Kontan/Uang Tunai

Sistem pembayaran paling mudah yang bisa anda pakai adalah pembayaran menggunakan uang tunai. Anda hanya tinggal menyesuaikan mata uang apa yang disepakati untuk pembayarannya.

Namun pada umumnya, transaksi dengan pihak luar negeri menggunakan mata uang popular dalam perdagangan internasional seperti Dolar, Euro, Pound sterling dan Yen.

2. Wesel

Wesel atau bill of exchange adalah layanan pengiriman uang dengan tujuan domestik atau non domestik. Wesel termasuk dalam jenis uang giral.

Lembaga yang melayani pengiriman uang melalui wesel ini diantaranya, Pos Indonesia, BNI wesel, JNE remittance, DELIMA Telkom.

Pengiriman menggunakan wesel sangat mudah, anda tingga mengisi formulir pengiriman wesel, kemudian tuliskan rekening bank atau nama penerima dana yang dituju.

Keuntungan pengiriman menggunakan wesel adalah, baik penerima atau pengirim uang tidak perlu memiliki akun rekening apapun. Karena proses pencairan dana menggunakan PIN.

3. Letter of Credit

Letter of Credit hampir sama dengan metode pengiriman wesel. Perbedannya, jika menggunakan wesel, pembayaran harus dilakukan secara langsung atau kontan.

Keuntungan menggunakan Letter of Credit adalah anda bisa melakukan pembayaran dengan sistem cicilan atau kredit. Kemudian jika proses pembayaran cicilan ada keterlambatan, maka pihak bank lah yang akan melunasinya, dan dana talangan ini akan menjadi hutang bagi pembeli.

Untuk anda yang sedang bertransaksi dengan pihak luar negeri, misalnya melakukan ekspor barang, metode pembayaran menggunakan Letter of Credit ini direkomendasikan, karena bisa meminimalisir penipuan dan gagal bayar.

4. Cek

Cek adalah surat perintah pencairan dana oleh pemilik rekening bank kepada orang yang ditunjuk dalam cek atau kepada pembawa cek tersebut.

Cek bisa digunakan untuk transaksi dagang. Contohnya imporir, mereka biasanya menggunakan cek untuk menyerahkan pembayaran kepada eksportir melalui bank penerima dana yang ditunjuk di negara eksportir berada.

5. Telegraphic Transfer

Sistem telgraphic transfer memungkinkan pembayaran tercepat. Telegraphic transfer hampir sama dengan cek, perbedaannya telegraphic transfer tidak mengirimkan dokumen lembar cek kepada penerima dana. Jadi secara otomatis akan dikirikan melalui bank.

6. Emas

Emas adalah alat pembayaran yang sah yang diakui dunia internasional karena fungsinya yang sama dengan uang tunai. Emas sendiri sudah dipakai sejak zaman dahulu sebelum adanya uang sebagai alat tukar.

Metode pembayaran menggunakan emas dihitung dengan cara total nilai barang disesuaikan dengan berat dan nilai emas.

Keuntungan menggunakan emas sebagai metode pembayaran adalah nilai emas yang cenderung selalu naik, dan menghindari kerugian akibat inflasi.

7. Kompensasi Pribadi

Kompensasi pribadi adalah alat pembyaran internasional yang prosesnya menyilang antar satu negara.

Contoh pembayaran dengan kompensasi pribadi seperti berikut;

Frank yang berasal dari Jerman, membeli barang dari Imam di Indonesia senilai Rp 100 juta, lalu Robert (Jerman) membeli barang dari Rudi (Indonesia) dengan nilai yang sama.

Kemudian orang-orang ini sepakat untuk menggunakan kompensasi pribadi sebagai alat pembayaran internasional.

Jadi si Frank bisa membayar kepada Robert sejumlah Rp 100 juta, kemudian sama halnya dengan Imam memberi Rudi sejumlah Rp 100 juta.

8. Valuta Asing

Valuta asing adalah alat pembayaran internasional yang nilainya mengacu kepada pertukaran kurs mata uang antar negara.

Pembayaran menggunakan valuta asing biasanya menggunakan mata uang internasional seperti dollarAmerika Serikat.

Keuntungan menggunakan valuta asing adalah pembayaran menjadi mudah karena nilai transaksinya dihitung menggunakan mata uang yang sama.

9. Kartu Kredit

Kartu kredit adalah produk keuangan bank berupa kartu yang dapat digunakan untuk membeli produk barang atau jasa tanpa membayar secara kontan. Kartu kredit bisa digunakan sebagai alat pembayaran internasional.

Cara menggunakan kartu kredit untuk transaksi non tunai adalah, anda tinggal memasukkan kode nomor kartu kredit beserta expired code dan kode vcc (3 digit) dan pembelian produk telah sukses.

Di setiap kartu kredit, ada batas minimal pembelanjaan, ini dinamakan limit. Limit kartu kredit ditentukan pada perjanjian awal pemilik kartu dengan pihak bank sesuai dengan kemampuan bayar pemilik kartu.

Jadi pembelian barang menggunakan kartu kredit nantinya akan memotong jumlah limit kartu kredit.

10. Escrow Account

Escrow account adalah akun rekening bersama. Jadi pihak pihak penjual dan pembeli yang terlibat bisa mendapat akses ke rekeningnya secara bersama-sama.

Proses pembayaran menggunakan Escrow account adalah, pihak pembeli menyetorkan dana ke rekening esrow account, kemudian dari pihak penjual bisa menarik uangnya di rekening tersebut.

Kelemahan esrow account, penting diingat bahwa, penggunaan rekening ini dilakukan secara bersama-sama. Missal, sewaktu-waktu pembeli ingin menarik kembali uangnya, tetap bisa dilakukan, asal pihak penjual belum menarik uangnya dari akun rekening esrow account.

11. E-Wallet

Dewasa ini, metode dompet digital ini sudah sangat terkenal, dan banyak digunakan oleh orang seluruh dunia. Jadi mudah saja bagi penggunanya untuk melakukan pembayaran internasional menggunakan dompet digital ini.

Contoh dompet digital atau dompet elektronik ini diantaranya, Paypal, Ovo, Dana, Link aja, Gopay, dan lainnya.

Ada produk E-Wallet di Indonesia yang bahkan bisa untuk membayarkan tiket kereta api listrik di luar negeri seperti di Singapura yaitu Jenius. Jenius sendiri adalah produk dari Bank BTPN. Proses pembuatan akun rekening Jenius sangat mudah, bahkan jika dokumen sudah lengkap, anda bisa membuat akun Jenius dalam waktu 15 menit.

Baca juga: Cara Transfer Lewat E-Wallet

12. Cryptocurrency

Cryptocurrency adalah alat pembayaran internasional terbaru yang sudah diakui dan sah sebagai alat pembayaran di beberapa negara, Indonesia termasuk negara yang tidak mengakui uang digital ini.

Cryptocurrency menurut Bank Indonesia dipandang terlalu beresiko. Resiko yang dimaksud seperti sulitnya melakukan pelacakan transaksi karena belum adanya otoriras yang bertanggungjawab terhadap mata uang digital ini.

Disamping itu, nilainya termasuk sangat fluktuatif. Bayangkan beberap tahun silam, mata uang digital ini belum terlalu diminati, dan sekarang, 1 koinnya saja bisa sama dengan 100 juta rupiah Indonesia.